Beautiful thing I read today;
a boy asked his mom,
“If everything is already written in Luh-Mahfuz, then why should I wish?“
she answered,
“Maybe on some pages Allah has written, ‘As you wish’.”
_Xsnxh on twitter
Cosimo Galluzzi

tannertan36
★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Mike Driver

roma★

pixel skylines
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
hello vonnie
d e v o n

❣ Chile in a Photography ❣
Lint Roller? I Barely Know Her
official daine visual archive
occasionally subtle
🪼

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium

Product Placement
No title available
noise dept.
seen from United States

seen from Uruguay

seen from Hungary

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Pakistan
seen from Congo - Brazzaville

seen from Malaysia
seen from France

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from T1

seen from Albania
seen from T1

seen from United States
seen from Zimbabwe
seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Argentina
@riskaariskoo
Beautiful thing I read today;
a boy asked his mom,
“If everything is already written in Luh-Mahfuz, then why should I wish?“
she answered,
“Maybe on some pages Allah has written, ‘As you wish’.”
_Xsnxh on twitter
Bersyukur, karena besok belum tentu sebahagia hari ini.
Riska Rosmana
Hidup nyatanya perihal memilih, seperti : berbahagia atau terluka. Terkadang aku terlampau bodoh, mengorbankan diri sendiri untuk terluka hari ini dengan harapan besok akan bahagia. Nyatanya lagi? Terluka lagi, harapanku tak pernah sekuat itu.
Riska Rosmana
tak usah kau tanya aku bagaimana
karena hatimulah yang paling terluka
aku bisa kembali hidup bahagia
sementara kini kegemaranmu bersandiwara
kamu beserta ribuan alasan
menjaga begitu banyak perasaan
aku tinggal belajar merelakan
kini kamu harus belajar memaafkan
Kau duniaku dan kau meruntuhkan dirimu sendiri dengan sengaja hanya untuk membuatku terluka.
Riska Rosmana
“Kita adalah dua orang yang sama sama berhak bahagia namun tidak dengan cara saling membahagiakan.”
— PenuliSajak (via penulisajak)
Aku dengan tanganku yang kau genggam erat Berjalan menyusuri kota di malam yang ramai tapi terasa pekat Kupandangi mata itu lekat-lekat Kesedihanku, kuharap dibawa pergi hujan lebat
Kamu yang paling sederhana Menjadi kamu yang paling aku suka Ini pertanda akhir sebuah cerita Luka, biar waktu yang mengubur luka
Kita yang pernah bertemu Lalu tak lama saling menunggu Kini kita pun benar-benar tahu Ya, cerita Tuhan ternyata tak membuat kita bersatu
Riska Rosmana Bandung, 13 November 2017
Tak akan ku buat pertanyaan mengapa, karena jawabannya sudah pasti tidak akan berubah. Perasaanku kian utuh, sementara dirimu semakin menjauh. Rindu semakin pekat, tapi nyata tak seindah harap. Sementara kau abai maka aku memilih diam. Pada doa kini kau kupastikan, pada Tuhan kini kau kupercayakan.
Riska Rosmana
Dalam pelukmu kurangkai mimpi teramat tinggi Pada pundakmu kurebah harap terlampau jauh Jemari menari-nari menunggu sebuah janji Tuhan, semoga kali ini aku tidak terjatuh
- Riska Rosmana
Serupa kopi, akhir-akhir ini kamu menjadi yang paling aku cari. Menjadi yang paling aku suka karena kamu yang selalu ada. Jika yang lain hanya gemar menebar dusta, bisa kupastikan itu kamu yang paling setia. Terimakasih untuk tidak meninggalkan tempat ini. Selamat datang. Selamat menetap. Mari kita berbahagia.
- Riska Rosmana
Karena gue penting, karena cuman gue yang bisa perbaikin ini
Motivasi dari Teh Tri. Yang mau nolong kita siapa lagi selain diri kita sendiri.
Berjuang Sendiri
Kemarin.. Aku pikir, tak apa jika aku selalu menanti balasan pesan darimu. Aku pikir, tak apa jika aku selalu mencoba menghubungimu. Aku pikir, kamu terlalu sibuk untuk mempersiapkan masa depan kita.
Hari ini, akhirnya kau memberikan kabar. Sungguh ini bukan kabar yang aku harapkan. Katamu, aku harus melepaskan. Katamu, aku terlalu baik. Lalu perempuan seperti apa yang kau cari? Perempuan yang tidak baik? Katamu, kau tak pantas untukku. Katamu, aku berhak bahagia bersama dengan yang lain. Kau lupa, kau mati-matian mendekatiku. Kau lupa, aku mati-matian meyakinkan diriku untuk memilihmu.
Bodoh.
Dahulu, aku berjuang sendiri.
Pict Source : @aksarannyta
Mulai hari ini mari kita berbicara tentang mimpi..
[Bagian Pertama - Kegiatan Bapak]
Rumah kita, jauh dari hiruk pikuk kemacetan dan polusi udara. Mentari menyambut dengan kehangatan. Entah kopi atau teh yang lebih kamu suka, masih mengepul baru aku buatkan. Bersiap. Pergi ke sawah. Musim apakah ini? Bersiap. Pergi ke ladang. Apakah tikus-tikus itu masih berkeliaran? Bersiap. Pergi ke kolam. Semoga saluran air tidak terganggu. Bersiap. Pergi menemui kumpulan ayam, bebek, kambing dan sapi yang senang kau beri nama satu persatu.
Pertanyaan
pernah kau buat harap pada jemari yang kau genggam erat aku masih ingat rasaku kau sudah lupa karena kini jemari lain begitu dekat kalian berbahagia, selamat hari ini giliranku yang berbahagia melepaskanmu yang berdusta mempertahankan luka hanya sia-sia hati.. bukan begitu?
Pict Source : @aksarannyta
Dan kemarin aku bertemu dengannya, satu kata "berhenti". Bagian dari kalimat "Sudah saatnya berhenti, pada jari manis yang lain telah dia sematkan sebuah janji." Janji yang dulu menjadi milikku, tapi kini jadi milikmu. Berbahagialah, tak seperti aku, kamu berhasil membuatnya memilihmu.
Riska Rosmana
dua jenis cerita : cerita bahagia dan cerita sedih. keduanya kutulis untuk satu nama, kamu.
Riska Rosmana
hari ini aku benar-benar yakin bahwa kau tidak baik, kau yang menunjukkannya langsung didepan mataku. mengapa? mengapa kau memulai sesuatu yang jelas-jelas akan kau akhiri. mengapa? mengapa kau menancapkan belati begitu dalam pada ulu hatiku. aku terlalu polos untuk percaya kepadamu sebelumnya. ini menyedihkan melebihi apapun. sungguh. perlukah aku menghapus semua tulisan-tulisan indah tentang mimpi-mimpi kita? terlalu banyak, rasanya aku tak sanggup. aku harus apa sekarang? baiknya aku berkaca. ya.
Riska Rosmana Bekasi, 1 Juli 2017