Publikasi dari Masjid Salman ITB yang menarik, bikinan @kalengikansarden bukan nih? :D
Acquired Stardust
Claire Keane
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

tannertan36
hello vonnie

No title available

JVL
dirt enthusiast
Game of Thrones Daily

★
No title available
$LAYYYTER
Stranger Things
will byers stan first human second
noise dept.
Monterey Bay Aquarium
Misplaced Lens Cap

@theartofmadeline
Xuebing Du

if i look back, i am lost

seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from India
seen from Finland

seen from Singapore
seen from China
seen from Chile
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Brazil

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Spain
@rismalida
Publikasi dari Masjid Salman ITB yang menarik, bikinan @kalengikansarden bukan nih? :D
Menunggu adalah sebuah pekerjaan seni, seni dalam mengisi waktu menunggu dengan hal-hal besar.
KG (via kurniawangunadi)
Belum pernah ada yang berjuang sebagaimana kamu berjuang, semoga niatmu tetap terjaga pada tempat semua bermula.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Jangan berlomba-lomba mencari uang. Tapi berlomba-lombalah untuk ikhlas.
(via warnasephia)
Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 5) "Kunci Masuk Surga Serta Merupakan Sebab Ditambahnya Umur dan Rizki"
Kelima: Keridhoan orangtua adalah kunci masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda
رضى الرب في رضى الوالد وسخط الرب في سخط الوالد
((Keridhoan Allah berada pada keridhoan orangtua dan kemarahan Allah berada pada kemarahan orangtua))[1]
عن معاوية بن جاهمة السلمي أن جاهمة جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله أردت أن أغزو وقد جئت أستشيرك فقال هل لك من أم قال نعم قال فالزمها فإن الجنة تحت رجليها
Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami bahwasanya Jahimah datang kepada Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku hendak berjihad, aku menemuimu untuk meminta pendapatmu”.
Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam berkata, “Apakah engkau memiliki ibu?”, ia menjawab, “Iya”, Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam berkata, “Senantiasalah bersamanya, sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya”[2]
Maka hendaknya seorang anak berusaha untuk mencari keridhoan orangtua, menyenangkan hati orangtua, membuat mereka tersenyum dan tertawa. Sesungguhnya senyuman orangtua karena ridho terhadap anaknya meskipun nampaknya sepele namun ia bernilai besar di sisi Allah.
Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata,
جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت أبايعك على الهجرة وتركت أبوي يبكيان فقال ارجع عليهما فأضحكهما كما أبكيتهما
Datang seorang pria kepada Nabi shallallahu 'alihi wa sallam dan berkata, “Aku datang untuk membai’at engkau untuk berhijrah dan aku meninggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis”. Maka Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam berkata, “Kembalilah kepada kedua orangtuamu dan buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka berdua menangis”[3]
يا رسول الله إني جئت أريد الجهاد معك أبتغي وجه الله والدار الآخرة ولقد أتيت وإن والدي ليبكيان قال فارجع إليهما فأضحكهما كما أبكيتهما
Dalam riwayat Ibnu Majah ia berkata, “Wahai Rasulullah aku sesungguhnya datang (kepadamu) untuk berjihad bersamamu, aku menginginkan wajah Allah dan kampung akhirat, aku telah datang dan sesungguhnya kedua orangtuaku dalam keadaan menangis”,
maka Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam berkata, ((Kembalilah kepada kedua orangtuamu buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka berdua menangis))[4]
Keenam: Berbakti kepada orangtua memperlapang rizki dan menambah umur
Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam bersabda
من سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ له في رِزْقِهِ أو يُنْسَأَ له في أَثَرِهِ[5] فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
((Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya atau dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung tali hubungan keluarganya))[6]
Dan tidak diragukan lagi bahwa orangtua adalah orang yang paling berhak untuk disilaturahmi.
Berkata An-Nawawi, “((Dilapangkan rizkinya)), yaitu diluaskan dan diperbanyak rizkinya, dan dikatakan rizkinya diberi barokah (oleh Allah meskipun tidak bertambah)[7]
Berkata Ibnut Tin, ((Dzohir dari hadits ini bertentangan dengan firman Allah
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ
maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. 7:34, QS 16:61)
Dan jamak dari keduanya dari dua sisi
Yang pertama, bahwasanya tambahan ini adalah kinayah dari barokah pada umur disebabkan taufik (yang Allah berikan kepadanya) untuk (menjalankan) ketaatan dan mengisi waktunya dengan perkara-perkara yang bermanfaat baginya di dunia dan ia terjaga dari menghabiskan waktunya dengan sia-sia.
Dan ini sebagaimana datang dalam hadits bahwasanya Nabi shallallahu 'alihi wa sallam menganggap sedikit umur umatnya jika dibandingkan dengan usia umat-umat terdahulu maka Allahpun menganugerahkan kepadanya lailatul qodr.
Kesimpulannya yaitu bersilaturrahmi merupakan sebab untuk mendapatkan taufik (dari Allah) untuk bisa melaksanakan ketaatan dan terjaga dari kemaksiatan maka setelah meninggal ia tetap teringat dan disebut-sebut dengan sebutan yang baik sehingga seakan-akan ia belum meninggal.
Dan diantara hal-hal yang diperoleh dengan taufik Allah (akibat bersilaturahmi) adalah ilmu yang (ditinggalkannya yang) bermanfaat bagi orang-orang yang datang setelahnya, demikian juga sedekah jariyah dan anak yang sholeh…
Yang kedua, bahwasanya tambahan usia (umur) adalah tambahan yang hakiki dan hal ini disebut tambahan jika ditinjau dari sisi ilmu malaikat yang ditugaskan untuk mencatat umur (hamba). Adapun yang ditunjukkan oleh ayat di atas (tidak bertambahnya umur) yaitu jika ditinjau dari sisi ilmu Allah (yang tertulis di lauhil mauhfuz),
maka seakan-akan dikatakan kepada malaikat misalnya, “Sesungguhnya umur si fulan adalah seratus tahun jika ia menyambung silaturahmi, dan jika ia memutuskan silaturahmi maka umurnya enam puluh tahun”, dan hal ini semua telah diketahui oleh Allah bahwa apakah si fulan tersebut itu akhirnya menyambung silaturahmi atau memutuskan silaturahmi.
Apa yang terdapat pada ilmu Allah tidak akan dimajukan atau ditangguhkan, adapun yang ada pada ilmu malaikat itulah yang mungkin untuk ditambah dan dikurangi. Hal ini telah diisyaratkan oleh Allah dalam firmannya
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (QS. 13:39)
Maka penghapusan dan penetapan itu adalah jika ditinjau pada ilmu malaikat, adapun yang terdapat dalam lauhul mahfuz maka itulah yang terdapat dalam ilmu Allah maka sama sekali tidak ada penghapusan padanya)) [8]
Pendapat yang kedua inilah yang dipilih oleh Syaikh Al-Albani, beliau berkata, ((Dan makna hadits sesuai dengan dzohirnya yaitu bahwasanya Allah –dengan hikmahNya- menjadikan silaturahmi merupakan sebab syar’i untuk panjangnya umur sebagaimana juga akhlak yang baik dan bertetangga yang baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.
Hal ini tidaklah bertentangan dengan sesuatu yang telah diketahui bersama bahwa umur telah ditentukan (tidak berubah-rubah), karena ditentukannya umur itu ditinjau dari akhirnya. Hal ini sama persis dengan masalah kabahagiaan (di surga) atau kecelakaan (di neraka), keduanya telah ditentukan (tidak berubah-ubah) bagi masing-masing orang apakah celaka ataukah bahagia.
Dan merupakan hal yang pasti bahwasanya kebahagiaan dan kecelakaan terkait dengan sebab-sebab syar’i sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alihi wa sallam[9]
اعملوا فكل ميسر لما خلق له أما من كان من أهل السعادة فييسر لعمل أهل السعادة وأما من كان من أهل الشقاء فييسر لعمل أهل الشقاوة ثم قرأ فأما من أعطى واتقى وصدق بالحسنى الآية
“Beramallah maka masing-masing orang akan dimudahkan kepada apa yang telah digariskan untuknya, adapun barangsiapa yang termasuk orang-orang yang berbahagia maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan-amalan orang-orang yang berbahagia (penduduk surga),
dan adapun barangsiapa yang termasuk orang-orang yang celaka maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang celaka (penduduk neraka)”,
kemudian Nabi shallallahu 'alihi wa sallam membaca firman Allah
فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya (jalan) yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (QS. 92:5-10)))[10]
Bersambung…
Abu ‘Abdilmuhsin Firanda Andirja
Artikel: www.firanda.com
Catatan Kaki:
[1] HR At-Thirmidzi 4/310 no1899,dari hadits Ibnu Umar dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok 4/168 no 7249
[2] HR An-Nasai 6/11 no 3104, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Silsilah Ad-Dho’ifah 2/59 no 593)
[3] HR Abu Dawud 3/17 no 2528 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
[4] HR Ibnu Majah 2/930 no 2782 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
[5] Berkata Ibnu Hajr, “Atsar yaitu ajal, dan dinamakan ajal dengan atsar karena ajal mengikuti umur… dan asalnya diambil dari kalimat (أثر مشيه في الأرض) (bekas jalannya di atas tanah), karena orang yang telah meninggal tidak bisa lagi bergerak maka tidak ada bekas langkah kakinya di tanah” (Fathul Bari 10/416)
[6] HR Al-Bukhari 2/728 no 1961 bab من أحب البسط في الرزق, Muslim 4/1982 no 2557 dari hadits Anas bin Malik. Dan juga dari Abu Hurairah sebagaimana HR Al-Bukhari 5/2232 no 5639 bab من بسط له في الرزق بصلة الرحم
[7] Al-Minhaj 16/114
[8] Fathul Bari 10/416
[9] HR Al-Bukhari 4/1891, Muslim 4/2040
[10] Shahih Adabul Mufrod hal 50 sebagaimana dinukil oleh Abdullah bin Abdirrahman As-Sa’d dalam risalahnya “Birrul walidaini” hal 56
Source: http://www.firanda.com/index.php/artikel/adab-akhlaq/78-berbakti-kepada-orang-tua-bag-5-qkunci-masuk-surga-serta-merupakan-sebab-ditambahnya-umur-dan-rizkiq
Selasa Sore, 5 April 2016
BERSEDEKAH DENGAN SELURUH GAJI/PENGHASILAN TIAP BULAN
Permasalahannya hanya tinggal menghadirkan niat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَلَسْتَ تُنْفِقُ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى اللُّقْمَةِ تَجْعَلُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ
“Tidaklah engkau mengeluarkan biaya dengan mengharapkan wajah Allah kecuali engkau akan diberi ganjaran, bahkan sesuap makanan yang kau suapkan ke mulut istrimu” (HR Al-Bukhari no 56 dan Muslim no 1628)
Jika seseorang menghadirkan niat tatkala mengatur pengeluarannya, tatkala membelikan keperluan keluarga, keperluan sekolah anak-anak, bahkan menghadirkan niat tatkala membayar tagihan listriK atau membelikan pulsa buat istri, maka semuanya akan bernilai sedekah di sisi Allah…
Yang penting jangan lupa niat, perkaranya sepele akan tetapi sering terlalaikan…
Oleh: Ustadz Firanda Andirja, M.A.
Rabu Pagi, 6 April 2016
Seandainya dia tidak menanyakan kabarmu, bukan berarti kau tak diperhatikan. Permintaannya pada Tuhan, bukankah kau tak pernah tahu seperti apa? Barangkali, namamu disebutnya lebih dari satu kali.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
BALASAN TAK TERDUGA BAGI SI ZOLIM
Sebagaimana Allah memberikan rizki dan kemudahan bagi orang yang bertakwa dari arah yang tidak di sangka-sangka,
ternyata terkadang Allah membalas orang yang zolim dari arah yang tidak dia duga…
Lihatlah Fir'aun yang telah menutup seluruh pintu-pintu yang bisa membuka peluang keruntuhan tahtanya, iapun membunuh seluruh anak-anak yang dikhawatirkan akan meruntuhkan tahtanya di kemudian hari…
ternyata justru Fir'aunlah yang telah menyelamatkan si kecil/bayi Nabi Musa ‘alaihis salam, lalu merawatnya hingga dewasa, Fir'aun tidak menyadari bahwa justru dialah yang telah menyelamatkan dan memelihara di dalam istananya seseorang yang akan meruntuhkan tahtanya…
Allah berfirman :
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلا تَخَافِي وَلا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧)فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ
“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari Para rasul.
Maka dipungutlah ia (Nabi Musa) oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia (Nabi Musa akan) menjadi musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haamaan beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
Dan berkatalah isteri Fir'aun: ”(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.“ (QS Al-Qosos : 7-9)
Karenanya berhati-hatilah, jangan sampai kita menzolimi orang lain, apalagi merasa aman dari hukuman dan balasan Allah…
Sungguh gelapnya kezoliman dan balasannya akan menimpa pelaku kezoliman cepat atau lambat, bahkan bisa jadi dari arah yang tidak dia sangka-sangka…
Oleh: Ustadz Firanda Andirja, M.A.
Selasa Pagi, 22 Maret 2016
Menjadi generasi ummat terbaik memang sebuah takdir, tapi menjadi ummat yang senantiasa memperbaiki diri adalah pilihan. . . عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللّه عَنْه قال : قال النبيُّ صلى اللّه عليهِ و سلم، “يقول الله تعالى : أنا عِندَ ظَنِّ عَبْدِى بى، و أنا مَعَهُ إذا ذَكَرْنى. فإن ذَكَرْنى فى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فى نفسى، و إن ذكرنى فى مَلَإٍ ذكرته فى ملإٍ خيرٍ منهم، و إن تَقَرَّبَ إليَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إليه ذِرَاعاً، و إن تقرب إليَّ ذراعاً تقربت إليه بَاعاً، و إن أتانى يمشى أَتَيتُهُ هَرْوَلة.” . . Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata bahwa Nabi Shallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta'ala berfirman : Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingatKu di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik dari pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhari no. 6970 dan HR. Muslim no. 2675)
Kisaran, 23 Februari 2016 Lokasi : Masjid Agung Kisaran
bersujudlah jika lelahmu tak kunjung usai. mungkin Dia merindukanmu.
14-6-14 18:39 (via estehmanistanpagula)
Itulah yang aku butuhkan saat ini :)
7 Februari 2016, sejak tanggal ini, ada yang menggelitik di jari manisku. Benda itu melingkar cantik dan kokoh disana. Terima kasih atas hal istimewa ini. Semoga di penghujung tahun ini kita sudah terikat dalam janji suci pernikahan. Aamiin.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, sebab ia pun tahu angin tengah berusaha sebaik-sebaiknya menjalankan amanah dari Allah untuk mengantarkannya turun ke bumi. Bukankah catatan takdir ditulis Allah?
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ.. (الأنعام : ٥٩) . . “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).”
New favourite, Banda Neira :D
(via https://www.youtube.com/watch?v=o6U2RdPCi4Q)
Nikmati saja kopi pagi hari ini, sambil menyelesaikan beberapa tugas baru.
Sejauh apapun lelaki pergi, pasti ada satu wanita yang sanggup membuatnya kembali.
(via rabiatulbh)
He makes me happy even when he is incomplete.
Ika Natassa (via dwsrkh)