Ada jutaan alasan untuk bertahan di zona nyaman. Pilihlah jangan.

titsay
untitled

tannertan36
The Bowery Presents
Sade Olutola

pixel skylines
No title available
Interview Vampire Daily
RMH
taylor price
official daine visual archive
No title available
YOU ARE THE REASON
Lint Roller? I Barely Know Her
cherry valley forever
todays bird

oozey mess
EXPECTATIONS
Mike Driver
Game of Thrones Daily
seen from Türkiye

seen from New Caledonia
seen from Indonesia
seen from Brazil
seen from Thailand

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Chile
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Jordan
@riwayataksaraku
Ada jutaan alasan untuk bertahan di zona nyaman. Pilihlah jangan.
Thanks 2023!
Tahun dimana fase hidup yang luar biasa naik turun. Tapi sangat bikin bersyukur banyak-banyak atas semua yang sudah aku lewati selama satu tahun.
Semua atas kehendak Allah. Ada yang selaras dengan keinginan, meleset dikit, banyak, lebih, kurang. Bagaimanapun hasilnya, semua tidak akan sia-sia. Boleh jadi jika meleset, dalam ikhtiar perlu ditingkatkan. Boleh jadi jika selaras dengan keinginan, Allah ingin menunjukkan bahwa dalam perkara tersebut, Allah dan hambaNya sedang sepemikiran.
Tahun dimana full time menjadi budak corporate. Dengan segala tuntutan hidup di Ibukota, ekspektasi tinggi dari orang sekitar karena kerja di perusahaan yang ternama walaupun status OS, gaji gaseberapa dan murtad dari bidang keilmuan. Sejujurnya masih bingung karir ke depannya gimana. Tapi Alhamdulillah sangat bahagia karena berada di lingkungan yang sehat, atasan yang baik dan suportif. Harapannya semoga aku bisa tetep kerja dan kalau diizinkan dapet status organik atau dapet baru di Jawa Timur. Aamiin.
Tahun dimana cerita cinta sangat kompleks dan indah! Memiliki dan dimiliki oleh manusia yang super baik dan hangat. Mendampingi di segala mood dan sifat bocilku. Mewujudkan wishlist receh dan randomku. Semoga di tahun ini progress kisah cintaku bisa naik level. Tanpa halangan suatu hal apapun. Aamiin.
Tahun dimana kisah keluarga yang sangat tidak terduga. Musibah sana sini, tapi bahagianya juga banyak. Saling sayang, saling melengkapi, saling menguatkan. Tahun dimana resmi memutuskan balik ke tempat asal, karena ada tanah tapi gaboleh dijual sama sesepuh haha. Yaudah yang muda ngalah. Harapannya semoga bisa hidup damai sesuai rencana. Diberikan kesehatan dan rezeki yang cukup. Aamiin.
Dan untuk diriku sendiri. Terima kasih banyak sudah kuat. Semoga semakin menjadi penerang untuk sekitar. Hal-hal buruk dijauhkan. Dihilangkan sifat tercela yang bikin orang sakit hati. Yang paling penting, ibadahnya jangan ditinggalkan dan gak jadi sumbu pendek!
📍Ngk-Jkt, 010124
Semakin dewasa, semakin tak mau terlalu berekspektasi pada apapun. Sesuai Alhamdulillah. Tak sesuai, tak masalah. Terlalu lelah untuk mengobati kecewa yang timbul karena menaruh ekspektasi pada sesuatu.
Berikan waktu pada dirimu untuk beristirahat dari lelahnya dunia dan teman-temannya, agar hatimu sembuh, agar dirimu bisa berubah pada arah kebaikan, dan agar kamu lebih bisa mencintai dirimu sendiri. Berikan jeda.
Berikan jeda, untuk kesekian kalinya lagi.
Barangkali kamu sedang sakit, entah hati atau pun pikiran. Barangkali kamu sedang jenuh dengan ritme hari yang dilalui dengan begitu cepatnya tanpa pernah lagi kamu menikmatinya.
Berikan jeda, untuk kembali menata apa yang kurang dari hati ini. Barangkali sudah terlalu jauh dari Allah, cobalah mendekat, semampunya.
Berikan jeda, jangan lupa, ya.
@jndmmsyhd
Semakin sedikitnya doa yang kita ucap, pertanda semakin sedikitnya pula kita bergantung pada Tuhan. Biasakan berdoa pada semua kebutuhan, agar Tuhan sayang dan cinta. Bukankah seseorang yang cinta dan sayang itu pasti akan memberikan segalanya untuk yang dicintai? Apalagi Tuhan, pemilik dunia dan isinya.
@jndmmsyhd
Cerpen : Coba Kamu Katakan Ini Padanya
Kenapa sih kamu gak mikir dua kali buat maju kepadaku padahal kamunya masih mencari jati diri, belum kenal baik sama dirimu, malah datang melamarku, membuatku bingung. Kedatanganmu yang membuatku bingung adalah hal yang paling aku tak sukai darimu. Kutanya dengan jelas, tapi jawabanmu sangat abstrak. “Ya karena aku yakin,” katamu. Tapi keyakinanmu itu tidak bisa kamu jelaskan dalam tindakan yang menurutku tepat. Kamu bahkan masih bingung harus kemana setelah ini, masih meraba-raba akan menjadi apa dan seperti apa dirimu di masa yang akan datang. Kamu memang baik, tapi baik saja tidak cukup untuk menjadi modalmu mengatakan cinta.
Ditambah dengan ketidakbisaanmu untuk tegas kepada orang lain dan juga diri sendiri, itu membuatku semakin bingung karena kamu tak mau menghadapi masalah. Kalau bisa hidup tenang, ngapain melawan.
Sementara aku tak demikian. Aku hidup dalam trauma, sesuatu yang membuatku tersakiti ternyata adalah hal yang tak berani kamu hadapi. Dan aku semakin bingung di usiaku yang terus beranjak, kamu datang dengan keadaan yang demikian.
Kenapa harus sekarang?
Kamu baik, tapi kamu tak mampu membuatku tenang.
Bahkan sejak kedatanganmu. ©kurniawangunadi
Hidup di dunia tidak ada yang ideal untuk semua orang.
Jadi anak rantau emang ga mudah. Ga seperti di rumah. Mau makan tinggal ambil piring. Bahkan sering juga diambilin, tinggal makan. Alhamdulillah.
Jadi anak rantau mau ga mau harus mandiri. Apa-apa sendiri. Mencukupi kebutuhan sendiri. Mau minta tolong siapa lagi kalo bukan diri sendiri. Cape? Ya pasti. Mau ngeluh ke siapa lagi? Orang tua ya gamungkin. Bikin nambah fikiran dan kasihan liat anaknya kesusahan. Dahlah rasain sendiri.
Apalagi jadi anak rantau di kota besar. Ujiannya lebih banyak. Trial & error. Hati, fikiran, raga harus kompak. Lemah satu, ngaruh ke semuanya. Kuat-kuat diriku!
Aku nulis ini di malam ke-4 Ramadhan 1444H/2023
Feeling lonely. Kembali merasakan Ramadhan di rantau. Bedanya, yang sekarang semakin jauh.
Sebenernya udah ngebayangin ini dari lama, awalnya biasa, lama-lama meledak juga.
Qodarullah, gadapet awal Ramadhan lagi. Its okey, mentalnya udh kuat, krn udah terlatih di th lalu. Udah bikin banyak plan! Dan terealisasi kok. Ikut pesantren kilat di tiap ba'dha subuh, nargetin kegiatan" yang bisa kukerjain walaupun lagi tgl merah.
Kalo dulu pas kuliah, gapernah ngerasa sendiri banget. Di kampus banyak temen, di kos banyak temen. Di kontrakan banyak temen. Pas th lalu ramadhan di rumah juga walaupun ditinggal kerja dan sekolah, aku ada kegiatan bolak-balik pondok.
Per hari ini, 4 hari menetap di kos. Alhamdulillah ada ipad yg bikin agak happy. Tp tetep ngerasa kegiatannya itu" aja. Lama-lama bosen juga. Disaat yang lain menahan lapar gara" puasa, aku nahan sakit perut gara" itu haha. Sebenernya ada chat dari ortu, kamu, ataupun sahabatku. Tp kyk rasanya sama aja. Yang kuliat tiap hari cuma pinguin sama boba. Feeling lonely dan ngerasa waktunya lambat banget. Ga mengharapkan siapa-siapa sih, cuma lagi merenungi aja haha. Gamau ngerecokin ramadhannya orang". Biar pada fokus dan maksimalin momen Ramadhan ini.
Rasanya pengen skip hari minggu besok. Pengen cepet hari senin, trs kerja. Walaupun masih blm puasa, tp ga sepi" amat. Hari ini gabisa tidur krn ngerasa capek sendiri haha.
Dah gt aja ya!
Jkt | March 25, 2023
Helo
Ya Rabb, sekiranya jika aku tak pandai membaca "warna" orang lain, dan yang menjadi niatnya adalah hanya Engkau yang mengetahui, maka setidaknya jauhkan aku dari prasangka buruk.
Karena aku khawatir menjadi bagian dari orang-orang yang dzalim, sebab menilai buruk orang lain secara dzahirnya saja dengan "pisau perspektifku" sendiri, yang belum tentu benar dimataMu.
Jika engkau berada di posisi orang yang di prasangkai.. maka sikap yang sebaiknya dirimu lakukan adalah berusaha untuk introspeksi terlebih dulu, baru kemudian jika telah yakin bahwa ia telah salah paham tentang dirimu.. cukup katakan,
"Sesungguhnya aku tidak akan dihisab Allah Ta'ala karena prasangkamu, aku akan di adili oleh Rabb-ku karena kenyataan perbuatanku. Jika engkau keliru dalam menilaiku, semoga Allah Ta'ala mengampunimu. Maafkan jika sikapku telah membuatmu berprasangka, sebab aku tak ingin pulang membawa hati yang sebegitu cedera.."
“Menyukai bunga bukan berarti kamu harus mematahkan dan memisahkan ia dengan tangkainya, kamu masih memiliki pilihan untuk merawatnya hingga ia mekar dengan indah. Sama dengan bagaimana caramu menyukai seseorang, rawat jika bisa, tapi jika belum mampu, kamu bisa membiarkannya tanpa merusak.”
—
Urusan asmara itu tidaklah mudah, ada yang menyukai namun ia berani mematahkan bunga dari tangkainya, kemudian bunga itu menjadi layu karena tidak dirawat dengan baik, bunga itu dibiarkan begitu saja sampai layu, rusak dan mati.
Ada pula yang menyukai bunga, tapi sadar bahwa ia belum bisa membeli dan merawatnya, maka cukuplah ia melihatnya tanpa menyentuh dan mematahkannya. Sebab ia tahu, bunga itu jika dirawat dengan main-main hanya akan menjadikannya terbuang dengan sia-sia.
Dan ada juga seseorang yang ia akhirnya memilih untuk membeli atau meminta izin untuk membawa bunga itu pulang, ia merawat bunga itu dengan kesabaran dan penuh penghormatan, hingga bunga itu berbunga dengan sempurna dan indah di mata.
Benar, semua itu soal bagaimana menyikapi rasa. Yang dicari adalah keberkahannya, bukan sekedar nafsu saja.
Selamat memilih :’)
@jndmmsyhd
Kamu cantik, tolong dijaga.
Bahkan orang terdekat pun belum menjamin mampu menjagamu dengan baik, jadi jaga diri sendiri sebaik-baiknya.
Setiap orang punya energi. Seperti baterai HP yang lama kelamaan, kalau terus-terusan dipakai dia bakal habis.
Makanya butuh di recharge, untuk membuat energinya penuh seperti semula.
Seperti HP yang menjelang masa-masa kritis dengan sisa baterai 25% dia memberikan sinyal atau pertanda.
Nah, manusia juga sama. Menjelang energinya habis tubuh kita sebetulnya sudah memberikan pertanda.
Salah satunya emosi yang mudah tersambar, mudah marah dan uring-uringan. Yang lama kelamaan kalau dibiarin malah jadi melar ke orang lain.
Kita jadi marah-marah, padahal sebetulnya cuma capek aja. Kita butuh recharge dengan beristirahat, menyendiri, atau keluar mencari udara segar.
Tapi sayangnya kita sering engga peka sama badan sendiri. Capek tapi maksain.
Alhasil jadi jutek ke orang lain, balesin chat ketus, dan kita menjadi manusia kurang santuy di setiap pembahasan.
Orang lain bahasnya biasa, kita nanggepinnya serius. Mudah baper. Masalah kecil, jadi dibesar-besarin.
Padahal sepele, karena kita capek aja.
Kita semua pasti pernah denger. Kalau mau baterai HP awet, pas lagi ngechare jangan dipakai HPnya. Biarin aja. Bila perlu malah dimatikan.
Kita pun engga jauh beda, kalau udah kerasa emosi mulai naik, badan lelah dan gampang kesel. Bisa jadi itu adalah sebuah pertanda buat kita beristirahat.
Engga ada salahnya kok, minta waktu ke orang lain buat diri sendiri. Engga ada salahnya minta waktu ke mereka buat nunggu.
Sampai badai di dalam diri kita reda, dan kita sudah siap untuk kembali menjadi udara sejuk di setiap cerita.
—ibnufir
Gamau nulis yang sedih". Cukup mengingat momen" yang bikin bahagia aja. Intinya aku bersyukur banget. Masih dikabulkan doaku di Ramadhan tahun lalu yang narasinya aku berharap bisa ketemu sama Ramadhan lagi. Alhamdulillah ...
Masih dengan formasi lengkap, keluarga besar yang kompak, dan dapet personil baru yang jadi orang pertama alias satu"nya orang yang aku chat pas hari pertama lebaran wkwkwk. Semoga next gaperlu ngetik panjang, langsung salim aja haha. Soalnya emang udah berjalan beberapa Lebaran, sengaja pas malem takbir sampe hari pertama aku selalu ngilang dari dunia per sosmed an kecuali emang ada urusan penting pake banget yang mengharuskan aku respon.
Udah gaada pertanyaan smt berapa, kuliah dimana bcs udah lulus. Kalo dulu ceramahnya, gausah macem" fokus kuliah. Kalo sekarang gausah macem" fokus kerja. Kirain bakal dapet topik pertanyaan baru, ternyata sama aja haha
Its my circle.
Terimakasih atas semuanya Ya Allah
Teringat betul, malam terakhir itu sambil berkaca-kaca aku bernada kasar di depan kalian yang sedang menutup mata, kedinginan, tanpa alas kaki, dan saling sesenggukan. Peristiwa itu hanya buatan, aku masih memiliki hati yang luas untuk menerima pemakluman. Kalian adalah salah satu alasan kenapa aku tetap bertahan. Jika diperhitungkan, tidak banyak keuntungan yang aku dapatkan selain rasa tanggungjawab dan harapan mendengar kabar baik dari kalian. Sungguh, aku sangat menantikan.
Lagi-lagi, ini jalan yang aku pilih. Ini jalan yang sudah aku mulai dan harus aku kawal hingga selesai. Selalu ada kerikil yang menghadang minta disingkirkan. Selalu ada titik api yang minta segera dipadamkan. Berat memang. Hati, fikiran, jiwa raga semuanya dipertaruhkan. Bahkan seringkali menjadi penyebab terbatasnya silaturahmi antar personal.
Belum lagi hancurnya target pribadi. Terutama bertepatan dengan bulan Ramadhan yang seharusnya aku menyisihkan banyak waktu untuk menuntaskan, malah terpakai untuk memikirkan hal teknis yang harus segera diselesaikan. Ini resiko atas sebuah keputusan. Sudah terlalu lama aku tidur panjang. Ada yang harus diperbaiki. Ada yang harus dimulai dari awal lagi.
Cukup aku yang tau, bagaimana tentang ibadahku. Bagaimana tentang kondisi jiwa ragaku. Tak sedikit, yang beberapa kali menyampaikan kepadaku ; Jangan dipaksa, Matamu sayu, kalo capek istirahat, Ngeluh gapapa sampaikan aja, dll. Dariku, terimakasih atas segala effortnya. Itu semua urusanku. Endingnya, kembali ke pribadi masing-masing bagaimana cara untuk menyempatkan, memprioritaskan. Jika tidak bisa maksimal, setidaknya dapat seimbang dan tidak merugikan orang.
And today. Im done. Thanks for my self n all who hv supported.
Why the purpose
How the process
What the result