"Aku jatuh cinta pada tulisan mu"
Lalu segera ku cipta kodian puisi
Sebagai bara cintamu dari waktu ke waktu
Kemudian aku sadar bukanlah aku
Tulisanlah yang kau puja
Segera tega ku bakar sisanya
Maka patah lah engkau sebagaimana hatiku

tannertan36
KIROKAZE

PR's Tumblrdome
wallacepolsom
h
Cosmic Funnies
No title available
Three Goblin Art
Alisa U Zemlji Chuda

izzy's playlists!
YOU ARE THE REASON

祝日 / Permanent Vacation
Show & Tell
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
I'd rather be in outer space 🛸
TVSTRANGERTHINGS

Origami Around
No title available

No title available
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Israel
seen from China
seen from United Arab Emirates
seen from Colombia
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Hungary
seen from United States
seen from France

seen from Malaysia
seen from Argentina

seen from Brazil
seen from United States
seen from Malaysia
@rrwnote
"Aku jatuh cinta pada tulisan mu"
Lalu segera ku cipta kodian puisi
Sebagai bara cintamu dari waktu ke waktu
Kemudian aku sadar bukanlah aku
Tulisanlah yang kau puja
Segera tega ku bakar sisanya
Maka patah lah engkau sebagaimana hatiku
Dulu aku sangka, bila kita taat, Allah akan jauhkan kita dari ujian. Hakikatnya bukan itu janjiNya. Yang Allah janji, bila kita taat, Dia akan lapangkan dada kita untuk menerima takdir.
Akan ada hari kita patah, akan ada detik kita hampir putus asa.Tapi selama kita yakin Allah dekat, kita akan baik-baik saja,meski jalan keluar tak nampak di mata.
Dan kita hanya perlu belajar redha, usaha, dan tawakkal yang selebihnya, biarlah terserah kepada Allah.
Tidak ada keadaan yang menetap.
Yang menyenangkan akan selesai, yang melelahkan juga akan reda.
Hari ini tak ada puisi bersajak rindu
Pulanglah
Peluk dan pujilah pundakku
Telah ku ciptakan asamu dalam duniaku
Ibu...
Tidak apa-apa untuk menjadi sangat terlambat. Menjadi tertinggal dan terlupakan.
Atau bahkan dengan sadar melepaskan.
Dalam hidup ada kalanya kita dipaksa mengorbankan 'ingin' yang telah lama kita impikan.
"Tidak apa-apa" adalah pelipur jiwa. Dengan bumbu petuah bahwa ribuan yang hilang dulu pun sekarang tak terasa.
Maka konon inipun akan sama. Hilang, lupa, dan tak menyiksa.
Barangkali jika beruntung, kita bisa merengkuh senja bersama.
Apa yang kau percayai dari pujangga?
Diksinya bisa saja ia temukan di jajanan senja
Pun syairnya ia pungut dari sampah jalan
barangkali puisi indahnya dari tatapan malam
Apa yang kau percayai dari pujangga?
.
Ribuan kisah terlahir hambar
Lagu-lagu pun bernada sumbang
Duka masih tertawan
Memahat tangis di balik senja yang tenang
Tanda tangan luntur di halaman tua
Orang-orang lupa siapa, lupa mengapa
Cerita lenyap, menguap bersama angin
Namun bagi sang pujangga
Hadirnya masih terasa
Hilangnya menyisakan luka
Maka pada purnama yang sama
Di bawah denting waktu yang lirih
Biarlah bait ini berbisik
Menelusup pelan ke dalam hati
Agar kau tahu—
meski dunia berganti warna
ada yang masih di sini, menyulam rindu di ujung kata
Dan nanti, saat senja menyatu kembali
Akan terbuka gulungan hari-hari
Menceritakan hidup ini tanpa bayangmu
Dalam bahasa paling sunyi
Yang hanya dimengerti oleh sepasang mata
yang dulu menatap dengan cahaya
2 Juni 2025/6 Muharram 1447
“Aku hadir bukan untuk berharap, tapi untuk menghormati takdir—dan menghargai diriku sendiri.”
Ya Rahman
Sebagaimana air pada telaga, aku adalah tenang
Pun umpama badai di samudra, aku tak gentar
Aku adalah karang yang Kau cipta
Kuat menahan ombak dalam abad ke abad
Tapi~
Bukan yang lain
Orang-orang
Yang berisik berujar berkelakar
Maka ku rayu Kau dengan absurditas tulisan
Bahwa beri aku tenang tanpa beban
Juni menjadi bulan yang energinya hilang, meski sekedar bercakap-cakap ringan
Pada bulan juni, semesta memberikan alarm bahwa ada duka yang menjadi trauma
Bahkan meski akal telah lupa, Juni mengingatnya melalui rasa
Sebagai manusia aku sudah berusaha
Menurunkan ego
Menahan malu
Melawan rasa ingin
Jika bukan ibu yang membayang di mataku barangkali ribuan mil sudah ditepaki
Tapi, kami ditakdirkan menjadi manusia
Manusia serakah tanpa rasa bersalah
Manusia kufur tanpa rasa syukur
Manusia pelupa, tanpa rasa terimakasih
Tuli, betapa darah dan nanah menetes
Buta, betapa remuk hancur tubuh ini
Jika bukan Tuhan yang baik, maka tersesat dalam kematian adalah pilihan indah
Manusia memang begitu
Betapa ia di tolong, tapi melolong
Betapa ia dikasihi tapi menuding menampar tiada henti
Menjadikan seorang pendosa padahal suci
Aku, si bungsu yang ditinggal ibu.
Riuh itu akan kuhadirkan nanti,
di tempat yang paling indah, kita akan bercerita.
Tentang langkah yang telah kutempuh,
tentang kekuatan yang kusembunyikan,
dan kehancuran yang tak pernah benar-benar hilang.
Saat itu, kau akan tahu—betapa aku pernah kuat,
dan betapa aku pernah hancur.
Tak ada tanda,
tak ada bayang di cakrawala.
Namun suatu pagi yang tak diberi nama,
ia berdiri.
Pasir masih membakar,
langit masih menolak bicara,
tapi diam di dada telah berubah:
bukan beku,
melainkan padat dengan sesuatu
yang tak bisa tinggal lagi.
Ia melangkah
bukan karena tahu arah,
melainkan karena diam tak lagi rumah.
Setiap jejak tak ditinggal untuk ditemukan,
hanya sebagai kesaksian
bahwa pernah ada yang pergi,
tanpa dipanggil,
tanpa ditunggu,
hanya karena cahaya
tak harus datang dari luar.
Dan gurun—
biarlah tetap tanpa oase.
Ada perjalanan
yang tak butuh tujuan,
hanya keberanian
untuk tidak kembali.
Ada angin yang tak berdebu,
datang tanpa aba-aba,
menyentuh bukan kulit,
tapi sesuatu yang lebih dalam dari rasa.
Bukan kabar,
bukan kedatangan—
hanya bisik
yang tak berkata apa-apa,
namun ditangkap oleh sesuatu
yang telah lama diam.
Ia tidak bangkit,
tidak berseru.
Hanya satu hela nafas
lebih dalam dari sebelumnya,
seperti tanah yang tahu
akar akan tumbuh
sebelum benih jatuh.
Dan sejak saat itu,
sunyi tidak lagi berat—
sebab di dalamnya
ada sesuatu yang bergerak,
meski tak seorang pun tahu
ke mana.
Sebagaimana energi yang terpancar dari dirimu.
Yang membuat hal-hal berdatangan; jika lusuh yang lain lesu, pun jika menggebu yang lain bergemuruh.