Jules of Nature
ojovivo

JBB: An Artblog!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
almost home
One Nice Bug Per Day
Cosmic Funnies

if i look back, i am lost
i don't do bad sauce passes
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Cosimo Galluzzi

JVL
Claire Keane

No title available
TVSTRANGERTHINGS

Love Begins

Janaina Medeiros

tannertan36
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kaledo Art

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Japan
seen from United States
seen from Germany

seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from South Korea
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Tunisia

seen from Poland
seen from United States
seen from France
@rsn-syf
Mari berdamai dengan masa lalu untuk melihat indahnya masa depan dan betapa berharganya waktu yang kau miliki-berbakti.
Orang shalih itu,
Kalo meninggal,
Makin kebongkar semua kebaikannya,
Dia meninggal memeluk mushaf,
Setelah tilawah dan baca ma'tsurat pagi bersama umi abinya,
Kita yang mendengar kabarnya,
tercekat kagum,
Dan bertanya,
Dalam kondisi apa kita nanti berpulang?
Sekian banyak orang bersaksi atas keapikan pribadinya,
Uminya,
Gurunya,
Temannya,
Adek kelasnya,
Bahkan orang yang mungkin dia pun nggak kenal,
Semua orang bersaksi atas kebaikannya,
Lalu kita bertanya,
Akan dikenang seperti apa nanti jika kita berpulang?
Selamat kawan,
Terimakasih atas pengingat nya,
(semoga) kau sudah benar benar menjadi Pemuda Akhirat sekarang,
Seperti mimpi kau dan teman teman sekian tahun yang telah lewat,
10 Mei 2020, 17 Ramadhan 1441
Di tengah riuh suara tadarus atas momen Nuzulul Qur'an,
Jangan pernah bosan untuk mendo'akan Palestina.
#MenangkanAlQuds.
Meski kamu sudah memilih, tetapi tangan kita begitu lemah untuk menggenggam kepastian, mata kita begitu buram memandang masa depan
Dialah Allaah yang Maha Tahu segalanya, Ia akan memilihkan yang cocok dan terbaik untuk kita
Jangan lupa, terus berusaha, berdo'a dan tawakkal yaa 😊
S. E. M. A. N. G. A. T
"Saat busur telah digenggam, diangkat, ternyata tidak ringan, mulai bergetar, ragu, terganggu dengan tatapan, khawatir cedera, tidak sampai sasaran.
Getaran meningkat menjadi goyangan. Tarik nafas, tenangkan pikiran, buang jauh ambisi ingin beraksi. Diam tak ingin tergoda memburu. Tatap yang dituju, arahkan busur yang masih setia, tak memaksa.
Berawal berat, ternyata berkurang.
Ini bukan untuk dirasa....
Fokus saja dengan apa yang dicita maka beban itu menjadi sirna. Mundur setelah ancang, bukan jadi berjuang. Ini hanya sekedar mengumpulkan kekuatan yang lebih besar untuk selanjutnya meraih kemenangan. Kemenangan mengendalikan diri itu yang hakiki.
Melesat dan tertancap di titik pusat terhebat."
🎯
🎯
-Yes, I'am possible-
Manjadda wa jada
(Bunda Yes)
(I'm verry well)
٧ رجب ١٤٤١
"Kereta terus berjalan membawa seribu kisah hidup para penumpangnya. Ada yang bahagia, ada yang sedang berduka. Ada yang dadanya dipenuhi kemantapan, dan ada yang berisi kebimbangan. Kereta terus berjalan tak peduli apa, yang sedang terjadi dalam jiwa para penumpangnya. Kereta hanya mengantarkan sampai pada stasiun tujuan, perjalanan selanjutnya para penumpangnyalah yang memutuskan."
-Dalam Bait Bumi Cinta
Mari Menjelajah Belahan Bumi Allaah, Bersama Menebar Kebermanfaatan!
٤ رجب ١٤٤١
Dalam kitab berjudul "Nahwal Ma'ali" yang ditulis dengan bahasa yang indah oleh Syaikh Muhammad Ahmad Al Rasyid.
Ada sebuah sajak yang indah di sana:
"Kuatkan Ikatan Tekad
Angkat Tinggi-Tinggi Bendera Harapan
Berjalanlah Menuju Allah Dengan Sungguh-Sungguh, Tanpa Lelah
Jika Rasa Lemah Menyerangmu, Isi Jiwamu Dengan Kekuatan Al-Quran
Libas Nafsumu, Jangan Kasih Ampun
Nafsu Selalu Mengajakmu Menuju Kebinasaan"
"Haru itu, menghipnotis kesadaran dan menimbulkan getaran ajaib yang sulit kujabarkan."
-Perjalanan Pembuktian Cinta
"Tidak perlu jadi Feminis untuk memperjuangkan Perempuan,
Cukup jadi Muslimah Sejati."
- Reviana Revitasari (Kabid. Pemberdayaan Perempuan KAMMI Pusat 2017-2019)
Dan tolong jangan semakin dikerdilkan makna muslimah hanya sebatas ibadah dll yang cukup sempit maknanya.. 😊
Untukku, suatu hari nanti.
Semakin kau mendewasa, maka engkau pun akan semakin paham. Bahwa orang-orang di sekelilingmu juga tidak jauh berbeda.
Tangan yang dahulunya kerap saling menggenggam, mungkin kini telah jauh membentang. Tidak apa dan tidak ada yang harus disalahkan, semua memang harus seperti itu. Karena semakin bertambahnya usia, maka semakin kuat seseorang menjalani peran.
Seseorang dengan pekerjaan dan tuntutannya, seorang pelajar dengan tugas-tugasnya, dan.. seorang istri maupun suami dengan kewajiban masing-masing terhadap pasangannya. Barangkali.. sampai sini, minimal kita harus memahaminya. :’)
Karena sungguh, memaklumi keadaan masing-masing adalah satu-satunya cara untuk dapat menerima. Menerima, bahwa ketika kau benar-benar membutuhkannya namun saat itu juga seseorang yang kau butuhkan—dengan bukan karena keinginannya—ia tak dapat disana. Atau ketika kau sekedar ingin ia lebih dulu menyapamu, karena beberapa kesibukan yang tidak ia katakan, ternyata ia tidak juga memenuhi ekspektasimu. Maka sekali lagi, prasangka baikmu akan mengalahkan rasa kecewamu.
Percayalah, mereka bukan tidak menganggapmu. Bukan juga sudah melupakanmu. Mungkin, hanya karena kita tidak berada di posisinya saja, sehingga penjelasan seperti apapun—jika kita tidak memakluminya, maka sedetail apapun itu, kita tidak akan bisa menerima. Maka berprasangka baiklah. Berilah mereka, orang-orang yang berharga dalam hidupmu sebuah udzur. In syaa Allah, dengan begitu kau tidak akan kehilangan mereka dalam hatimu, meski seorangpun.. :)
Menulisnya, untuk kubaca suatu hari nanti. In syaa Allah..
***
Langit bekasi, 2020
—aviliaarmiani
Terimakasih, untuk kalian yang hingga detik ini masih mau memberikan sebuah penerimaan yang tulus.. :’) Karena kita tahu, bahwa penerimaan—adalah hal sederhana yang sulit didapatkan, kecuali dari mereka yang berjiwa lapang. Tetaplah membersamai, meski dalam do’a-do’a yang sunyi.
Kalian... adalah karunia-Nya yang senantiasa ku syukuri.
“Dibalik Lelaki Hebat”
—
Hampir semua tahu, namun hanya sebagian yang menyadari bahwa ada sebuah peran penting dibalik “kesuksesan” seorang laki-laki, ialah doa ibu yang tidak ada putusnya.
Perempuan tegar yang dengan tangan lembutnya mampu mendidik bayi-bayi mungil yang tumbuh menjadi bayi-bayi raksasa ehh maksudnya orang-orang besar :p
Bukan hanya ibu, tapi juga perempuan-perempuan yang menjadi supporter utama yang cerdas dalam membantu menyelesaikan masalah.
Mari kita tengok sedikit kisah Nabi Musa. Bukan hanya ibu hebat yang melahirkan dan mendidik Musa, tapi coba kita sorot kakak perempuannya.
Buka Al-Qur'an surat Al-Qasas ayat 11.
Saat Nabi Musa dihanyutkan, ibunya memberikan instruksi kepada anak perempuannya (saudara perempuan Musa), untuk mengikuti Musa.
Tampak sederhana bukan? Namun, dengan instruksi sesederhana itu hanya 2 kata saja untuk anak perempuan (kalo gasalah 13 tahun), ikutilah dia (Musa), dia berhasil mengolahnya dengan sangat cerdas.
1. Tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa tanya-tanya lagi.
2. Ia mengikuti dari jarak yang tidak terlalu dekat tapi begitu lekat dalam penglihatannya. Mengapa? Karena jika ketahuan, pasti Musa termasuk yang akan dibunuh.
3. Lihat ayat selanjutnya, ia berhasil berbicara pada kerajaan Fir'aun dan mengangkat derajat keluarganya. Sedang jika dibayangkan, bagaimana mungkin seorang dapat memelihara musuh utamanya?
Tapi dengan kecerdasaan saudara perempuannya itu, Musa bisa tumbuh dalam lingkungan yang baik dan menjadi penyeru pembela agama Allah.
Adakah kita telah menjadi atau mempersiapkan diri menjadi perempuan di balik lelaki yang hebat?
Waallahu a'lam
Regards, Yang sedang berusaha
(via atifadhilah)
“Mas, aku pernah dikasih tahu, katanya seorang perempuan itu nanti di akhirat akan menjadi tanggungan 4 laki-laki. Ayahnya, suaminya, saudara laki-lakinya dan anak laki-lakinya.”
“Mas, doain aku ya biar jadi anak sholihah. Biar aku kelak bisa meringankan beban Mas sama Bapak, ga nambahin beban Mas sama Bapak di akhirat kelak”
—
“Aamiin” balasmu singkat saat ku kirimkan pesan ini padamu, bertahun-tahun yang lalu :“”
Mas, kangen ❤️
Maha Baik Allaah yang telah menakdirkan aku menjadi adik perempuan pertamamu, tumbuh bersamamu, melihat kedewasaanmu dan menyaksikan besarnya tanggung jawabmu pada keluarga juga adik-adik perempuanmu 💙
Semoga Allaah senantiasa menjagamu dalam keimanan pada Nya, dan semoga dengan Rahmat Nya, Ia perkenankan kita bersaudara kembali di jannah Nya kelak, aamiin :“”
Aku sedang berusaha, agar tak menjadi beban bagi mereka dan meringankan beban mereka di dunia dan di akhirat kelak
DOA PENERANG JIWA
“Ya Allah, Engkaulah yang menerbitkan cahaya didalam hati para wali-Mu sehingga mereka mengenal-Mu dan mentauhidkan-Mu. Engkau pula yang menghilangkan kotoran dunia dari hati para pecinta-Mu sehingga mereka tidak suka kepada selain-Mu dan tidak bersandar kepada selain-Mu. Engkaulah yang menggembirakan hati mereka ketika mereka merasa jemu dari semua makhluk-Mu. Engkau pula yang memberi hidayah kepada mereka sehingga bagi mereka teranglah tanda-tanda jalan kebenaran.
Ya Rabb, apa gerangan yang didapat oleh orang yang kehilangan Engkau, dan apa yang dirasa kurang oleh orang yang telah mendapatkan Engkau? Sungguh kecewa orang yang puas dengan sesuatu selain-Mu. Sungguh rugi orang yang ingin berpindah dari sisi-Mu.
Ya Rabb, bagaimana akan diharapkan sesuatu selain Engkau, padahal Engkau tidak pernah berhenti memberi kebaikan. Bagaimana pula akan diminta kepada selain Engkau, sedangkan Engkau tidak pernah mengubah kebiasaan-Mu memberi karunia dan rahmat.
Wahai Engkau yang memberi rasa manisnya rahmat dan keramahan kepada kekasih-kekasih-Nya sehingga mereka selalu tegak berdiri didepan-Nya dalam suka cita. Wahai Engkau yang memakaikan pada para wali-Nya pakaian kehebatan sehingga mereka menjadi mulia dengan kemuliaan-Nya.
Ya Allah, dekatkanlah aku kepada-Mu dengan rahmat-Mu supaya aku segera sampai kepada-Mu. Tariklah aku dengan karunia-Mu sehingga aku menghadap kepada diri-Mu semata.”
( Al-Imam Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Al-Imam Abdullah Asy-Syarqawi )