aku ada. aku masih ada. aku selalu ada..
selamat ulang tahun kembali, renjana🥀
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
cherry valley forever
styofa doing anything
No title available
wallacepolsom

titsay

JVL

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda

No title available
Misplaced Lens Cap
RMH

祝日 / Permanent Vacation

Andulka
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
we're not kids anymore.
Sweet Seals For You, Always

Product Placement
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Australia
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@ruangelap
aku ada. aku masih ada. aku selalu ada..
selamat ulang tahun kembali, renjana🥀
Ada perempuan yang tidak pernah benar-benar sembuh.
Ia hanya belajar terlihat baik-baik saja agar dunia tidak semakin gaduh di atas kepalanya.
Ia menelan kecewa seperti menelan obat pahit: perlahan, diam, lalu pura-pura tidak terjadi apa-apa.
Padahal setiap malam, ia masih merapikan hatinya yang berantakan sendirian.
Dan anehnya, perempuan seperti itu justru terlihat paling indah.
Karena setelah dihancurkan berkali-kali, ia masih bisa tertawa kecil dan tetap lembut kepada dunia yang pernah membuatnya patah.
Written by Aftansa
Kita semua pernah menjadi orang— yang tidak dilihat balik yang tidak ditepati janjinya yang tidak cukup untuk dipilih yang tidak disisakan tempat untuk tinggal Dan mungkin, di tengah segala yang tidak itu, kita belajar satu hal: mencintai bukan tentang memiliki, tapi tentang mengalami— berulang kali.
Maka jika kelak kita harus berjalan ke arah berbeda, semoga tidak ada yang saling menyalahkan. Semoga setiap dari kita menemukan jalannya sendiri, menuju muara yang memang ditakdirkan. Dan semoga... tidak ada lagi perasaan yang tersesat, di hubungan yang bahkan tidak pernah diberi nama.
Sebab sering kali yang paling mudah menghakimi, adalah yang paling sedikit mengerti.
Do'a Hari Senin, 3 Syawwal 2026 (23 Maret)
اللهم اشرح صدورنا، وأزل همومنا، وأرح قلوبنا، ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به.
Ya Tuhan, lapangkanlah dada kami, hilangkanlah kekhawatiran kami, tenangkanlah hati kami, dan janganlah Engkau bebankan kepada kami apa yang tidak mampu kami tanggung.
Aamiin 🤲🏻
Kau; Adalah yang terbaik, yang tak pernah kumiliki.
Allaah, jika aku terlalu lelah dengan dunia ini sampai-sampai rasanya begitu sempit dan lelahnya untuk sekadar mengatakan apa yang ku mau. Maka gantilah setiap tangisan yang didalamnya terdapat banyak sekali pinta. Yang dalam tangisan tersebut terkadang sulit sekali untuk mengungkapkannya. Mulutku terlalu lelah untuk mengatakan. Dan pada akhirnya tangisan adalah pemenangnya.
Allaah, tidak ada takdir yang salah. aku saja yang tak paham atas semua ini. Maka bantu aku untuk ikhlas. Sebab nyatanya setiap kali aku mencoba, hatiku terasa sulit sekali untuk tunduk dan terdidik. Apalah arti semua amarahku atas takdirMu. Hal itu tak akan mengubah apapun. Jalan terbaik untuk berdamai berdampingan adalah dengan terus belajar ikhlas sekalipun berkali-kali terdidik dengan tangisan.
Tak Terungkap
Tau apa yang membuat dada sesak? Bukan sekadar cinta yang tumbuh diam-diam, tapi waktu yang tak berpihak, dan hati yang enggan ditebang meski tahu tak pantas berkembang.
Tau apa yang membuat luka jadi dalam? Bukan hanya harap yang menggantung di ujung angin, tapi logika yang berkata, “jangan,” sementara jiwa tetap menunggu, seolah tak punya pilihan lain.
Tau apa yang membuat langkah goyah? Ketika kamu tahu arah tak menuju pelukan, tetapi tetap berjalan, dengan mata tertutup dan doa yang kau bisikkan sendirian.
Tau apa yang paling meluluhkan? Bukan kehilangan, tapi pengingkaran yang kau simpan rapat-rapat, padahal kamu tahu, kamu memang tak pernah siap.
Bukan kehilangan yang paling menghantam, tapi menyadari apa yang kamu tunggu sepenuh harap, ternyata tak pernah benar-benar kau izinkan singgah.
Kamu sudah mengetahuinya, tapi berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Lima atau sepuluh tahun lagi, apakah kita akan tetap bersama? Apakah kita masih akan melakukan hal-hal yang kini kita lakukan? Masihkah kita saling memperhatikan? Masihkah kita takut untuk kehilangan. Bila aku sedih, masihkah kau bersedia menjadi penghibur? Bila aku terlambat datang, masihkah gusar dan mencemaskan? Apakah semua yang terasa indah hari ini masih bisa kita lalui? Masihkah kau menjadi seseorang yang menemaniku menyelesaikan banyak masalah? Lima atau sepuluh tahun lagi, apakah kau akan mengucapkan perasaan-perasaan yang sama dengan hari ini?Apakah saat waktu mengubah raut wajah kita, perasaan sayang itu ikut berubah juga?
–boycandra
diantara permainan dunia. Jatuh cinta denganmu adalah permainan paling beresiko namun paling berani aku ambil. disela-sela waktu yang sibuk, aku masih memiliki waktu untuk menjadi gila karena memikirkanmu.
kita selalu punya batas waktu, namun saat ku tertunduk membelaimu semuanya menjadi tidak terbatas. jika mencintaimu adalah kebodohan maka biarlah aku menjadi bodoh dari segala hal yang kulakukan, agar tidak ada jawaban yang benar selain aku mencintaimu.
sebab aku berhutang banyak pada ketulusanmu, pada jiwamu, pada sepasang mata yang selalu mengerti aku.
pahamilah bahwa cintaku tidak pernah sembarangan. seandainya waktu adalah kesunyian maka aku akan berjalan tanpa rasa takut jika diujung sunyi aku menemukanmu.
karena itu aku tidak ingin ditamatkan dalam setiap perjalanan hidupmu.
selama aku ada, kamu tidak akan pernah kehilangan orang yang rela menjual jiwanya, menaruhkan hidupnya, menampar orang-orang yang menghakimi mu. selama aku ada, kamu tidak akan kehilangan orang yang mencintaimu lebih dari apapun. selama aku ada, kamu selalu punya tempat pulang.
maka cobalah cari diriku pada orang lain, jika kamu tidak gila maka cintaku keliru.
Kita semua pernah menjadi orang— yang tidak dilihat balik yang tidak ditepati janjinya yang tidak cukup untuk dipilih yang tidak disisakan tempat untuk tinggal Dan mungkin, di tengah segala yang tidak itu, kita belajar satu hal: mencintai bukan tentang memiliki, tapi tentang mengalami— berulang kali.
There is a great pain inside me that I did not tell anyone about and words of sadness that I did not utter; successive disappointments that no one knew about and moments of crying that I hid with my smile. In my heart there is darkness that will never light up.
Somedays I want to pull my heart out of my chest just so I can stop feeling this way.
Cinta kita adalah pilihan yang terlewatkan, tapi itu adalah pelajaran yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku mencintaimu, tapi aku tahu, cinta yang terbaik adalah ketika kita mampu memilih untuk saling merelakan.
Mungkin bukan saat ini, atau mungkin memang tidak akan pernah ada kita yang utuh. Tapi, aku percaya, pilihan yang terbaik selalu membawa kita ke tempat yang lebih baik, meski kita harus menghadapinya sendirian.
Biarkan mereka terus menerka isi ataupun latar belakang rasa dari tulisan-tulisanmu. Tidak peduli anggapan benar atau salah mereka, tetaplah menulis.