Malam ini membaca lagi sampai habis tulisan-tulisan lama sekitar 4-5 tahun yang lalu.
Menyenangkan mengetahui diri sendiri sudah berjalan lebih jauh menuju sesuatu.
RMH
art blog(derogatory)
todays bird
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
he wasn't even looking at me and he found me
cherry valley forever
One Nice Bug Per Day
h
$LAYYYTER

Product Placement

titsay

oozey mess

shark vs the universe
Not today Justin
Jules of Nature
Three Goblin Art
wallacepolsom

祝日 / Permanent Vacation
Sade Olutola

izzy's playlists!

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Argentina
seen from Malaysia

seen from Peru
seen from United States
@ruangnyaaul
Malam ini membaca lagi sampai habis tulisan-tulisan lama sekitar 4-5 tahun yang lalu.
Menyenangkan mengetahui diri sendiri sudah berjalan lebih jauh menuju sesuatu.
barangkali langkah-langkah panjang setengah berlari, atau lelah yang ditahan, atau kuyup kehujanan, atau senyum pada foto album kenangan, atau bau harum sarapan, atau rebah di tengah malam, atau kicau burung di taman seberang, atau setiap isi kepalamu yang tidak pernah benar benar dikeluarkan;
pada 365 hari perjalanan penuh pelajaran, beberapa memaksa kita menyemai hal hal baru, beberapa sisanya memberi kesempatan kita menuai hal hal baik. anak manusia hanya berencana, anak manusia hanya berencana. sedikit berusaha dan memasrahkan sisanya. perkara hasil memang bukan bagian kita.
sedikit terkejut, namun perlu banyak syukurnya. mari merayakan setiap yang bertahan, menghargai setiap yang sungguh, mendekap erat setiap yang membersamai.
barangkali tidak perlu menunggu jadi puisi sempurna. untuk 2022, terima kasih sudah mengajarkan tumbuh menjadi teduh dalam semua riuh🌻
untuk semua anak pertama,
untuk semua anak pertama, terimakasih sudah jadi manusia yang kuat pundaknya dan lapang hatinya, ya. bolehjadi kamu sering menangis diam-diam tapi segan mengutarakan. barangkali kamu penuh dengan kerisauan tapi tidak tau kemana harus menceritakan.
gapapa,
semoga kamu bisa jadi rumah untuk dirimu sendiri, ya. semoga kebahagiaan keluargamu jadi keberkahan untukmu menggapai dunia akhirat, aamiin🤍
akhirnya, kita akan paham kalau kita akan menjalani hidup kita sendiri. mau orang lain suka atau tidak, mau orang lain dukung atau tidak, mau orang lain peduli atau tidak, yang akan menanggung konsekuensinya adalah kita. kita yang akan merasakan bahagia dan kita juga yang akan sengsara; terlepas dari kehadiran dan pendapat orang lain. jadi, yang penting adalah kita terus berusaha. yang penting, kita ga nyerah. orang lain juga punya kehidupan mereka masing-masing. satu dunia boleh gasuka & ga dukung & punya opini yang ga mengenakkan, tapi yang penting Allah suka & dukung & baik menurut-Nya.
Diantara beberapa persimpangan,
Semakin dewasa membuat tiap jiwa semakin sadar akan adanya begitu banyak persimpangan di perjalanan. Bahkan beberapa diantaranya boleh jadi belum kita sadari saat ini. mungkin esok, atau lusa.
Tidak semua orang melangkah kepada ujung yang sama. Rasanya sedikit menyebalkan, namun begitulah realita. Yang satu tujuan saja pun, belum tentu juga akan bersama.
Pada beberapa persimpangan itu, satu dua berhasil mengambil pelajaran. satu dua lainnya mendapat pengalaman. satu dua menjadi teman, satu dua sisanya ada yang masih berjuang menerima kenyataan. persimpangan-persimpangan itu benar-benar menyimpan banyak hal.
Perjalanan masih jauh dan tidak ada yang tau siapa yang sungguh-sungguh satu tujuan. Tapi kata sebuah buku, orang-orang satu tujuan pasti akan bertemu di perjalanan.
Jadi mari terus berjalan dan memastikan tujuanmu benar untuk kebaikan, ya🌻
malam ini overthinking banget sama pertanyaan-pertanyaan seputar masa depan. gapapa, mari merapal doa banyak banyak
Inhale Exhale Pejamkan mata, tarik semua apa yang dipikirkan ke dalam diri. Pusatkan semuanya di diri sendiri. Kemudian lihat ke diri sendiri, beri empati pada perjuangannya selama ini, hargai semua hal besar dan hal kecil yang sudah dicapai dan dikorbankan, peluk hangat mimpi-mimpinya, dan beri ruang untuk kegelisahan serta kekhawatirannya. Pejamkan mata, dengarnya suara di sekitar kemudian abaikan. Dengarkan suara detak jantung dan suara hatinya. Dengarkan tanpa membantahnya, tanpa menyangkalnya, tanpa berusaha membohongi kata hatinya. Karena sudah terlalu lama dirimu mendengarkan orang lain, tidak pernah mendengarkan dirimu sendiri.
Siapa yang tak tersindir dengan kalimat Abdullah bin Mas'ud ini?
"Aku benci melihat ada orang yang sama sekali tidak punya kesibukan apa-apa; baik kepentingan dunia ataupun akhiratnya..." (Hilyatul Auliya)
Kita biasanya ada di kondisi ini kalau sedang main gadget di waktu luang...
Itu mungkin adalah kita ketika sedang di 'waktu antara', antara rumah ke kantor, antara kos-kosan ke kampus, antara selesai dari kamar mandi ke waktu tidur. Ada kalanya kita membisu tanpa pikiran, diam tanpa ada yang direnungkan.
Jari kita menggeser layar, mata kita menyipit.
Salah satu waktu yang banyak dibuang adalah "Al Auqat Al bainiyyah" ini, waktu-waktu antara satu aktivitas ke aktivitas lain.
Seorang teman juga pernah bilang, "orang Jabodetabek mah umurnya habis di jalan bang", sebagai gambaran betapa lamanya kita terjebak di waktu antara ini.
Maka, ini saran sederhana: berikan diri kita satu daftar berisi apa yang bisa dilakukan ketika "waktu antara" ini. Bisa dengan dengar kajian di Spotify, menulis ide di notes, atau paling tidak menebak Katla. Hehe.
Akan lebih baik kalau punya manfaat buat dunia atau akhirat kita.
Dan mengapa menata waktu menjadi sangat penting?
Al Qur'an yang kita baca akan menyampaikan pada satu simpulan: berkali-kali kita baca firman Allah yang bersumpah menggunakan waktu; Wal Ashr, Wad Dhuha, Wal Lail.
Tandanya, waktu sangat penting. Allah bersumpah dengannya.
teruntuk anak-anak tangga menuju dewasa: terima kasih untuk setiap lelah letih yang kadang membuat rebah rubuh. apapun yang dilalui esok, semoga tetap teduh teguh, aamiin.
untuk adik-adikku yang mau menikah:
cinta itu diperjuangkan berdua. perjuangannya tidak berhenti saat ijab kabul, justru baru dimulai saat itu. jangan mau menjadi satu-satunya pihak yang berjuang. mungkin awalnya kamu akan bilang tidak apa-apa, tak masalah. kamu akan bilang kamu senang menjadi yang mencintai, yang mengasihi.
pada satu titik kamu akan lelah dek. sebab mencintai itu membahagiakan, mengasihi itu menyenangkan. tapi menunggu itu tidak. sementara, menunggu itu bagian yang besar dari perjuangan cinta.
menunggu seseorangmu mencintaimu dan mengasihimu dengan cara yang sama. menunggu seseorangmu menceritakan cerita kesehariannya kepadamu. menunggu seseorangmu melibatkanmu dalam seluruh bagian hidupnya. atau, sekadar menunggunya memberi kabar. kalau kamu berjuang sendirian, kamu akan terus-terusan menunggu.
ciri-ciri cinta yang diperjuangkan berdua adalah kamu dan seseorangmu sama-sama tidak ingin membiarkan yang lainnya menunggu. kalaupun terpaksa, kamu dan seseorangmu akan sama-sama memberi kabar untuk saling melegakan.
jika kamu sudah terlalu lama terus menunggu tanpa kabar, saranku, coba renungkan ulang. jangan mau menjadi pihak yang berjuang sendirian.
dibaca untuk besok,
Untuk lebaran.
semoga tulisan ini bisa dibaca saat besok aku dewasa, saat kemudian aku sudah berkeluarga, saat sudah beranak dua, tiga, dan seterusnya:
mari bersepakat bahwa lebaran adalah tentang kebersamaan. mari menurunkan ego dan mengesampingkan gengsi. mari saling menjaga hati dan menghargai. jaga momentum ini sama-sama, ya🤗
Sedih sekali kalau kita terlampau sibuk diluaran sana sampai lupa tidak meluangkan waktu duduk mengobrol sederhana tentang hal-hal tidak penting bersama orang paling penting.
Semoga selalu ada ruang untuk berbagi dengan siapapun yang sedang ingin kau peluk erat, ya🤍
pada beberapa perjalanan,
ternyata merayakan bahagia cukup dengan menerima. alih-alih berjuang sekuat tenaga, menjadi bijaksana berarti membuka mata lebih lebar tentang satu dua yang memang tidak mungkin. memang ada yang seperti itu.
ternyata merayakan bahagia cukup dengan menerima. menerima bahwa terkadang kita bosan, terkadang kita ragu-ragu, terkadang kita butuh waktu untuk meneruskan atau menghentikan laju.
apapun yang terjadi,
pulanglah. pada dirimu sendiri— setidaknya.
Kita cuma butuh teman untuk bercerita apa saja. Kita butuh pulang dimana bisa leluasa bercengkrama. Dan tertawa. Dan menangis. Dan meminta pelukan hangat. Dan secangkir kopi pahit. Dan mengejek hujan yang tidak kunjung reda.
Diluar terlalu riuh, terlalu ramai. Dan kita butuh rumah.
semoga kita tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang menyebalkan. yang menganggap selain urusannya adalah tidak penting.
semoga kita tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang merasa paling sibuk sedunia. padahal tiap hari kita ini ya begini-begini saja.
mari tumbuh menua tapi tetap penuh bahagia. bersama.
Menerima se-apa adanya barangkali jadi perihal paling mahal
terlampau banyak muslihat singgah dan pergi, dan terlalu sering setiap diri jadi berpura-pura untuk urusan itu-itu saja.
Ya, meskipun selalu ada itu tidak ada, kabar baiknya masih ada yang rela mendengarkan tiap kesah dan memeluk tiap kisah. tentu saja dengan hangat.
Menerima se-apa adanya barangkali jadi perihal paling mahal. Di depan satu sama lain, kita tidak perlu berpura-pura, ya.
Untuk, Kepada
Pada akhirnya ini semua hanyalah tentang batas masa. Sejak kecil kita ingin tumbuh mempesona. Berusaha untuk menjadi cemerlang, untuk merepresentasikan banyak gemerlap lain yang disebut pencapaian.
Makin dewasa, kepada nyata ternyata kita dihadapkan. Kepada setiap adanya, kepada setiap seutuhnya, kepada setiap yang siap belajar bersama dan menerima ternyata kita ada berlabuh.
Untuk setiap perjalanan, kepada seluruh pelajaran. Selamat bertumbuh dan meneduhkan🌻