Lalu, apalagi yang kau tunggu selain pamit dan sudah?
Dari sekian banyak misteri yang ingin ku ketahui, kamu salah satu diantaranya, jangan tanyakan alasannya karena akupun tak punya jawaban pasti untuk itu. Hariku berlalu, harimupun begitu.
Kita ada tanpa sepenggal kata. Kamu meniti perjalananmu, sedangkan aku masih mengamati langkahmu. Mengenalmu bukanlah rencanaku, siapa sangka kamu bagian dari pelajaran singkatku. Satu dari beberapa hal yang aku nikmati dan syukuri dari ini semua adalah pelajaran bahwa waktu yang singkat mampu menyadarkanku makna dan intisari dari kata "sewajarnya" dan "sekedarnya", kini aku hanya perlu mengingat bahwa akan selalu ada hal-hal baik disetiap kejadian dalam alur kehidupan, sekalipun awalnya sulit ditelaah oleh akal pikiran.
Bagaimana pandanganmu terhadapku itu adalah hak dan pilihanmu. Kamu, aku dan kita semua layak untuk bahagia dengan cara, pilihan dan keputusan masing-masing. Bagaimanapun jalannya, seperti apapun hasilnya semoga itu bagian dari yang kita inginkan serta kita butuhkan.
Selamat menjalani, melewati dan menikmati. Aku menganggap ini semua penjagaan bukan penghindaran. Selamat bertumbuh, aku dan kamu. Dan semangat berkelana dengan makna ya. Sampai berjumpa (lagi) diwaktu terbaik menurutNya.














