kata kunci hidup = yang penting Engkau ridho ya Allah🤗💛🙂↕️
Color Me Curious

Origami Around
macklin celebrini has autism

Love Begins

oozey mess

ellievsbear
Claire Keane

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
taylor price

blake kathryn
art blog(derogatory)

titsay
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Game of Thrones Daily
official daine visual archive
ojovivo
No title available
Phantogram Three
Monterey Bay Aquarium

seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Suriname

seen from Italy
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Brazil
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Latvia
@sabrinand
kata kunci hidup = yang penting Engkau ridho ya Allah🤗💛🙂↕️
Hikmah adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Jika ia menemukannya di mana saja, maka ambillah.
Mungkin ada masanya kelak kamu duduk di kursi para pemimpin, maka memulai perjumpaan itu dengan evaluasi keberkahan.
Melihat masing-masing individu dalam tim, lantas bertanya indikator kesuksesan, mari merefleksikan: apakah upaya-upaya menuju ketaqwaan sudah diperjuangkan? Apakah kegiatan mengurai makna dan keberkahan sudah dilaksanakan?
Sehingga hasil yang diraih itu.. bersinar bukan untuknya, tapi untuk sumber cahaya itu sendiri: kebesaran Rabb, Al Khaaliq yang menciptakan makhluq, menciptakan masalah yang menjadi pertanyaan.
Mungkin ketika duduk di sana, menjelaskan pertanyaan riset, ajak kami untuk duduk diam sejenak dan berpikir lagi tentang: mengapa ini semua Dikehendaki? Hikmah apa yang kau temui?
Mungkin ada masanya. Namun hiduplah dan pandai-pandailah mencari ceceran hikmah, dimanapun itu.
-h.a.
Boston. 26.07.26
- Zoulfa Katouh, The Ocean Would Paint Me Blue
Waktu dan Umur bisa berganti tetapi Tidak untuk Hatinya
beberapa waktu kemarin aku merasa terkagum kagum dengan sahabatku sendiri, bagaimana tidak ia betul betul menjadi orang panutanku, judulnya harusnya sahabatku panutanku,
banyak fase dalam hidup yang sudah ia lewati sampai akhirnya dia menjadi seorang ibu, banyak orang bilang ketika sudah menikah bahkan ketika punya anak, seseorang jadi banyak berubah dan semakin sedikit waktu untuk teman-temannya, akan tetapi dia? tidak.
bahkan bisa dibilang seseorang yang bisa balance antara menjadi seorang istri, seorang ibu, seorang anak, bahkan seorang sahabat, semuanya dia lakukan dengan amat baik, masyallah barakallahufiik @kphpdraisme,
tidak satu dua kali aku meminta tolong untuk didengarkan terkait hafalanku, dia yang sambil ini itu mengurus bayinya tetap tersenyum seakan tidak ada keluhan, padahal bisa saja dia punya 100001 alasan untuk ngamuk atas permintaanku hehe, tapi tetap loh dia mendengarkan dan mengoreksi hafalan murojaahku dengan amat baik
post-an ini sebagai rasa bersyukur dan rasa terimakasih ku, bahwa dia memang betul-betul menjadi sahabat + panutankuu masyaallah luar biasaa, semoga Allah selalu mengkaruniaimu keberkahan, kemudahan, kesehatan dan tentunyaa untuk keluargamu juga, keluarga pembebas masjidil aqsha tuturnya,
aku yakin abdurrahman bangga sekali mempunyai ibu luar biasa, ibu yang jadi pembelajar hingga akhir hayat, ibu yang mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan dengan ilmu yang membersamai, may Allah always guide and bless youu always bestie!!
Perjalanan dan Kerinduan
“Close your eyes, and imagine your beloved one, someone who you really want to be here on your special day but can’t make it.”
Kemarin saat wisuda Harvard Medical School, ada momen saat salah seorang mahasiswa memberi speech dan meminta kami menutup mata dan pikirkan siapa yang tidak dapat hadir di hari spesial ini… yang kamu ingiiin sekali datang dan dapat berjumpa.
Aku meneteskan air mata. Alhamdulillah walau keluargaku hadir.. aku teringat sosok yang selama ini kukagumi, kurindukan, dan kucintai..
Sosok yang menemaniku di saat hari berubah keras, malam winter Boston mencapai -30C, dan terasing dari keramaian. Sosok yang nyatanya bulan purnama pun kalah benderangnya, kalah indahnya. Sosok yang aku harap mengenaliku di hari akhirat nanti.
Rasulullah Muhammad saw.
Sosok ini.. adalah sosok yang selama ini aku panjatkan dalam doa: agar karyaku, usahaku, terhitung menjadi amal shalih dan pemberat amal kebaikan. Hingga kelak sosoknya tersenyum melihat jerih payah kita dan usaha kita. Tersenyum, lalu hilanglah semua kelelahan itu. Hingga kelak sosoknya berkata dengan berbinar dan bangga bahwa kita menapaki jalan hidupnya sebaik mungkin sebisa mungkin. Walau tentu masih teramat jauh.
Sulitnya meluruskan niat setiap hendak kali masuk ruang kelas, seberapapun sering merasa impostor syndrome.
Kuharap kekasih Allah (saw.) akan berbinar ketika kita bercerita: yaa Rasul, kami selalu berusaha shalat tepat waktu. Kadang menghubungi teman lain agar bisa shalat berjamaah. Menyiapkan selalu dalam tas: sebuah sajadah lipat yang tahan air untuk shalat di pojok manapun. Selalu membawa wadah untuk dapat bersuci di saat tempat tidak memadai. Meminta teman menjaga ketika kami shalat di taman. Kadang berargumen ketika tiga hp berbeda arah kiblatnya kok berbeda? (GPS pls? Should we go back to traditional compass? And learn arah mata angin?)
Kuharap sosoknya (saw.) akan ikut tersenyum melihat kami berjuang: Yaa Rasul al-Mustofa, kami menulis karya-karya di bidang kami siang dan malam dengan niat menjadi seorang cendekiawan yang menegakkan kalimat tauhid. Menjadi wajah islam dalam pos-pos kami masing-masing. Kami menjaga kejujuran dan integritas, seperti yang Engkau contohkan dan teladankan. Kami mencoba cara-cara yang berkah sekalipun ada banyak godaan, dan sambil berucap banyk doa keistiqomahan.
Kuharap sosoknya (saw.) akan tersenyum melihat kami berinteraksi dengan teman dari seluruh dunia dan bangga dengan identitas sebagai muslim. Berkata dengan santai bahwa saya hanya dapat makan halal. Yaa Rasul kadang kami dianggap asing, sebagaimana Engkau dulu sampaikan bahwa Islam agama yang akan kembali menjadi asing.
Di hari wisuda ini, Allah menitipkan gelar baru. Empat huruf baru yang kuharap: meluaskan jalan kebermanfaatan, mendekatkan kepada ketaqwaan, dan membukakan pintu lapis keberkahan. Dan kelak, membayar segala kerinduan.
-h.a.
Boston, 27.05.26
Nak. Tidak apa berduka atas kondisimu. Tidak apa jika hari ini sedih karena situasimu. Tidak mengapa. Kecewa adalah bagian dari menjadi manusia. Khawatir adalah bagian dari menjadi hidup.
Nak. Perasaan itu makhluq Allah. Perasaan itu diciptakan oleh Allah. Pada perasaan-perasaan itu, adalah ruang untuk kita mencari peluang amal shalih. Pada perasaan negatif itu, adalah jalan kita mendekat pada Allah.
Tidak apa jika hari ini rehat. Besok kita kembali meminta kuat.
07.05.24
Ibn al-Qayyim رحمه الله said:
“When Allah loves a servant, He selects him for Himself, chooses him for His love, and devotes him to His worship. Then He occupies his concerns with Him, his tongue with His remembrance, and his limbs with His service.”
— Al-Fawa’id (p. 98)
Nak. Tidak apa berduka atas kondisimu. Tidak apa jika hari ini sedih karena situasimu. Tidak mengapa. Kecewa adalah bagian dari menjadi manusia. Khawatir adalah bagian dari menjadi hidup.
Nak. Perasaan itu makhluq Allah. Perasaan itu diciptakan oleh Allah. Pada perasaan-perasaan itu, adalah ruang untuk kita mencari peluang amal shalih. Pada perasaan negatif itu, adalah jalan kita mendekat pada Allah.
Tidak apa jika hari ini rehat. Besok kita kembali meminta kuat.
07.05.24
A pure heart is free from idolatry, rancor, malice, envy, miserliness, arrogance, love of this world, and love of leadership. It is thus free from every affliction that distances one from Allah,
Imam Ibn al-Qayyim | Source: al-Jawāb al-Kāfī 1/121
"Minta sama Allah, agar 'dinikahkan' dengan iman sebelum dinikahkan dengan ikhwan. Iman adalah teman sehidup semati yang paling baik."
- nasihat ustadzah Faiza sore ini
Bersahabat dengan segala 'keadaan'
dari dulu kalau mendengar atau mendapati 'penolakan' rasanya memang gapernah siap, pasti selalu tetap sedih, tapi ga lama setelah itu juga selalu dibikin terharu sama Allah karena dikasih nikmat bahagia nya malah berkali-kali lebih banyak,
untuk sabrina dengan segala mimpinya, rasanya selalu lebih 'penasaran' dan serba bertanya 'what next?' nya, padahal baru selesai yang satu dan langsung bertanya lagi untuk 'karya-karya' berikutnya, terkadang itu baik tapi kadang menjadi boomerang seakan belum juga selesai mensyukuri yang kemarin deh hehe,
disini aku akan me-rekap 'penolakan' yang aku dapat dari global pharma, singkat cerita, beberapa bulan kebelakang ini sedang memperjuangkan untuk bisa 'mengkaryakan' diri lewat industri farmasi multinasional, ada beberapa tujuan kemaslahatan yang memang tidak bisa diceritakan disini hehe, namun ingin berbagi 'penolakan-penolakan' ini agar menjadi pengingat diri ketika nantinya 'berhasil' mendapatkan offering dari global pharma supaya tetap bersyukurr daan berjanji kepada diri untuk menggunakan itu sebaik-baiknya untuk ummat, daaan semogaa segala perjuangan-perjuangan ini Allah berkahiii!! mohonn doanyaa selaluuu!
Lil fade away from glimpse of life
Lately kisah-kisah yang Allah unjukkan di hadapanku kerap memiliki satu benang merah: tentang mereka yang merawat asanya.
Betapa pun Allah hadirkan rintang, betapa pun Allah uji coba rencana hidupnya, betapa pun strategi diacak, lawan tampak semakin op, kawan tampak semakin kasat mata,
Asa, tetap harus berpijar.
Kala waktu fase hidup berganti, lalu kaki dan tangan dirimu yang lalu tampak tak serupa hari ini. Suara yang mendorong langkah juga berubah tangga nadanya. Waktu-waktu, nyawa di depan wajahmu, semuanya Allah hadirkan yang baru.
Fase hidup berganti, namun asa harus tetap berpijar.
Entah dengan pahatan yang lama, atau ini waktunya pahatan baru kau pelajari. Tenanglah, fase berganti, tujuan akhirmu tidak pernah mati. Seberapa pun tenggelamnya mata kanan dan kirimu. Tiada baik dan buruk penting kecuali kau tahu Ia pintanya apa.
Dan hanya lewat ayat, hanya lewat Kalam akan kau temukan nyala kemarin, seberapa pun tidak relevan hari ini wajah dunia menghampirimu, ayat keabadian itu selalu sama: kegigihan sesiapa pun hamba menghadapi guratan indah yang dipetakan Dia.
Jadi ayo, nyalakan lagi asa mu. Tidak mungkin fase yang Allah hadirkan menyumbat potensi amal yang hanya untuk itu alasan mu hidup.
“It is not because of dreams I pray, It is precisely because of prayers I make dreams”
— - a servant longing for his God
masa kecilnya
menerima pasanganmu artinya menerima masa kininya, masa depannya, masa lalunya. tapi yang paling harus diterima adalah masa kecilnya--yang entah sudah sembuh dari semua luka pengasuhan atau belum.
oleh karena itulah kamu benar-benar harus selesai sama diri sendiri sebelum memutuskan untuk menikah. selesai sama diri sendiri itu bukan berarti sudah "nggak bingung" sama hidup, melainkan sudah "sadar" akan adanya luka pengasuhan dan sudah berusaha "sembuh". sudah tahu pola kemunculannya, sudah bisa mencegah ledakannya.
tujuannya? agar semua luka berhenti di kamu saja. sebab setiap orang memikul dosa masing-masing (Al An'am: 164). nggak ada dosa yang diwariskan. tetapi luka pengasuhan seringkali menjadi trauma, baik bagi pasangan maupun keturunan hingga bergenerasi-generasi kemudian.
begitu rupanya. kamu menikah dengan anak kecil yang ada pada diri pasangamu. jika anak kecil itu belum bahagia, akan sulit untuk memenuhi tangki cintanya. jika anak kecil itu sudah menerima, hatinya akan terbuka pula untukmu.
setelah menikah apalagi punya anak, terus-menerus memelihara versi diri yang belum sembuh tidak dapat dimaklumi. sebab menjadi dewasa, selesai, sembuh, adalah sebuah tanggung jawab. menghindarinya tidak hanya adalah pengabaian, tetapi juga kelalaian.
selamat menyelesaikan diri sendiri. semoga Allah menolong kita, menyembuhkan setiap luka. yang terdahulu, yang kemarin, yang masih baru, atau yang belum datang. 🤲🏼
“Dear, jika kamu tidak bisa memenuhi komitmenmu yang telah kamu buat sendiri terhadap Quran, jangan harap kamu bisa memenuhi komitmen apapun dalam hidupmu dengan baik”
— apalagi menuntut komitmen dari orang lain
Husnudzon
Nyatanya yang harus berulang kali kita pelajari perihal sabar dan syukur, lagi dan lagi bukan, perihal Allah Maha Baik, Allah Maha Tau, gausah risau dengan apa yang ada didepan, toh bukannya selama ini juga selalu dituntun? selalu ditemani? mau 10000+ orang ninggalin kamu bukannya Allah gapernah ninggalin kamu?
Semua punya kesempatannya, semua punya rezekinya, semua punya arahnya masing-masing, ada yang Allah kasih rezeki jodoh datengnya lebih cepat dari yang lain, ada yang Allah kasih rezeki pekerjaan nya dimudahkan untuk bantu kedua orangtua nya, ada yang Allah kasih rezeki a, b, c, d, dan semua itu, ya domain nya Allah,
Allah itu Maha Segalanya, sekarang, tidak perlu risau lagi dengan validasi manusia, emang cuma Allah kan yang tau kamu brin, ayo kembali lah, lebih dekat lagi, kali ini mulai jalan lagi, pelan pelan, sebentar sebentar, suatu saat akan sampai, percayalah :”
Allah, temani langkahku selalu, ya🤍
nemu tulisan sendiri, eh mellow sendiri, haha ternyata berhusnuzon sama Allah juga sebuah seni yang harus kita pelajari setiap harinyaaa!!🤗❤️