Satu Janji Makan Bersama
Suatu hari di musim penghujan kau datang bersua untuk satu janji makan malam yang kita sepakati dengan penuh penasaran. Akan seperti apa rasanya menyantap hidangan dengan seorang kenalan. Kau tiba, aku ada. Namun janji makan tak pernah terselesaikan. Dijeda hujan yang mendadak lebat dan menjebak kita ke dalam obrolan malam yang panjang.
Begitulah segala kisah manis dan pahit dibuka. Membawaku ke dalam rasa sakit yang tidak berkesudahan. Dan amarahmu yang tidak pernah benar-benar padam. Nyatanya jarak dan waktu tidak cukup gigih mencairkan ego kita.
Berapa purnama? Aku tak lagi pandai menghitungnya. Bagaimana bisa sebuah janji makan bersama membawa hubungan dua orang asing seperti kita ke titik nadhir? Saling menghindar. Saling tidak menginginkan
Hingga tiga-empat tahun kemudian. Tuhan memberi satu lagi kesempatan untuk kita menyelesaikan satu janji makan bersama. Menyisihkan ego kita. Memberikan ruang untuk perasaan. Diiringi hujan yang sama. Yang menjebak kita petang itu. Dan yang menemani kita hari ini
Agaknya yang kita butuhkan hanyalah menepati janji. Sambil menikmati hidangan yang mulai dingin ini. Dan menanti hujan yang mengunci kita berdua sekali lagi.
Credit picture :Â https://weheartit.com/entry/5494355









