ketidakmungkinan yang selalu kudoakan.
dan saat malam itu, kamu mengajakku bercengkrama di penghujung telepon.
sebenarnya aku tidak ingin peduli dan tidak juga ingin percaya atas apapun yang akan kamu katakan waktu itu sebab semua orang terdekatku yang mengenalmu sudah melarangku dengan keras untuk tidak berkomunikasi dengan kamu.
namun ternyata, sebesar apapun egoku melawan untuk tidak mempercayai kata-katamu, pada akhirnya hatiku jatuh juga.
kamu bilang kita tidak harus memaksakan hubungan ini terlalu serius, kamu ingin mengenalku lebih jauh ..
ya jauh.. sejauh akhirnya kamupun memilh pergi dengan alasan yang kamu buat sendiri ..
kamu bilang kamu tidak cukup baik bagiku sedangkan aku waktu itu bersih keras mempercayai seburuk dan senakal apapun seorang lelaki, selalu ada sisi-sisi baik yang ada dalam dirinya.
kamu hanya tidak tau.. aku mampu melihat sisi baik dalam dirimu itu , hanya saja mungkin entah karena waktu itu kamu masih bertahan dengan pikiran masa lalumu sehingga akupun kau jadikan tempat singgah untuk berteduh sementara.
jika suatu saat kamu melihat dan membaca tulisanku ini, kamu perlu tau bahwa ada satu kelebihanmu yang selalu kulihat yang mungkin tak bisa dilihat oleh orang lain atau bahkan dirimu sendiri saja tidak mampu melihatnya.
kamu .. ketidakmungkinan yang menjadi selaluku dalam setiap doa.








