Barangkali Kamu Butuhkan
Judul tulisannya demikian sebab memang mungkin tulisan ini akan menemukanmu dan mungkin kamu membutuhkannya. "Nasihat Untukmu yang Sedang Mencari Pendamping Hidup" Sudah lama tidak menulis ini dan tulisan ini muncul sebab kemarin ada yang bertanya, mungkin biar tidak mengulang, kutulis saja. Sebab pembahasan seperti ini, mungkin sekali akan menemui setiap orang. Dan membahasnya dalam obrolan sehari-hari, mungkin rasanya menggelikan atau mungkin malu untuk ditanyakan.
Nasihat tentang hal ini pun banyak sekali bertebaran di luar sana, tulisan ini pun sebatas melengkapi, dibumbui dengan pengalaman pribadi yang mungkin tidak bisa dijadikan standar umum.
Salah satu hal yang kupercayai dalam hidup adalah tidak semua permasalahan hidup itu pemecahannya selalu linear. Sebagai seorang muslim, aku menyimpan nilai itu dalam diri dan menjadi sebuah keyakinan yang kuat.
Pemecahan linear itu seperti kalau kamu lapar, maka solusinya haus. Kalau ngantuk, ya solusinya tidur. Non-linear, kamu pasti juga belajar kalau kamu ingin sekali menikah tapi belum takdirnya, solusinya justru puasa.
Tapi ada sebuah skenario besar yang kuhikmahi saat itu, apakah benar bahwa kalau aku sangat ingin menikah dan waktu itu nyari pasangan hidup kok susah banget, solusinya ya berusaha kenalan ke sana kemari, atau bagi sebagian orang lain - tebar CV? Hal itu pernah kulakukan karena aku berpikir cara linear dari permasalahanku mencari pasangan hidup yang sesuai kriteria ya dengan terus mencari dengan berkenalan ke sana sini.
Hingga akhirnya aku menemukan satu cara, bisa jadi cara kita menemukan pasangan hidup yang baik dan sesuai kriteria justru dengan nganterin ibu ke pasar atau bantu beres-beres rumah. Atau bisa jadi, mijitin bapak yang kecapekan pulang kerja. Atau bisa jadi, bagi yang telah lama merantau, ya sering-sering pulang ke rumah untuk lebih banyak ngobrol sama orang tua. Bagi yang punya rezeki berlebih, menyenangkan ortu dengan pergi umroh bareng misal.
Waktu itu, satu tahun setengah aku melakukan cara itu. Dan berakhir pada tiba-tiba (tentu saja sebenarnya ini skenario Allah) kok ketemu dan jarak antara aku mengatakan niat ke pernikahan cuma 3 bulan.
Metode non-linear untuk memecahkan masalah pun saat ini kupakai dalam berbagai macam hal. Bisa jadi kesulitan kita dalam bekerja, solusinya ya mendengarkan cerita orang lain. Bisa jadi solusinya justru membelanjakan sesuatu yang disukai sama pasangan.
Kebingungan dan kekhawatiran kita atas masa depan, bisa jadi solusiya ya sering-sering nyambung silaturahmi ke berbagai orang. Atau bahkan mengirim hadiah untuk teman-teman kita. Kembali ke topik awal. Kalau selama ini kamu terus menerus menggunakan cara linear untuk kebingunganmu mencari pasangan hidup yang sesuai dengan apa yang kamu butuhkan (kriteria). Coba cari cara yang non-linear, sesuatu yang tidak berhubungan dengan masalah utamamu, sesuatu yang mungkin memudahkan orang lain, atau membuat bahagia orang-orang yang kamu cintai.
Agar kamu juga tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran dan kebingungan, mengulang proses yang sama berulang-ulang. Seolah tidak ada jalan. Bisa jadi, jalanmu bukanlah mengikuti jalan yang udah ada, tapi membuka jalanmu sendiri. KG










