Hidup di serba digital ujiannya memang banyak. Lebih kepada bagaimana menahan diri untuk hal-hal yang mungkin tak perlu public tahu, tapi sayang circle kadang malah menonjolkan hal yang bertentangan. Berlomba-lomba untuk membagikan segala sesuatunya dengan berbagai dalih.
Kita mungkin sedang Bahagia dan ingin membagikan kebahagiaan tersebut kepada yang lain. Namun kadang kala kita lupa jika kabar yang di bagi tidak semua orang bahagia melihatnya. Mungkin saja disana ada yang justru terluka. Sebab kita tak pernah bisa memegang alur pikir seseorang yang berada diluar kendali diri kita.
Mungkin saatnya kita membatasi diri untuk mengabarkan yang secukupnya. Mungkin memang sudah waktunya untuk kembali menjadi seperti dulu ketika social media belum ada. Saatnya menyakini bahwa ukuran kebahagiaan seseorang tidak bisa dinilai dari feed atau story social medianya.
Saya justru begitu kagum rasanya jika memilki seorang teman yang tak pernah share apapun di akunya selain informasi yang memang urgent. Dan saya melihatnya betapa kehidupan aslinya memang lebih tenang. Masya Allah..
Bukankah saling menjaga perasaan bisa membuat hati lebih tenang??
Tertanda yang masih terus belajar *Kabarkan secukupnya*
Yogyakarta, Januari 03 rd 2021











