ceritanya keren kaka.
masih amatir~
macklin celebrini has autism
h
One Nice Bug Per Day
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
$LAYYYTER

Andulka
cherry valley forever

Love Begins

@theartofmadeline

if i look back, i am lost

pixel skylines

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Mike Driver
tumblr dot com
Claire Keane
Cosimo Galluzzi
Xuebing Du
Stranger Things
wallacepolsom
seen from Bolivia
seen from United States
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Singapore
seen from Argentina

seen from Azerbaijan
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@sangrembulan
ceritanya keren kaka.
masih amatir~
Cuma Curahan Hati Dikit
Assalamu’alaikum wahai para makhluk bumi~
Gak bisa tidur, sumpah! Padahal disini (rumahku) udah jam 12.25 atau mungkin lebih. Ah, efek malam minggu + abis baca bukunya Tere Liye yang “Bumi”. Keren, ajib! Fantasinya keren plus kata-katanya. Hueh, puas!! Hm, mungkin malam ini aku enggak ada nulis cerita. Errghh.. Sebenarnya aku mau-mau aja, but sekarang udah malam. Jadi besok, insya allah, pas pagi aku bakal coba nulis :3
Ahm, aku belum ngantuk. Besok hari MINGGU. Yeah! Aku mau main game *astaghfirullah!*. Hehe, anak bandel sih :p udah disuruh tidur masih aja main. Oke, udah dulu yeeeee..
Wassalamu’alaikum :D
—SangRembulan
Dunia yang Kulihat
Gadis itu menatap langit yang kelam. Kelam seperti hatinya. Untuk kesekian kalinya, perasaannya terkorbankan lagi. Hatinya sakit. Dari luar memang tidak akan kelihatan, rasanya sakit sekali di dalam.
Ia heran, kenapa manusia tidak ada yang pernah bisa menghargai perasaan yang tulus? Ia selalu di beginikan. Ia selalu positive thinking kalau didunia ini masih ada manusia yang berbaik hati mau menghargai perasaan tulusnya.
Namun, ternyata tidak. Manusia hanya bisa mengkhianati, mengkhianati, dan mengkhianati! Ia kecewa, ia kini tahu seperti apa dunia. Tidak ada dunia yang mau menerima hati yang tulus ini. Tidak akan.
Langit semakin gelap, hujan sedikit mulai sedikit mulai mengguyur permukaan bumi. Gadis itu masih terdiam ditempatnya. Meratapi betapa kejamnya dunia yang indah ini. Miris!
Tanpa ia sadari, seseorang melindunginya dari derasnya hujan dengan sebuah payung. Gadis itu menoleh kebelakang. Ia sedikit terkejut.
“Hei, Shita! Hujan begini kenapa kamu malah berdiri disini? Ayo berteduh!”
Gadis yang dipanggil Shita itu terdiam. Masih adakah manusia yang peduli padanya?
“Shita, jangan bengong, dong! Ayo kita berteduh! Entar kamu sakit, lho.”
Gadis itu terdiam lagi. Ini bukan mimpi, kan? Masih ada manusia yang peduli..
“Ardhani..”
Laki-laki yang daritadi menarik-narik tangan gadis itu menoleh.
“Ada apa?”
Gadis itu menggeleng. Kemudian, ia tersenyum tipis. Ah, ternyata didunia ini masih ada yang bisa peduli, bisa menghargai..
“Ayo, Shita! Kamu enggak mau sakit, kan?”
Gadis itu menggeleng, kemudian ia mengikuti langkah laki-laki itu.
Kini gadis itu tahu, dunia ini indah dan kejam.. namun, tidak setiap sisi dunia itu kejam. Gadis itu tersenyum, tidak sia-sia ia berpositive thinking selama ini.
—SangRembulan
Malaikat Pelindung
Pagi ini, aku sibuk berkemas. Hari ini aku akan berangkat keluar kota, untuk melanjutkan sekolah perguruan tinggi ku. Saat sedang sibuk berkemas, aku mendengar Ibu menangis tersedu-sedu di kamarnya. Jadi, langsung kuhampiri saja Ibu.
“Ibu.. Ada apa?” tanya ku.
“Adelaide.. Kau sudah besar. Kau sudah menjadi gadis dewasa yang tangguh, namun aku belum bisa melepasmu,” gumam Ibu sambil terisak.
Aku memeluk Ibu, “Aku janji, Bu. Aku janji, jika kuliahku sudah selesai, aku akan kembali!”
“Ibu tahu itu,” jawab Ibu. Ibu tersenyum, kemudian memelukku erat.
Perpisahan ini begitu berat, pikirku. Haruskah aku mengurungkan niat ini? Tidak! Aku sudah berambisi untuk melanjutkan sekolah di luar. Aku sudah berjanji pada ibu, pada almarhum ayah! Aku sudah berjanji, akan menuntut ilmu sampai dunia ini menjadi sempit bagi diriku! Aku berjanji akan membanggakan mereka berdua!
Persiapanku sudah lengkap, mentalku sudah kuat, aku sudah siap. Tinggal berpamitan dengan Ibu. Itu saja..
“Ibu, aku berangkat,” pamitku pada Ibu sambil memeluk Ibu dengan erat untuk kesekian kalinya.
“Pergilah gadis kecilku! Pergilah, tuntut ilmu sebanyak mungkin! Buat kedua orangtuamu bangga, buat dia bangga,” balas Ibu.
Setelah berpamitan dengan Ibu, dengan langkah tegap aku memasuki ruang tunggu. Sesaat, aku menoleh kebelakang, tampak Ibu menangis sambil melambaikan tangannya.
Tekadku sudah bulat, aku akan pergi. Aku akan pergi!
--
Selama dalam perjalanan, aku hanya terdiam menatap jendela pesawat. Tiba-tiba, aku teringat bahwa Ibu memberikan alamat Bibiku yang tinggal di kota yang akan aku tujui. Saat aku sedang mencari alamat itu, aku menemukan sebuah surat. Surat itu dilipat, dilipatan paling depan ada sebuah tulisan:
Untuk: Adelaide Dari: Entahlah.. Orang spesial mungkin?
Rasa penasaran menggerogoti pikiranku, jadi aku langsung membuka surat itu. Dan, wow, isinya panjang sekali.
Hai, Adelaide!
Masih ingat denganku? Hm, sepertinya kau sudah lupa. Tapi, asal kau tahu, kita adalah sahabat. Aku tidak bohong! Ah, tapi itu dulu.. Mungkin, kau sudah lupa.
Saat kau terlahir ke dunia ini, aku bahagia sekali. Kau tahu, hampir semua keluargamu menangis bahagia. Kau terlahir selamat, padahal dokter sudah mengatakan bahwa kau tidak akan selamat, karena beberapa jam sebelum kau lahir, Ibumu terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
Adelaide.. itulah nama yang Ayahmu berikan padamu. Artinya pekerja keras. Dan, ah, lihatlah! Gadis kecil yang dulunya suka menjahili diriku ini sekarang sudah besar! Ia akan melanjutkan perguruan tinggi-nya keluar kota. Kau berhasil mencapai ambisimu, Adelaide! Kau berhasil!
Kau tahu? Aku selalu menjagamu. Dimana saja, kapan saja. Aku sudah berjanji pada Ayahmu, bahwa aku akan selalu menjagamu. Apapun yang terjadi, tak kubiarkan kau terluka. Itu janji yang kuutarakan pada Ayahmu.
Hei, aku masih ingat. Waktu kau kecil dulu, kau sering melempariku benda. Apapun itu! Tapi, kau mungkin sudah lupa. Terkadang kau tertawa terbahak-bahak, itu membuat Ibumu yang sedang didapur tergopoh-gopoh menghampirimu. Mencari tahu apa yang sedang kau tertawakan.
Sejak saat itu, aku mulai lebih berhati-hati saat bermain denganmu. Namun, terkadang, aku tak tahan. Jadi, biasanya aku akan melakukan sebuah “pertunjukan sulap” kecil. Dan lagi, itu membuatmu tertawa terbahak-bahak.
Aku menyayangimu, Adelaide. Lebih dari apapun itu! Ayahmu terkadang sering menceritakan tentang harapannya padamu. Ia berharap dirimu menjadi seorang gadis yang tangguh dan pekerja keras. Ia juga berharap, kau selalu berada dalam penjagaanku. Dan lihat! Kini kau sedang membaca surat ini dan, ah, terimakasih.
Kau tahu, Ayahmu itu hebat! Dia tidak pernah kasar pada bawahannya, ia selalu ramah kepada siapapun, tanpa pandang bulu. Ayahmu adalah kapten yang hebat, Adelaide. Semangatnya tak pernah pudar. Dan kau, mewarisi semangat Ayahmu.
Ah, tunggu, apa kau masih tidak ingat siapa aku? Baiklah, akan kujelaskan. Aku sebenarnya bukan keluargamu, kerabatmu, tetanggamu, atau sebagainya! Kita berdua tidak punya hubungan darah. Tapi, aku ini hanya anak angkat Ayahmu.
Baiklah, kau masih tidak ingat? Tidak apa-apa. Aku mengerti, kita tidak pernah berinteraksi lagi semenjak kau berumur 16 tahun. Aku mengerti kenapa, karena kau takut. Dan kau pikir aku ini hanya imajinasi mu saja.
Adelaide, aku tahu, kau itu gadis yang tangguh. Namun, terkadang kau ceroboh. Contohnya saat kau berumur 15 tahun. Apakah kau ingat? Baiklah, akan aku ceritakan kejadiannya.
Pagi itu, kau buru-buru sekali. Kau takut terlambat, namun kau juga tidak berhati-hati. Saat kau akan menyebrang jalan, tiba-tiba saja dari arah lain tampak mobil sedang melaju dengan kencang. Aku yang melihat itu langsung segera mengambil tindakan, dan mobil itu terpental jauh. Seketika semua orang langsung menghampirimu, dan saat orang-orang bertanya, kau hanya menjawab dengan penuh kebingungan
Baiklah.. Tanganku sudah pegal. Sepertinya surat ini begitu panjang, bahkan mungkin lebih panjang dari surat yang biasanya aku tuliskan untuk kapten.
Dan, ah iya, selamat ulangtahun yang ke-18, Adelaide! Oh iya, Ayahmu titip salam, dia rindu padamu. Dia akan selalu menunggumu disana. Dan hadiah untukmu adalah surat ini. Yap, surat yang kubuat sendiri.
Aku sering melihatmu menulis, terkadang aku sering membaca tulisanmu diam-diam. Kau lebih sering menulis sebuah puisi. Terkadang, aku hampir menangis membaca puisimu. Kau menulis puisi tentang Ayahmu, tentang diriku, ah, sekali lagi, terimakasih, Adelaide..
Baiklah, Adelaide, sepertinya ini sudah jam enam dan pasti sebentar lagi kau akan bangun untuk bersiap-siap. Dan, jika kau membutuhkanku, aku akan selalu bersamamu.
- Audric Alois -
Aku terpaku. Aku ingat segalanya sekarang. Audric Alois, dia adalah anak angkat Ayahku, dan sekaligus sebagai tangan kanan Ayahku. Audric, begitulah nama akrabnya. Ia tewas karena berusaha melindungi Ayah dari musuh. Ia tewas tertembak karena ia menjadi tameng Ayah. Sebenarnya ia bisa saja meninggalkan Ayah, namun karena ia begitu menghargai Ayah, ia melindungi Ayah yang terluka. Dan mayat mereka berdua ditemukan beberapa jam setelah penembakan itu.
Aku menangis tertahan. Aku merasa bersalah. Aku merasa.. selama ini aku berprasangka buruk pada dirinya. Audric.. Maukah kau memaafkanku?
“Tentu saja, Adelaide! Bukankah kita adalah sahabat?”
Saat aku menoleh ke sebelah, ternyata Audric duduk disebelahku. Aku terkejut, tetapi aku langsung tersenyum dan mengangguk.
“Maafkan aku, ya?”
Audric tersenyum, ia menggenggam tanganku erat. Kemudian ia mengangguk.
“Tak apa. Aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf.”
Aku berbisik, “Terimakasih, Audric. Kau adalah sahabat terbaik yang pernah ada.”
Audric tersenyum. Beberapa menit kemudian, aku tertidur.
“Selamat tidur, Adelaide.. Mimpi indah..”
end
Hai, semuaa! Akhirnya, cerita pertamaku selesai jugaaa! Duuh, pegel nulisnya. Ngomong-ngomong, cerita ini aku dapet inspirasi dari sebuah cerita dari fanpage Creepypasta Indonesia di Facebook. Judulnya LOVE. Dan, oh iya, bagi kalian yang sedang baca, aku sarankan kalian baca cerita ini sambil dengar lagu “Planetarium - Ikimonogakari”. Itu lagunya bikin bapeeer banget! Hm, sudah dulu, ya! Dadaah~
—SangRembulan
Kenalan dulu, dong!
Hai semua :D
Perkenalkan, namaku Najwa. Cukup panggil Nana aja. Di blog ini aku bakal ngepost cerita apa aja! Biasanya sih, cerita galau-galau atau mungkin puisi, hihi. Yaah, seperti curhatanlah!
Aku punya 2 tumblr, satu lagi @harukarmin. Tapi, di tumblr yang ini aku bakal numpahin apa aja isi hatiku! Tapi, sayangnya hari ini aku enggak sempat nulis, huhu :(
Jadii, aku bakal mulai nulis besok! Dan mungkin aku bakal punya waktu nulis setiap hari Jum’at, Sabtu, dan Minggu. Karena, hari biasa aku sibuuuuk banget! Gak sempat nulis.
Oke, sudah dulu, ya! Kalau mau tanya-tanya bisa follow twitterku: @sabinaapd. Dadaaaah~