Tidak ada hari yang bisa merangkul pagi, kecuali matahari.
Hari ini adalah tahun ke-3 ku duduk di bangku kuliah, makin hari terasa hidup tak lagi ceria karena tugas akhir telah menungguku di depan dengan senyumannya. Memang benar, semesta tidak pernah ingkar janji tentang seleksinya, aku perlu kuat dan perlu "nerima" bahwa aku bisa dan selesai. Jadi di tahun ke-2 ku menjadi mahasiswa khususnya pada tahun 2023, adalah hal yang sangat mengesankan bagiku, aku senang, sedikit sedih, aku bahagia, aku ceria, dan aku sangat ceria. Tentulah ada sebabnya, karena pada tahun itu aku dipertemukan dengan macam-macam manusia unik dan menarik. Aku bertemu anak-anak SDN 1 Dawuhan; baik hatinya, unik kebiasaanya, asri tempatnya, dan aku sayang pada mereka semua. Aku juga kenal dengan mereka-mereka sesama Mahasiswa Kampus Mengajar yang berasal dari berbagai universitas di kota Malang, dan salah satunya menjadi kampus impianku hingga saat ini, dan ia juga sempat menjadi seseorang yang spesial untukku.
Selang beberapa waktu dari Kampus Mengajar, aku juga terdaftar sebagai Mahasiswa Pertukaran Pelajar dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas PGRI Sumatera Barat, disana kebahagiaan dan perasaan senang ku muncul kedua kalinya. Aku dapat bertemu dengan teman-teman dari berbagai universitas yang lingkupnya lebih luas, salah satunya dari Universitas Halu Oleo, Univ Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Gorontalo dan 34 Universitas lainnya. Disana kami sama-sama belajar mengenai adat Istiadat Budaya Minangkabau yang sangat kental dengan filososi "Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah", selain itu kamu belajar kesenian Minangkabau, dari seni randai, sampai kebudayaan silek /silat. Sah! Minangkabau sangat otentik, otentik dari segi apapun; makanan, kebiasaan, adat, bahasa, dll. Aku benar-benad terkesima dengan kekayaan Negeri Indonesia ini, dan tentu aku sangat bersyukur bisa mengunjungi kota Padang/ Ranah Minang sebagai tempat jauh pertamaku berkelana mengenal bangsa ini. Hal lain yang membuatku akan selalu merasa "bermakna selamanya", kami diajak untuk melakukan kontrobusi sosial, kami melahirkan ide untuk menyebarkan pengetahuan mengenai manfaat tanaman pada sebuah Nagari indah di Sumatera Barat, Nagari tersebut yaitu Nagari Lembah Gumanti yang berada di Kabupaten Solok, Alahan Panjang. Kami bertemu anak-anak SD di SDN 21 Sungai Nanam, cukup takjub bertemu dengan anak-anak ini, mereka sopan nan rendah hati. Kegiatan tersebut berlangsung sehari, kami melanjutkan eksplorasi kaindahan Sumatera Barat dengan melakukan kegiatan Camping Ground di Pulau Pasumpahan, Iam so happy. Disana aku merasa didekatkan dengan teman-temanku, aku merasakan kehangatan, aku merasakan kasih sayang dari teman-temanku. Sebelum itu, pada tanggal 22 Desember 2023 aku dirayakan oleh sebagian teman2ku, ya aku sedang ulang tahun ke 22. Tahun jni adalah ulang tahun paling berkesan dalam hidupku. Pada tanggal 24 Desember 2023, kegiatan Camping Ground tersebut dilaksanakan. Kami merenungi perpisahan yang akan terjadi, kebersamaan yang akan usai serta akan bermakna selamanya.
2023 akan berlalu, pikiran liarku berteriak-teriak atas isi hatinya "kesedihan apa yang akan menghampiriku setelah ini, karena merasa sebahagia ini". Dan tentu, pada tahun 2024 (Januari dan Februari) aku merasakan jauh dari orang-orang yang aku tulis di atas diatas. Aku berpisah dengan mahasiswa PMM 3 sejak 14 Januari 2024. Juga berpisah dengan special person KM 5 di tanggal 15 Februari 2024. Aku hancur, aku terluka, dan tentu aku trauma. Tetapi seperti yang dikatakan Stoisisme "kendalikan apa yang bisa kamu kendalikan", artinya aku ngga bisa memaksakan mereka yang hendak pergi, tetapi aku harus bisa mengendalikan diri sendiri dengan menerima semuanya, bahwa waktu terus berjalan, dan lamgkah kakiku juga perlu bergerak.
Aku tidak ingin mengatakan see you, tapi see u again teman-temanku.š