untuk pertama kalinya gw terlibat dalam kepanitiaan untuk acara pernikahan. Dan pernikahan itu, pernikahan sepupu gw yang deket banget sama gw. Jujur aja, walaupun pengalaman gw mengatur/ terlibat dalam sebuah acara cukup lumayan banyak, tapi untuk acara pernikahan ini gw rada angkat tangan, gw hanya bisa bantu untuk bantu itungitungan dana dan kebutuhan apa saja yang akan di beli. Gw ga ngerti klw WO (wedding organizer) itu kyak apa, kurang lebih nya gw asli susah ngeraba. Setelah persiapan ini itu, akhirnya jatuh juga hari H nya pada tgl 05 Nov 2017,, dan Drama dimulai saat itu.
Saat kami dikejar waktu untuk akad, agar pak penghulu tidak lama menunggu, team rias datang terlambat,, setelah akhirnya akad terlaksana dengan baik, prosesi lainnya turut serta, lalu bapak mertua sepupu gw ini, merebut microfon milik MC dan membatasi acara,, dengan alasan tamu mereka kelaparan. OK fix, acara stop, pengantin siap-siap berganti baju untuk resepsi dan keluarga pun disuguhkan “coffee break”. Sambil menunggu pengantin berganti pakaian, dan pihak gedung membersihkan gedung karena kotor oleh sampah-sampah minuman kemasan, kami panitia sibuk mengkordinasi untuk merapihkan kursi-kursi sisa akad dan menyiapkan hidangan untuk acara resepsi selanjutnya. Namun, terjadi keributan diluar,, lagi-lagi mertua laki-laki marah-marah dengan alasan tamu yang beliau bawa belum makan. dari pihak kami sebagai panitia pun memberi pengertian dan penjelasan terhadap beliau. Daaaannn jeng jeeeeeeeennnngggg.... si bapak tadi tetep ngotot minta catering dibuka dan langsung berbicara pada pihak catering,, kami pun sebagai panitia bingung, karena jika makanan dihidangkan pada saat pengantin blm masuk gedung, kami khawatir makanan akan habis padahal tamu undangan masih blm bnyk yang datang.. Oh iya di notes ya,, bahwa tamu undangan dari pihak laki-laki, diangkut semua dan datang dari acara AKAD.
Pelajaran yang bisa gw ambil adalah,, jika bertamu hargai si pemilik rumah. dan klw mau mengadakan pernikahan di gedung, sebaiknya akad dilakukan di tempat terpisah dari resepsi (biar ga rempong klw lagi beresin tempat)















