Kada kala, kita tak butuh siapa-siapa.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Andulka
Cosmic Funnies

pixel skylines
DEAR READER

Product Placement

PR's Tumblrdome
trying on a metaphor
wallacepolsom
No title available
Show & Tell

@theartofmadeline
Fai_Ryy
cherry valley forever
occasionally subtle
Xuebing Du

izzy's playlists!

Origami Around
Sade Olutola

oozey mess

seen from Indonesia
seen from United States
seen from Tunisia
seen from Tunisia
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Singapore
seen from Ireland

seen from Brazil
seen from Mexico
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@seekorpaus-blog
Kada kala, kita tak butuh siapa-siapa.
Pendangkalan Massal
Apakah kita ini sadar bahwa sebenarnya kita ini didangkalkan pikiran kritisnya, sensitivitas terhadap permasalahan sosialnya, dan kemampuan menalar peradabannya dengan hal-hal remeh seperti kasus tiang listrik dan Setya Novanto? Persekusi ormas, plagiator yang disanjung, isu toleransi dan kebhinekaan, dsb? Padahal isu-isu sensitif di bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, dan lain-lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak tak ada yang memperhatikan. Nyaris tak ada perdebatan yang konstruktif.
Tahu-tahu ribuan pekerja asing masuk; tahu-tahu pulau reklamasi sudah jadi; tahu-tahu BUMN sudah dijual; tahu-tahu kontrak Freeport diperpanjang; tahu-tahu para koruptor raib; tahu-tahu penyakit masyarakat membuncah.
Masyarakat dibuat sibuk dengan akrobat politik murahan. Mahasiswa dibuat mandul dengan janji-janji kemudahan bekerja dan beasiswa. Para pemikir dibuat sibuk berceloteh di sosial media. Media-media tak lagi mendidik, dan sialnya pasti berpihak. Menyebarkan berita memuakkan demi framing si empunya yang berambisi mendapatkan kuasa. Bahkan mereka menjadi provokator ulung yang berbalut jurnalisme dan kebebasan berekspresi. Akhirnya kita saling hujat dan berkelahi sana-sini.
Kita semua dibuat dangkal. Kemampuan kritis kita memudar tak lagi peka terhadap hal-hal esensial. Tak lagi sensitif. Seolah teori-teori dan materi-materi perkuliahan hanya jadi hias-hiasan. Dangkal, benar-benar dangkal.
Nah ini yg jadi pikiran kemarin. Di tengah hiruk pikuk sinetron SN dan berita ala lin* t*day (yg masih ditonton juga), ada ‘berita penting’ apakah yang sedang diam-diam terjadi?
Tentang Makanan dan Peradaban
Dalam sebuah perjalanan naik motor Solo-Jogja bersama Fahmi, muroja’ah hafalan saya sampai pada Surat Al-Baqarah ayat 168. Arti ayat tersebut adalah
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (thayyib) dari apa yang terdapat di bumi”
Merenungi ayat itu, ada kesadaran yang membuat saya tertegun. Bahwa perintah makan makanan halal dan thayyib itu bukan hanya “Yaa ayyuhalladzii na aamanu” atau untuk orang-orang beriman saja, melainkan untuk “yaa ayyuhannaas”atau seluruh umat manusia. Aneh. Kenapa makan makanan halal dan thayyib itu perintah untuk semua orang? Bukan untuk orang Islam saja?
Bertanya pada Fahmi, ia menjawab,
“Paling tidak ada tiga alasan yang membuat perintah makan makanan halal dan thayyib itu untuk semua umat manusia”
Wah, kalau sudah berstatement begitu, penjelasannya akan sangat panjang. Maka saya dekatkan telinga saya dan mendengarkan baik-baik.
“Yang pertama karena you are what you eat. Makanan itu akan membentuk yang memakannya.”
Pada tahun 1920-an, seorang nutrisionis bernama Victor Lindlahr menyatakan bahwa 90% penyakit yang muncul disebabkan oleh pola makan. Dengan kata lain, makanan yang kita makan akan sangat menentukan kesehatan. Kesehatan akan menentukan kualitas hidup dan bahkan seberapa panjang usia kita.
Tidak hanya masalah fisik, makanan turut pula membentuk karakter dan takdir seseorang. Salah satu rahasia kesuksesan Imam Syafi’i rupanya adalah keteguhan ibundanya untuk memberikan hanya makanan halal dan thayyib padanya. Seorang sahabat terbaik nabi, Abu Bakar As-Shiddiq suatu kali pernah tidak sengana memakanan makanan yang diberikan oleh budaknya. Mengetahui bahwa ternyata apa yang ia makanan itu berasal dari praktek perdukunan, Abu Bakar langsung memuntahkan semua isi perutnya. Ia takut sekali tubuhnya tumbuh dari makanan haram. Karena sebagaimana sabda nabi, “Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) yang haram dan neraka lebih layak baginya” (HR Ahmad dan Daarimi).
“Yang kedua karena karakter individu akan sangat mempengaruhi lingkungan sosialnya.”
Katakanlah ada seseorang yang gemar minum minuman keras. Ditinjau dari sisi karakter, peminum miras itu sudah tentu ada yang tidak beres aqidahnya. Karena berarti ia tidak percaya bahwa Allaah-lah satu-satunya tempat bergantung. Dan lagi, telah terang bahwa minuman keras dapat menghilangkan kesadaran atau mabuk. Mabuknya seseorang akan membuat ia tidak bisa mengontrol dirinya. Ketidakmampuannya ini dapat membahayakan orang lain semisal ketika ia menyetir ia dapat membahayakan orang lain, atau dengan tanpa sadar melakukan perusakan, atau perkosaan, atau hal-hal buruk lainnya.
“Yang ketiga, karena lingkungan sosial akan mempengaruhi seluruh kehidupan manusia.”
Tidak bisa dipungkiri, orang Indonesia gemar sekali makan gorengan. Kegemaran orang Indonesia makan gorengan disambut baik oleh pada pedagang gorengan. Permintaan minyak dan tepung yang tinggi dari para pedagang ini disambut baik oleh perusahaan kelala sawit dan tepung. Padahal perusahaan kelapa sawit itu merusak ekosistem. Tidak hanya ekosistem lingkungan, tapi juga ekosistem sosial.
Pernah kami mendengar langsung penuturan saudara kami yang dulunya bekerja di perusahaan kelapa sawit. Hampir semua perusahaan sawit itu milik orang asing. Masyarakat yang tadinya memiliki lahan akhirnya tergusur ke pinggiran dan hidup miskin karena tidak memiliki lahan dan hanya menjadi buruh sawit. Apalagi yang namanya korporat asing, budayanya sudah ‘makan’ atau ‘dimakan’. Saudara kami bahkan bilang bahwa sudah biasa jika bos meminta tidur dengan istri bawahan. Na’udzubillahi min dzaliik.
Keserakahan para pengusaha kelapa sawit ini tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitarnya. Karena bahkan kebijakan politik akhirnya sebisa mungkin mereka intervensi supaya sesuai dengan kepentingan mereka. Maka, seperti yang bisa ditebak, keserakahan ini mengembangbiakkan praktek korupsi para pejabat kita.
Mengerikan sekali kalau sudah membicarakan masalah-masalah berskala nasional. Padahal jika kita menilik lagi ke belakang, perusahaan-perusahaan ini berekskalasi besar-besaran dan merusak negeri ini, bisa jadi faktor utamanya adalah karena kita suka makan gorengan.
“Itulah kenapa perintah makan makanan halal dan thayyib itu untuk semua orang entah ia muslim atau bukan. Karena jika ada seseorang makan makanan yang tidak halal dan tidak thayyib, itu akan mempengaruhi seluruh kehidupan.”
Ah, pembicaraan sore itu pada akhirnya menimbulkan gejolak di benak kami masing-masing. Bahwa, yah, bisa saja kitalah sebenarnya yang tanpa sadar merusak negeri ini. Boleh jadi kita menyalahkan mereka-mereka yang berkuasa. Tapi pun, jika kita menunjuk dengan satu jari, empat jari lainnya mengarah kepada diri kita sendiri. Maka, alangkah sangat baik jika sebelum kita bertindak, terlebih dahulu kita berkaca pada diri sendiri dulu. Seperti kata penulis favorit saya, Pramoedya Ananta Toer, bahwa bertindak adil itu harus sudah dilakukan sejak dalam pikiran.
Subhanaka inni kuntum minadz dzalimiin.Ya Allaah, sungguh, sebenarnya kami ini termasuk orang-orang yang dzaliim. Maka, ampuni dan tunjukkan jalan-Mu pada kami.
Sebab tidak ada gunanya memperjuangkan seseorang yang tidak mau diperjuangkan. Sebab cinta itu tidak hanya sehari-sebulan. Butuh dua pihak yang sama-sama yakin sejak awal.
Dan bersedia memperjuangkan bersama-sama, tidak hanya salah satu.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Perangkap
Semua orang yang kamu benci barangkali tidak tahu tentang kebencianmu. Sementara mereka menjalani hidupnya dengan leluasa, Kamu terperangkap dengan perasaan yang menyulitkan dirimu sendiri. Kebencian itu menggelapkan hati, menggelapkan pandanganmu dari kebahagiaan.
Dan orang yang kamu cintai juga mungkin sama sekali tidak tahu tentang rasa cintamu. Sementara mereka menjalani hidupnya dan kamu tidak ada di hatinya. Kamu tertawan dalam imajinasimu sendiri, kamu kesulitan membedakan mana kenyataan dan mana angan-angan. Dan itu membuatmu tidak beranjak kemana-mana sementara ia telah melangkah jauh.
©kurniawangunadi
Lindungi Wajahmu
Kemarin ketika pelatihan UKM, saya berkenalan dengan seorang ibu muda berusia 40 tahun. Ketika mengobrol, dia bercerita bahwa suaminya tidak mengizinkannya menggunakan make up. Ini bukan pertama kali saya menemukan seorang istri tidak diperbolehkan suaminya mengenakan apapun di mukanya.
Saya sedih, karena istri - istri itu jadi tidak melindungi wajahnya dengan apapun. Resiko kerusakan kulit pada kulit yang tidak dilindungi lebih besar. Memang sih air wudhu bisa mencerahkan wajah kalau kata dosen saya, tapi ikhtiar lain perlindungan dari pengaruh luar yang buruk juga menurut saya perlu.
Make up, sepanjang pengetahuan saya adalah kosmetik dekoratif (kosmetik yang berfungsi sebagai elemen estetika). Sayangnya, banyak laki - laki maupun kita sebagai perempuan yang tidak tahu bagaimana memilah fungsinya. Dianggapnya semua kosmetik yang menempel di wajah adalah make up (atau dekoratif)
Ibu - ibu, terutama bapak - bapak, kita harus tahu bahwa fungsi kosmetik di wajah tidak hanya untuk berhias. Oke wait, kosmetik itu sangat luas loh. Sabun, shampoo, parfum, deodoran, hand body lotion, itu semua adalah kosmetik. Jadi, para bapak juga menggunakan kosmetik setiap hari kecuali yang tidak mandi dan bebersih badan. Kosmetik pembersih biasa disebut wash rinse cosmetic (eh apa ya, saya lupa, intinya itu lah). Sedangkan handbody lotion, pelembab, butter lotion, termasuk pelembab wajah dan area mata, itu biasa disebut skin care cosmetics.
Ceritanya saya hampir tidak pernah mengenakan pelembab apapun di wajah hingga 27 tahun. Ketika saya bekerja di perusahaan kosmetik pada 2015, wajah saya dicek oleh alat kantor dan barulah tahu bahwa banyak kerusakan di sana. Sekarang juga muncul banyak sekali flek hitam yang tidak terkendali. Selain karena usia, karena ketidakperdulian saya merawat wajahlah yang menyebabkan demikian. Kalau kata dokter kulit di kantor waktu itu, usia 25 tahun kita sebaiknya sudah menggunakan krim anti agging, karena agging kulit sudah dimulai di usia itu (yah yang ini mah ga wajib, pake air wudhu aja).
Jadi, Bapak - bapak, melarang istri berhias untuk memenuhi syariat agama itu adalah yang terbaik. Tapi cerdaslah, jangan larang istrimu menempelkan krim - krim di wajah, karena krim - krim itu bukan agar cantik, tapi sebagai bentuk ikhtiar melindungi kulit wajah dari ultraviolet, polusi dan debu, udara dan cuaca yang ekstrim, dan hal - hal buruk lain yang seringkali menyebabkan penyakit seperti kanker kulit.
Bedak pun, selain sebagai make up dekoratif, dia juga melindungi wajah untuk terkena pengaruh luar secara langsung. Kalau saya pribadi menggunakan bedak agar tidak terlihat pucat (karena wajah asli saya sangat pucat), juga lipstik dengan alasan yang sama.
Banyak pelembab wajah yang tidak mempengaruhi warna wajah secara signifikan. Yang pernah saya coba Hada Labo, Wardah sun cream gel SPF 30 (yang ini sudah banyak testimonial dari konsumen bahwa mereka sangat suka), Wardah White Secret SPF 35, Body Shop pelembab wajah (duh yang ini enak banget), SK II miracle water. Dua brand terakhir itu saya coba karena kantor beli untuk referensi, jadi saya wajib mencoba. Merk - merk yang lain lupa.
Pelembab yang saya beli sendiri adalah produk menengah yang terjangkau dan aman. Jadi, merawat wajah ga selalu harus mahal, ga harus kok beli SKII (tapi kalo mampu sih ga papa, karena bagus, hahaha). Semuanya teksturnya ringan, mudah diaplikasikan, sehingga kalau kita habis berwudhu, kita bisa mengaplikasikannya lagi dengan cepat dan mudah. Jadi Bapak - bapak, pake kosmetik tidak selalu membutuhkan waktu lama loh, aplikasi pelembab dan bedak hanya 2 menit, tapi sebagai ikhtiar melindungi kulit istrimu sepanjang hari. Masa gamau punya istri yang kulitnya sehat?
CMIIW
Balas Dendam Yang Islami Dan Membawa Berkah
👤 Dr. Muhammad Arifin Badri
Sobat! Anda pernah disakiti orang lain? Atau bahkan kini anda sedang mengalaminya? Atau minimal kini anda masih menahan rasa sakit karena sikap jahil orang lain?
Ya sakit memang terasa di hati, rasanya ingin segera balas dendam, dan kalau perlu dengan cara yang lebih keras dari perbuatannya, agar dia jera dan andapun puas.
Tenang sobat, baru saja saya menemukan kiat mudah untuk menyalurkan hasrat anda, membalas dengan cara yang lebih ekstrim, dan dijamin mampu memuaskan rasa sakit dalam diri anda dan sekaligus membungkam mulut orang yang telah menyakiti anda.
Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu mengajarkan kiat tersebut melalui perkataannya berikut:
ما عاقبت من عصى الله فيك بمثل أن تطيع الله فيه
Engkau tiada pernah dapat membalas orang yang telah berbuat dosa kepada Allah dengan cara menyakiti dirimu, melebih sikapmu yang tetap menegakkan ketaatan kepada Allah pada diri orang tersebut (Riwayat Abu Dawud dalam kitab Az Zuhud)
Ya, sakit memang rasanya di saat melihat saudara anda mlengos atau melotot di hadapan anda, namun tahukan anda bahwa dia akan lebih sakit hatinya bila anda membalas plengosannya dengan senyuman manis yang terkulum di bibirmu yang indah,
pelototan matanya engkau balas dengan wajahmu yang semakin tampan atau jelita karena senyummu yang manis.
Kecewa rasanya di dada, mengetahui orang lain menuduh anda tanpa bukti, namun tahukah anda bahwa rasa malu dan sakit yang lebih mendalam akan dia rasakan bila anda membalas tuduhan kejinya dengan pujian dan sanjungan?
Dan percayalah, bahwa dengan cara ini saudara anda yang semula jahat kepada anda, tidak lama lagi akan berbalik arah dan menjadi pembela setia anda.
Simak firman Allah berikut:
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (Fusshilat 34)
Kakak percaya kan kalo setiap orang punya breakdown momen nya masing masing yang membuat dia bisa jadi kehilangan banyak hal? Kehilangan kepercayaan, materi, teman, bahkan reputasi baiknya. Kakak, aku masih berusaha mencari kesana kemari, berbincang dengan orang-orang banyak, merenung untuk berfikir lebih dalam tentang atas apa yang telah aku alami. Kak, bagaimana caranya memaafkan orang lain termasuk diriku sendiri? Bagaimana ikhlas merelakan yg tlh terjadi? Aku masih blm bs bangkit seutuhnya.
@jurnalbirutua
Percaya, walaupun mungkin tidak semua orang mengalami itu. Saya sendiri pernah mengalaminya beberapa tahun lalu ketika kena penyakit parah. Dokter kesayangan saya memberi petuah simple, “kamu boleh kehilangan apapun. Orang tua, suami, pekerjaan, atau apapun. Tapi kamu ga boleh kehilangan Tuhan.” As long as we have God, all of those damn problems will solve, in God ways, of course.
Mungkin maksudmu bagaimana RIDHO merelakan kali ya? Karena kalau ikhlas, maknanya bukan melepaskan/merelakan, tetapi melakukan sesuatu tanpa keinginan timbal balik.
Oke. Sebenarnya pertanyaanmu sangat sulit untuk saya jawab. Pertama, saya ga kenal kamu jadi ga berani memberikan saran. Kedua, setiap orang membutuhkan cara move on yang berbeda2.
Tapi coba aku share apa yang selama ini aku pahami. Jangan ditelan mentah2 ya, ambil yang cocok; buang yang tidak cocok.
1. Hati2 berbincang dengan orang, terutama mengenai masalahmu. Pandai - pandai memilih tempat berbincang. Tidak semua orang mau memahami kondisimu, tidak semua orang punya kapasitas yang cukup untuk membantumu, dan tidak semua orang punya sudut pandang yang netral. Kalau kamu salah memilih, bisa jadi malah makin membuat perasaanmu menjadi negatif tanpa ada solusi.
2. Merelakan sesuatu, lagi - lagi kembali pada konsep keyakinan kita pada Tuhan. Semua yang terjadi di dunia ini dalam kekuasaan-Nya. Jika kita percaya itu, kita akan lebih mudah merelakan. Percayalah, jika kita mau belajar menerima setiap takdir, banyak hal - hal baik yang akan terjadi di belakang hari dan akan lebih kita syukuri *pengalaman pribadi*.
3. Memaafkan, saya sendiri belum bisa, terutama memaafkan diri sendiri. Tapi mungkin kita perlu belajar lebih ramah pada diri sendiri; tidak terlalu keras pada diri sendiri dan mau menerima bahwa kita cuma manusia yang banyak batasnya. Yang bisa kita lakukan adalah move on dan berbuat yang terbaik untuk masa-masa selanjutnya, dan belajar dari kesalahan lalu.
Memaafkan orang lain lebih mudah. Satu - satunya yang selama ini sedikit menolong saya adalah dengan tidak peduli pada hal buruk yang telah dilakukan orang lain pada saya.
Kata orang bijak, jangan kau gantungkan mood dan sikapmu pada perbuatan orang lain. Jika orang lain berbuat buruk padamu, itu urusan mereka. Urusanmu adalah mengelola perasaan sendiri untuk belajar dan move on demi memperbaiki hari esok.
Yang terakhir juga nasihat buat diri saya sendiri sih, ahahaha.
Anyway thanks for asked, dan saya harap kamu tidak membuang2 waktu dengan terus terjebak masa lalu tanpa bergerak kemana - mana.
Kalau kata dosen saya, waktu adalah barang ekonomi yang sangat mahal. Kamu ga akan bisa mendapatkannya kembali dengan cara apapun.
Modal ‘waktu’ itu jangan dibuang percuma. Korbankan saja perasaan (negatifmu itu), karena perasaan adalah capital cost yang masih bisa diusahakan keberadaannya dan diperbaiki. Sedangkan waktu tidak.
Semoga kamu segera kembali bersemangat dan berjalan, melanjutkan hidup yang biasanya jadi lebih hebat setelah breakdown momen.
#Repost @smartparentswannabe with @repostapp ・・・ PART 2 Dua Gaya Mendidik Populer Oleh: Elly Risman, Psi. 11. Pengasuhan yang efektif: cinta yang tidak permisif (semua boleh), cinta yang kuat untuk membiarkan anak berbuat salah dan menjalani konsekuensi. 12. Pengasuhan yang efektif: cinta yang tidak mentolerir tingkah laku yang tidak terpuji. 13. Kalau anak menangis karena mainan direbut temannya, jangan dialihkan dengan memberi mainan lain karena itu mengajarkan anak untuk menghindari masalah. 14. Sebaiknya anak yang merebut diharuskan untuk mengembalikan mainannya. Anak kita perlu diajarkan untuk mempertahankan haknya. 15. Masalah besar orangtua sekarang dengan anak mulai umur 7 tahun: tidak bertanggung jawab, manja, pemalas, dan melawan karena kecilnya salah asuh. 16. Kalau anak mau memakai baju yang tidak pas padu padannya, kita selalu menyuruhnya ganti karena kita malu pada orang lain. Padahal "parenting is never about us". 17. Peduli dengan anak bukan berarti melindungi dari semua kesalahan dalam proses berkembang. Kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. 18. Tanggung jawab tidak diajarkan tapi harus di-CONTOH-kan. Kalau mengharuskan anak membereskan mainannya, kita contohkan dengan membereskan barang atau bekas masak sendiri. 19. Tanggung jawab membutuhkan kesempatan. Kalau semuanya disediakan dan terlalu mudah, kapan anak akan mendapat kesempatan untuk belajar tanggung jawab? 20. Berikan anak pilihan dan batasan dari sedini mungkin. Proses pengambilan keputusan adalah momen yang sangat berharga. To be continued :) 7/5/15 #smartparentswannabe
#Repost @smartparentswannabe with @repostapp ・・・ PART 1 Dua Gaya Mendidik Populer Oleh: Elly Risman, Psi. 1. Ada dua gaya mendidik populer. Gaya helikopter dan gaya sersan pelatih. Keduanya tidak bagus untuk perkembangan anak. 2. Gaya helikopter: mengawasi anak terlalu berlebihan, menganggap anak seperti raja yang tidak boleh “disenggol” sedikit pun. 3. Gaya helikopter: tiada hari tanpa perlindungan, anak menemui kesulitan sedikit saja bantuan langsung datang dan orangtua sangat tidak tegaan. 4. Akibat gaya helikopter jika terbawa sampai anak besar: nyogok sekolah terbaik, mencarikan kerja untuk anak, anak berkemah ditengokin. 5. Biasanya helicopter parents selalu berdalih ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Padahal yang terbaik itu bukan diwujudkan dengan membelikan feeding set, stroller, atau barang-barang termahal. 6. Gaya sersan pelatih: selalu mengatur, anak tidak diberi kesempatan untuk berpikir karena semuanya sudah diputuskan orangtua. 7. Gaya sersan pelatih dan helikopter mungkin terlihat bekerja dengan baik ketika anak masih kecil, tapi akan bermasalah di kemudian hari. 8. Banyak orangtua yang menerapkan dua pola asuh tersebut atas nama cinta. Padahal parenting itu bukan untuk jangka pendek, harus pikirkan dampak jangka panjangnya. 9. Anak = pinjaman, dititipkan Tuhan untuk kebahagiaan, kesenangan, dan juga ujian kita. Jadi harus kita yang mengasuh secara total, bukan “diekspor” | 10. Sekarang banyak orangtua mengalihkan tugas pengasuhan ke orang lain, dari mulai baby sitter, nenek, guru di sekolah, sampai guru mengaji. To be continued :) 7/5/15 #smartparentswannabe
#Repost @smartparentswannabe with @repostapp ・・・ PART 3 (The last) Dua Gaya Mendidik Populer Oleh: Elly Risman, Psi. 21. Anak harus dicontohkan beberapa macam tanggung jawab. Terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga, alam, dan masyarakat. 22. Anak yang bertanggung jawab akan tumbuh harga dirinya, lebih percaya diri, berprestasi, mandiri, dan mengerti konsekuensi. 23. Contoh kecil: kita dapat mengajak anak untuk memilih sendiri menu sarapannya untuk besok, biarkan mereka memiliki kontrol. 24. Anak belajar dari apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan. 25. Tiga konsep diri yang baik: merasa dicintai sekitar, yakin punya kemampuan, dan merasa mampu mengontrol hidup sendiri. 26. Jangan mengambil alih proses pembelajaran anak seperti mengancingkan bajunya, menalikan sepatunya supaya cepat selesai. 27. Kasihan harga dirinya nanti ketika sudah TK atau SD, tapi belum bisa mengancingkan bajunya sendiri. 28. Biarkan anak melakukan kesalahan asal tidak berbahaya, tekankan kekuatan yang dimilikinya, hindari mengkritik, dan melindungi. 29. Bermusyawarahlah dengan anak, kalau anak melakukan kesalahan jangan dihancurkan lagi harga dirinya. Semoga bermanfaat ya, parents 😊 😊 😊 7/5/15 #smartparentswannabe
#Repost @hebadaragema with @repostapp ・・・ Fitrahnya perempuan tertarik deñgan laki2, begitu pula sebaliknya. Manusia sudah Allah ciptakan lengkap dengan kecenderungannya. . . . LGBT & pedofilia ini BUKAN bawaan lahir ataupun fitrah seseorang. Ia hadir dari pengalaman, trauma bahkan pengaruh lingkungan. Maka berhatihatilah mencari kawan . . Belakangan sedang marak ttg pedofil ini. Dannn ternyata sebagian pelaku adalah korban pedofil di masa lalu. Seperti rantai setan yang terus berkesinambungan. . . Rasa cinta pada anak2 hendaklah membuat kita menjaga mereka BUKAN menjadikan mereka objek pemuasan nafsu semata karna mereka tak seberdaya kita . . Jaga anakmu. Jaga dirimu. Akhir zaman fitnahnya luarrrr biasa. Smoga kita terhindar dari hal hal yang kurang baik.
Nanti akan ada… Seseorang yang hadir mengobati lukamu tanpa pernah kamu minta Seseorang yang membawa bahagia di tengah dukamu Seseorang yang memberimu tawa yang sempat hilang Seseorang yang memahamimu dan selalu ada untukmu Seseorang itu… Mungkin saja bukan dia yang selama ini kamu mau Mungkin saja bukan seperti khayalanmu Atau, bisa jadi tak pernah kamu sangka-sangka sebelumnya Kamu ingat, Tuhan selalu memberikan yang kita butuh, bukan yang kita mau Kamu hanya harus percaya, bahwa saat itu akan ada Bukan hanya sebatas mimpi. #jagungrebus #sebatasmimpibook #senyumsyukur #tumblr
Bila seorang wanita dapat dibeli dengan mahar. Maka kasih bakti ibu pada anaknya tidak dapat dibeli dengan harta dalam bentuk apapun. #batibamelow#😕
Dengan penampilan yang sama, seorang perempuan bisa terlihat lebih cantik tiap harinya, mungkin sang pria jatuh cinta.
Kuncoro Atmojo
Kehilangan figur.. Berapa banyak generasi saat ini yg pontang panting mencari figur teladan.. Berapa banyak dari mereka yg keliru meneladankan seseorang.. Saya meminta untuk para ayah "kembali lah kesinggasana rumahnya". Bahwa peran ayah tdk hanya mencari nafkah. Karna figur teladan utama yg dibanggakan anak adalah berangkat dari rumahnya. 😌 #NTMS
*MENJADI MUSLIM NETRAL* Banyak kita jumpai saat ini muslim yang mengambil sikap katanya "netral", "gak mau ambil pusing", "gak mau repot".., tanpa sadar mencari muka dihadapan manusia tapi buang muka dari ridha Allah Ta'ala ... Saat agamanya dihina, diinjak-injak, nabinya dilecehkan, ayat sucinya dinistakan, semuanya disikapi netral, baik karena khawatir dibilang fanatik, khawatir SARA, dan "gak enak ama non muslim" ... dan alasan-alasan yang dibangun oleh persepsi dan ilusi, bukan iman dan argumentasi .. √ Ketahuilah, netral dalam situasi seperti ini dalam Islam disebut syetan bisu .. Abu Ali Ad Daqaq Rahimahullah mengatakan: ُ مَنْ سَكَتَ عَن ِالْحَقِّ فَهُوَ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ _"Siapa yang diam saja tidak mengambil sikap bersama Al Haq, maka dia adalah syetan bisu"_. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/20) √ Ketahuilah, Abu Thalib lantaran tidak enakan terhadap kaumnya, dia pun memilih netral/diam/cuek dan wafat tetap dalam keadaan kafir.. √ Ketahuilah, pertarungan Al Haq dan Al Bathil itu abadi selamanya, apakah mau seumur hidup menjadi Muslim abu-abu ..? √ Ketahuilah, di akhirat nanti tidak ada muslim netral, yang ada hanyalah golongan kanan dan golongan kiri .. perjelas posisimu! √ Ketahuilah, di akhirat nanti dari golongan manusia hanya ada ahli surga dan ahli neraka, bahkan ashhabul a'raf pun akhirnya masuk surga .. perjelas sikapmu! Rencanakan tempatmu! √ Ketahuilah, di akhirat itu manusia terbagi menjadi 3 golongan: golongan mukminuun (muslim ta'at), golongan kafiruun (diluar Islam), dan golongan munafiquun (muslim tidak ta'at). Maka golongan kafiruun dan munafiquun akan masuk neraka jahanam, mereka kekal di dasarnya & tidak akaln pernah diangkat. (At Taubah:63). Maka yang manakah kamu ... √ Ketahuilah, netral itu bukan kemajuan sikap, tapi jumud, kaku, statis, dan jalan di tempat .. √ Ketahuilah, hidup di dunia hanya sekali dan mati juga sekali, maka matilah dalam keadaan muslim yang dibanggakan orang-orang beriman dan Rabbmu, matilah di atas jalan yang pernah dititi para pejuang mu'min dan pendahulu yang shalih .. Perhatikan firman Rabbmu .. وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا _"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (kafirun dan munafiquun-pen), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali"_. (Qs. An Nisa: 115) Wallahu A'lam ✍ Farid Nu'ma Hasan. #Khazanah alQur'an#