(via Unsung heroines: Six women denied scientific glory)
RMH
NASA

ellievsbear

PR's Tumblrdome
One Nice Bug Per Day
𓃗
$LAYYYTER
Jules of Nature
Show & Tell
todays bird
sheepfilms

JVL
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
Today's Document

Love Begins
cherry valley forever
official daine visual archive
KIROKAZE
tumblr dot com
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Romania

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Romania
seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
@seinsdenken
(via Unsung heroines: Six women denied scientific glory)
When was the first traffic light installed? - 1914, on the corner of East 105th Street and Euclid Avenue in Cleveland, Ohio. There will be a Google Doodle ab...
August 5th 2015. Google celebrates the 101h anniversary of the first eletric traffic signal system. When was the first traffic signal installed? Lester Wire developed the first traffic light in 1912. 2 years later on August 5th 1914 the first traffic light system was installed on East 105th Street/Euclid Avenue in Cleveland Ohio.
Source: https://youtu.be/9_AOGDXDvfs
this is fantastic!
Amazing! Some sounds planets and objects in space that sounded "terrible" was recorded by NASA
media sosial
terlalu sedikit informasi yang berkualitas ditayangkan. terlalu banyak informasi "ngawur", simpang siur data yang disediakan situs abal-abal. simpang siur mulai dari orang yang sebutannya "pemuka/tokoh agama", para motivator, bahkan juga ada dari para akademisi, dan sebagainya, kemudian antara si pemberi informasi dan penerima informasi sangat cepat mengambil kesimpulan. sering sekali media-media baik secara sadar dan tak sadar, turut serta memperkeruh suasana, dan mendulang untung dari tayangannya. di media sosial, yang dibutuhkan adalah kemauan dari masing-masing pengguna media untuk memeriksa kembali berbagai informasi yang didapat, di verifikasi, jika perlu lakukanlah investigasi jurnalistik. mengambil kesimpulan hanya dari satu media dengan sumber dan data yang tidak jelas, itu hanya akan mempersempit wawasan anda terhadap informasi tersebut, apalagi jika itu adalah suatu tragedi/insiden. maka dari itu perlu membandingkan informasi, sumber/data antara media satu dan lainnya, ini berguna sebagai pembanding mana informasi yang akurat dan mana yang tidak akurat.
See the inner workings of our world as you've never seen it before. Don't miss How the Universe Works videos on Science.
Ada banyak link yang menjelaskan bagaimana kerja alam semesta yang masih penuh misteri untuk diungkapkan, dan link ini hanyalah salah satu link yang menceritakan kerja semesta raya tersebut. ------- Andaikan planet Bumi saat ini baru saja berusia 1 tahun, manusia tentu lebih muda, bahkan sangat muda, 1 jam lalu lahirnya. Lalu, kapan dan dari mana lahirnya keyakinan akan adanya tuhan dan agama? Kapan itu muncul? Pastinya lebih sangat muda sekali usianya dari Bumi dan manusia. Darimana juga datangnya keyakinan mutlak tersebut hingga beradad-abad lamanya sampai di era sekarang ini banyak dianut masyarakat di planet Bumi? Padahal planet Bumi hanyalah salah satu bagian yang sangat sangat kecil sekali jika melihat banyaknya benda-benda angkasa yang tersebar di jagat raya semesta. Jika penulis kitab-kitab suci kuno saja hidup di jaman yang sangat sangat jauh sekali dari abad sekarang, yaitu sesudah berbagai jenis hewan Dinosaurus punah (sekitar 65 juta tahun lalu). Homo sapiens munculnya sekitar 300 ribu tahun - 400 ribu tahun lalu. Agama yang paling tua muncul pada 70 ribu tahun lalu. Dimulai dari agama Yahudi, agama-agama teistik baru muncul paling jauh itu di abad ke-12 SM, dan paling belakangan (dalam bentuk yang jauh sudah berkembang) baru muncul di abad ke-6 SM, saat bangsa Yahudi dibuang ke Babilonia (587-538 SM), Irak yang sekarang. Islam bahkan lebih muda lagi, lahir pada abad ke-7 Masehi. Jadi, bagaimana mungkin para penulis kitab-kitab suci teistik bisa kenal rupa Dinosaurus, sementara sains modern belum muncul di saat itu?..
"manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal-mengenal." --Surat Al-Hujurat ayat 13 "there is only one religion, though there are a hundred versions of it." --George Bernard Shaw "my religion is kindness" --Dalai Lama _____ Ada banyak bentuk penutup kepala. Di setiap agama seperti pada gambar terlihat berbeda-beda, baik dari jenisnya, bahannya, dan modelnya. Bahkan di Islam pun juga bervariasi bentuknya, beranekaragam.. Penutup kepala tersebut selain sebagai "perintah" suatu agama juga bagian dari fashion. Kenapa saya katakan demikian? Fashion melintasi ideologi, mengalahkan ideologi. Fashion juga dapat disebut sebagai komunikasi, karena disitu berbicara mengenai cara mengkomunikasikan berbagai identitas; kelas, gender, seksualitas, sosial. Variasi setiap penutup kepala banyak ditemukan terutama yang tampak terlihat adalah dalam mayoritas orang Islam. Variasi penutup kepala tersebut makin berkembang dan terus berkembang seiring dengan fenomena masyarakat dari abad ke abad hingga era modern ini dengan mewujudkan ide-ide, kemudian dikembangkan secara kreatif. Variasi penutup kepala ini juga memperkenalkan dan mengajarkan kepada manusia bahwa perbedaan itu lazim adanya. Perbedaan ada supaya manusia bisa saling mengenal antara satu sama lainnya.
Thank you, Maya Angelou, for sharing your song…
Ketika membaca Roland Barthes, di sana pun membaca Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce, serta ahli semiologi lainnya, dan tak lepas dari seluruh tanda-tanda yang berserakan di alam raya ini. Beruntunglah bagi mereka yang peka, mampu membaca dengan memahami dan memaknai di balik tanda-tanda yang ada tersebut.. --November 2011
Mengenal
aku ingin mengenalmu, memulainya dari hati ke hati.. aku ingin mengenalmu, lebih dekat.. aku ingin mengenalmu, siapakah kamu?.. aku ingin mengenalmu, adakah tuhanmu? seperti apa?.. aku ingin mengenalmu, hanya ingin mengenalmu, dan mengenalku.. --Oktober 2011
Imajinasi
"Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world." --Albert Einstein. Imajinasi berbeda dengan diimajinasikan. Adanya buku-buku, merupakan produk/buah dari imajinasi dan pikiran si pengarang/penulis yang berbentuk teks tertulis, dari pengetahuan si penulis. Pengetahuan ini tidak hanya lahir dari jenjang pendidikan/belajar 'formal'. Dan belajar sangat berbeda maknanya dengan sekolah.. Agustus 2011
aku merindukanmu seperti aku merindukan bintang-bintang yang membentuk sebuah gugusan di malam itu.. --coretan ini pada Agustus 2011 ;-)
“Aku melahirkan seorang anak, anak laki-laki, tapi aku memiliki ribuan anak perempuan. Kau yang berkulit hitam dan putih, kau yang orang Yahudi dan Muslim, Asia, berbahasa Spanyol, Amerika asli dan Aleut. Kau yang gemuk dan kurus, yang cantik dan sedang, yang homoseksual dan heteroseksual, yang terpelajar dan buta huruf, aku berbicara pada kalian semua. Ini yang bisa aku tawarkan.” —Maya Angelou, dalam tulisannya Letter to My Daughter. Letter to My Daughter, salah satu karyanya yang pernah aku baca. Apakah yang menarik dari tulisan Maya Angelou tersebut? Sederhana saja, dia berbicara mengenai kemanusiaan. Kegairahan untuk menjadi bebas, membangkitkan tekad untuk bertindak, berpikir, berbicara jujur, dan apa adanya. 28 Mei 2014
salam untuk... Keadilan. Apakah maknanya? Aku lelah menjelaskannya. Sungguh. Aku ingin tahu dari pikiran dan suara hati mu. Menurut mu, apakah makna keadilan? Apakah itu? Kau adalah orang yang beragama dan taat. Orang awam pun tahu itu, karena kau selalu menampilkan ‘identitas’ dari agama mu itu. Jangan jadikan kami sebagai ‘orang asing’ di negeri kami sendiri. Jadi, apakah yang dimaksud dengan keadilan? Tolong, tolong jelaskan kepada kami. Apakah itu? --Maret 2010
Andreea menari, dan terus menari awan putih di langit biru semerbak bunga bermekaran Waltz menyambut Andreea ada semi di mana-mana Andreea.. Oh, Andreea.. kaulah mutiara.. di hamparan lautan --April 2011
Memulai dan Merangkai berimajinasi.. otak pun berpikir.. seorang anak, memandang dunia, yang luas tak terbatas, menuju suatu titik misteri, yang tak mudah terungkap.. sebuah buku, melengkapi, perantara, dan salah satu media.. lalu.. huruf demi huruf terangkai, kata pun lahir, saling merangkai, merangkai memaknai alam.. --saat refreshing, Juni 2011.
Membaca Identitas
Membaca Identitas* Ada yang bertanya mengenai identitasku. Aku jawab sebagaimana mestinya. Ketika ditanya, “darimana?,” aku jawab, “dari mana-mana.." (terkadang aku jawab, “dari Indonesia,” untuk memastikan yang bertanya). Lihat saja dari nama lengkapku, Silvayanti. Aku dilahirkan di Pulau Jawa, Indonesia (tepatnya di Jakarta Selatan). Namaku ada ‘yanti’ (konon katanya karena banyak nama ‘yanti’ ditemukan atau dari Jawa) setelah nama Silva. Nama Silva sendiri yang aku ketahui adalah nama dari negara-negara yang menggunakan bahasa Latin (Amerika Selatan dan beberapa negara di Eropa), dan nama Silva di negara tersebut adalah nama untuk laki-laki [sampai ada yang bilang, “kamu seorang perempuan yang unik dan tomboi”, dan aku menanggapinya dengan tertawa, haha.. :-))]. Sedangkan dalam Ilmu Kehutanan, Silva adalah hutan. Aku tidak percaya seseorang tahu keadaan sebenar-benarnya mengenai dirinya. Orang bisa mengatakan, “kamu dari Minang, kamu dari Bengkulu, kamu terlalu Sumatera, kamu dari Jogja,” atau apa saja. Aku tidak tahu apa itu menjadi orang Indonesia dan apa itu menjadi dari daerah tertentu di Indonesia. Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, suku, adat istiadat yang berbeda antar daerah, agama/kepercayaan/keyakinan yang berbeda juga. Dan aku, hanya berbicara segelintir bahasa saja dan hanya paham/mengerti segelintir budaya saja. Aku seorang yang berpandangan terbuka dan fleksibel saja. Aku tidak merasa sebagai orang asli Indonesia, atau mengkhususkan diri sebagai asli/dari daerah ini atau itu. Ada hal-hal tertentu yang tidak aku sukai tentang Indonesia dan ada hal-hal tertentu pula yang tidak aku sukai dari dearah ini atau itu. Menurutku, orang yang terlalu mencemaskan identitasnya adalah narsistik, dan egois. Aku meyakini ini karena aku dibesarkan dengan cara yang sangat demokratis dan beragam di lingkungan keluargaku, sehingga aku tak pernah buang waktu untuk berpikir bahwa budaya yang ini lebih baik dari yang itu, ataupun sebaliknya. Aku berasal dari kelas menengah dan hidup dengan kesederhanaan. Ayah dan Ibuku berasal dari keluarga yang sangat sederhana juga. Ketika aku berusia 16 tahun, Ayahku meninggal. Ibuku mengatakan, “Nak, orangtua sering merasa tahu apa yang terbaik untuk anaknya dan mengatur ini dan itu untuk anaknya. Tapi, kalian memiliki kehidupan sendiri di luar rumah dan kalian lebih mengerti bagaimana melakukan yang terbaik untuk diri kalian.” Begitulah Ibuku, seorang janda yang dengan keberaniannya bertahan hidup, menatap kedepan, demi anak-anaknya. Ibu adalah segalanya bagi perjalanan hidupku. Dan, semua bahasa adalah bahasa Ibu. --*Ini dicatat sehabis membaca, dan menemukan ‘kemiripan dalam menjawab identitas’ dari Gayatri Chakravorty Spivak. Jogja, Januari 2010.