Lihat public figur yang menikah, pengen juga cepat-cepat nikah.
Lihat public figur yang romantis dengan pasangan, maunya digituin juga sama pasangan.
Lihat public figur yang bahagia terus dengan pasangan, mulailah berpikir kalau menikah itu isinya bahagia terus.
Menjadi pemuda, bukan masanya berangan-angan dan mengikuti hal yang terlihat membahagiakan pada orang lain. Masa muda itu lebih rumit daripada masa kecil dahulu. Kita bertransformasi dan mencari jati diri. Apa yang dilakukan sekarang akan memengaruhi diri di masa depan, maka pikirkanlah dengan matang sebelum memutuskan sesuatu. Jangan suka ikut-ikutan orang, apalagi kalau tidak sehebat orang yang diikuti. Sekarang maraknya anak-anak muda memutuskan ingin menikah karena lelahnya menanggung beban kuliah.
Pemikiran yang salah besar.
Melihat orang lain menikah dan bahagia belum tentu membuatmu merasakan hal yang sama. Menikah sama halnya dengan kuliah, harus ada ilmunya. Halusinasi tanpa realisasi yang dirasakan pemuda sekarang yang harus ditumpas. Pikiran mereka hanya dipenuhi dengan menikah, tanpa ada persiapan mental dan hanya menjadikannya pelampiasan.
Seperti kuliah yang butuh persiapan fisik dan mental, menikah juga seperti itu. Jangan jadi pemuda yang sembrono dan semaunya mau nikah aja langsung. Memangnya kamu mau cetak generasi di masa depan yang seperti apa? Mau generasi masa depan yang tidak berakidah dengan baik?
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."
Kalau memang ingin menikah, pantaskan dirimu. Pantaskan bahwa kau akan menjadi pencetak generasi emas untuk umat, bukannya sebagai pencetak generasi labil yang akan terombang-ambing dibawa arus zaman. Salah satu cara memantaskan diri yaitu dengan belajar. Apalagi di masa muda. Belajar dalam segala bentuk bisa kau lakukan, salah satunya dengan kuliah. Namun jika tidak kuliah, tetaplah cari guru untuk membuka cakrawala pemikiranmu layaknya yang dirasakan seperti berkuliah.
Menikah itu bukan pelampiasan, melainkan sarana pembelajaran bagi orang-orang tangguh.