Show & Tell
No title available
Xuebing Du
$LAYYYTER
Keni
Alisa U Zemlji Chuda

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosmic Funnies
Jules of Nature
No title available
No title available
Cosimo Galluzzi

shark vs the universe

Love Begins
Monterey Bay Aquarium

tannertan36
RMH
Claire Keane
we're not kids anymore.

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Israel
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Sweden
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from United States

seen from T1

seen from South Korea

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@sejatinyacinta
O Mu’min. Do not feel bad if people look at you differently or call you “backward” because of the way you dress and act (with modesty). Remind yourself that Allah has promised Jannah to those who sincerely submit to His will and follow His orders. Be amongst the strangers in this world and in Shaa Allah your sacrifices will be compensated with something far better than the pleasures of this Dunya.
jihadforjannah
Aku mencari apa yang tak mereka cari dan aku menemukan apa yang tak mereka temukan. Hidup memang tentang menghabiskan perjalanan, walau pada akhirnya kita hanya tahu mati adalah bukti; bahwa satu ketika ada jalan yang buntu.
- Gilar N.K (via jalansaja)
Level of iman
BREAKING NEWS: Israel Menyerah! Alhamdulillah.. Hamas menyepakati gencatan senjata permanen di Gaza yang diajukan oleh zionis Israel. Perang telah berakhir & kemenangan besar di pihak HAMAS. Jiwa 2.140 syuhada tidak sia-sia, karena bersamaan dengan itu lahir lebih dari 5.000 bayi di Gaza. Beberapa butir kesepakatan: 1. Pembukaan blokade Rafah 2. Perluasan batas laut Gaza 3. Pembebasan tahanan Palestina 4. Pengoperasian kembali pelabuhan Gaza Artinya, secara perlahan blokade Gaza di darat & laut yg berjalan 8 tahun, telah dibuka. Setelah membebaskan Gaza, sekarang target Hamas adalah membebaskan Al-Quds dan seluruh wilayah Palestina dari jajahan Israel
Alhamdulillah, Israel has finally accepted Hamas's conditions for long-term ceasefire!
War has officially stopped. Congratulations to every Palestinian, to every Muslim, and to every human being who supports peace in humanity.
Gaza, you have made us all proud.
Cermin kereta kami pecah, dan Gaza telah menang!
Aku Cemburu Padamu Yaa Ukhti
Hari itu Jum’at, 3 Februari 2012 awal ku beranjak denganmu…. Ku saksikan dirimu dari atas hingga bawah, ku pandangi berulang kali lewat sudut mataku dan aku pun tertunduk saat ku dapati bayangan diriku yang begitu nampak jelas. Kainmu terjuntai lepas… sedang aku.. hanya berlapiskan kain selengan yang terkesan minus dalam berhijab.. Ku toleh lagi dirimu, kali ini dari bawah hingga atas, ku rasakan keteduhan jiwa di dalam sana melalui pelupuk batinku. Ku pandangi cermat-cermat bayangan diriku yang bersandar di balik pepohonan, dan ku temui rasa malu kepadamu. Ku dengarkan perlahan bisikan hatiku “Aku Cemburu Padamu yaa Ukhti” “Aku Cemburu Padamu yaa Ukhti” … atas hijab yang kau kibarkan dengan sempuna menutupi tubuhmu’ hingga akupun yang menjadi mahrammu hanya mampu mengintip dari mata sipit yang tersipu itu.. Ku teruskan langkah mengirimu melewati petak-petak kecil, secara diam-diam bertambahlah luapan jeritanku “aku makin cemburu padamu yaa ukhti…” Pandangan yang benar-benar kau tundukkan saat kumbang-kumbang tak dikenal menyinggapi bayangan langkahmu, suara kecil, pelan, penuh kelembutan yang sontak kau lontarkan membalas salam mereka dengan senyuman, sekalipun dalam keadaan itu, lagi lagi ku hanya dapat cermati lewat bola mata yang kembali tersipu di bawah sinar mentari sore kala itu.. Berjalan terus kita melangkah hingga terhenti pada sebuah rumah sederhana tujuan kita. Rupanya, engkau menggiringku ke suatu majelis.’ Asing. Sangat asing rasanya yaa Ukhti… merasakan keberadaanku yang terkesan konyol dengan kain-kain pendek, cerah nan ceria yang menutupi badanku apa adanya. Terlebih bila menyaksikan kawan-kawanmu yang lain, yang serupa denganmu, serasa betul-betul aku datang dalam keadaan yang salah, menelanjangi diri dengan berbagai fikiranku. Ku tarik nafas dalam-dalam… Ku coba tenang dalam duduk. Berbincang satu dua kata dengan wanita-wanita mapan yang baru saja kau kenalkan padaku. Hanya terucap jawaban ‘iya.. tidak…’ dari mulutku. Suasana berganti saat sang Ustadz memulai ta’limnya… Ku duduk dengan malu-malu pada barisan pertama, tepat di hadapan hijab kuning yang menempel pada untaian tali dari dinding satu ke dinding lainnya. Ku terdiam. Menyimak. Ku lirik lagi keadaan sekelilingku. Betapa berbedanya aku yaa Allah, apakah aku terlalu jauh dan sudah sejauh ini dariMu? Ku lirik pula sembunyi-sembunyi kitab yang sedang kau pegangi. Dan lagi-lagi ku dapati diriku dalam ketidakpemahaman yang begitu dalam, hingga ku putuskan kembali fokus pada penyampaian sang Ustadz. Dan kemabali ku rasakan diriku dalam ketertinggalan akan pemahaman ajaranNya. Ingin ku menangis saat itu. Tapi betapa malunya aku. Ku tahan isakku dalam dada.. Pikiranku kembali teralihkan saat memperhatikan sampul pink dari kitab yang kau pegangi itu yaa Ukhti,, dan kali ini ku saksikan akalku dalam sedikit pengetahuan, ku baca “Nashihati lin-nisaa” Ku putar kembali kendali akalku dan ku simpulkan bahwa penyampaian sang Ustadz adalah isi yang kau simak dari itu. Aku pun kembali cemburu padamu yaa Ukhti… Atas pemahamanmu akan kalam-kalam Allah.. Atas kedekatanmu pada Rabb-ku.. Atas kekhusyukanmu dalam menerjemah ilmuNya.. Sedang aku, hanya sibuk dengan dunia yang benar-benar melelahkan tanpa memahami tujuan yang ku jalani semua ini… Dalam arungan fikiranku tanpa arah kesana kemari, dalam ketidakcakapanku memanfaatkan waktu hidup ini yang begitu singkat, ku tangkap jelas seruan sang Ustadz mengakhiri ta’limnya memperingati kami, kaum hawa di balik hijab yang tersingkap itu : “Dan tetaplah kamu di rumahmu…” Seketika itu, terhempaslah batin ini merenungi aktivitas rutin yang sebagian besar ku jalani hampir setengah malam di luar rumah.. Tanpa ku sadari satu per satu kain-kain panjang itu bergerak, dari arah kiri, kanan dan belakang, ternyata sang Ustadz telah mengakhiri tausiyahnya kali ini. Ku tersadar dari lamunan beberapa menit yang ku ratapi.. Aku pun beranjak dan sontak ku tercengang melihat pancaran cahaya-cahaya Allah yang engkau tutupi sejak tadi… Di wajahmu secara jelas ku tangkap bayangan sinar-sinar wudhu yang rutin engkau basuhkan. .. Ditambah lagi senyuman manis yang tersungging dari bibirmu menambah kesempurnaan ciptaan Allah yang dititipkan padamu, yang kau jaga secara sempurna dengan hijab lengkap yang kau kenakan itu yaa Ukhti… dan kali ini, aku tidak salah menyimpulkan, ku pandangi lekat-lekat wajah saudarimu yang lain, dan ku dapati sama, pancaran sinar keimanan, kelemahlembutan dan hati penuh kasih ku saksikan makin jelas di benakku… Diantara cahaya mentari yang makin memudar menyelinap di antara celah-celah kecil rumah keteduhan itu, seakan ku melihat surga Allah melalui jalan keimananmu yaa Ukhti… Lanjut lagi, Ku langkahkan kaki bersamamu, menapaki jalan-jalan kecil berbatu setengah beraspal yang kita jejaki sebelumnya. Sepanjang langkah, batinku terus bergeming : Aku cemburu padamu ya Ukhti, atas hijab yang kau jaga rapi di luar rumahmu.. Aku cemburu padamu yaa Ukhti, atas pengenalanmu pada agama Allah yang begitu dalam.. Aku cemburu padamu yaa Ukhti, atas wudhu yang kau jaga tiap waktu.. Lagi lagi,,, Aku cemburu padamu yaa Ukhti, atas kelembutan hati yang tercipta dalam kecintaan Allah dan Rasul-Nya.. Dan betapa Aku cemburu padamu yaa Ukhti atas keistiqomaanmu menghadapi cercaan orang di luar sana atas hijab yang kau jaga itu.. Dan betapa aku makin cemburu padamu yaa Ukhti, atas keimananmu dalam menegakkan perintah Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupmu.. Betapa banyak lisan yang mengakui Allah sebagai Rabb-Nya dan Muhammad sebagai Rasul-Nya namun sering kali mengacuhkan bahkan mencerca terlebih menghina perintah yang diserukanNya… Berbeda dengan dirimu, yang kokoh berjalan di atas kebenaran itu. Terlebih jelas berbeda dengan diriku yang terkesan setengah-setengah menegakkannya. Padahal, dalam sadarku selalu berkeyakinan bahwa mautku dapat datang kapan saja, dari arah manapun yang tak ku duga-duga, dan apakah aku akan diambil dalam keistiqomaan seperti dirimu saat ini, ataukah aku akan kembali sebagai orang yang merugi…?? Ya ILLAHI… Aku hanya manusia biasa yang begitu lemah, yang tak memiliki daya dan upaya selain pertolongan dari-Mu.. Tolonglah akidah hamba, dekatkanlah hati ini kepada-Mu, tumbuhkanlah kecintaanku pada-Mu seperti yang engkau tumbuhkan pada mereka yang mencintai-Mu.. Tuntunlah lisan ini dalam kelemahlembutan dalam bertutur, lindungilah aku ya Allah dari kata-kata yang tak bermanfaat dan menyakitkan bagi orang lain. Jadikanlah diam sebagai penjaga untuk lisanku ya Rabbil Izzati… Pagarilah fikiran ini dari sifat su’udzan akan perintah dan seruan-Mu sehingga aku dapat melangkah ke jalan keistiqomaan seperti yang diyakini oleh bidadari-bidadari syurga yang Engkau perlihatkan padaku petang ini… Sekali lagi, dan akan ku ingati berkali-kali… “Aku cemburu padamu yaa Ukhti, atas segala kebaikan, rahmat dan hidayah yang Allah curahkan pada hati, lisan dan setiap jejak langkahmu…” Bagiku,,, engkaulah hijabers sejati…
If your parents are alive, be grateful at the opportunity to earn Jannah by serving them
Nouman Ali Khan (via islamicrays)
🙏
(via lissymac37)
-looking for it„„„„„„~ :)
The way to be successful in the end, is to turn to Allah at the beginning.
Yasir Qadhi
From the collection: IslamicArtDB » Yasir Qadhi Quotes (210 items)
Aku hanya Aku ..berdiri dengan diriku.. DIA yang Ku cari tersembunyi disebalik hujan akal dan nafsu.. Aku dan DIA adalah ke Kasih dengan ke Kasih.. Di mana ada Aku pasti ada DIA..di mana ada DIA tersembunyi pulak aku..bagai roh dengan nyawa ..berselindung sebalik Jasad.. Bagai bayang dengan tuan nya..dekat tak tersentuh..jauh tak bentara.. Aku dengan DIA ada rasa..dia ada rasa padaku..Aku jadi tenang. Dalam nya dasar lautan yang dalam..dalam lagi hati manusia.. Terangnya matahari..terang lagi hati manusia….:)
let’s talk about how most media coverage of protests to end the occupation of palestine are filled with violence and belligerent protestors. Here’s some proof that that’s not usually the case. I exchanged nothing but smiles and kind words from fellow protestors. Solidarity means brotherhood, and that’s exactly what these protestors displayed.
The love between a husband and wife is the biggest blow to Shaytaan
Alhamdhulillah.. ANTI israeli protests & pro palestine going All around the world.. There are more other countries… Insha Allah victory will be Ours.. GAZA UNDER ATTACK…