Cats in weird places by Djamila Knopf
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
trying on a metaphor

titsay
Cosmic Funnies
No title available

No title available

oozey mess
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

祝日 / Permanent Vacation
Alisa U Zemlji Chuda
KIROKAZE

@theartofmadeline
wallacepolsom
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
h

JVL

blake kathryn
🪼

seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Argentina

seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from United States
seen from United States

seen from India
seen from Brazil
seen from Germany
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
@mfaezzow
Cats in weird places by Djamila Knopf
the goal is to always have days so good that you forget you have a phone
Rainy day in Kyoto
Sometimes you have to accept that some people can only be in your heart, not in your life.
Your prayer is the bridge between you and Allah, hold onto it.
Some things overcome our heart in a way that hope feels like too great an ask. But you see, there's a reason why Allah سبحانه و تعالى asks us to hold on even whilst we endure the things that turn our world upside down. Because it's within the helplessness of these moments that there is only room for hope. There is no choice but to let go and give in to Our Lord's plan. To succumb to a state where we realise there is nothing nor anyone that can save us except Him. The One who can pull us out of the dark depths of the void that is life, and to fill that same void with His Light. A Light that so certainly brings life and compensates in a way that it shall always prove to our hearts that so long as we believe in Our Lord and all that only He Is, Has been and Shall always Be, there must always be room for Hope. After all, how can one possibly fall into despair when he has belief in his Lord, The Reviver of Life and The Bestower of Hope?
artbyjulia.png on Instagram
May Allah remove any arrogance in our hearts, and make us humble and modest people, dealing with everyone with love, care, and respect.
May Allah grant us all to see the beauty of Mecca
آمین
Leah Gardner
Hati manusia itu mudah berubah. Jadi jangan merasa punya tempat khusus pada kehidupan orang yang seolah kamu kenal baik dengannya.
-Adzkia N
Banjarmasin, 3 Juni 2023 pukul 19.42 WITA.
Rezekimu sudah tertulis.
Jodohmu sudah tertulis.
Pekerjaanmu sudah tertulis.
Makanan yang kamu makan sudah tertulis.
Kematianmu sudah tertulis.
Jadi mengapa kamu begitu risau dan tertekan?
Percayakan semua urusan kepada Allah.
Fokus saja pada agamamu, dan bekerja keras. Sisanya, akan sampai kepadamu pada waktunya..
Talking to the moon by Me
Ketika Seorang Suami Dicintai..
Jadilah seorang suami yang ketika ia bertanya kepada istrinya, "Apa yang membuatmu mencintaiku?" dan sang Istri menjawab:
"Engkau tak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum dengan tatapan mata yang meneduhkan, mengingatkanku tentang kisah dari shahabat Jarir bin Abdullah bin Al-Bajari tentang akhlak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang senantiasa tersenyum. Pandanganmu begitu engkau jaga, hingga tak pernah ku melihat atau kudengar dari orang lain, engkau meliarkan pandanganmu kepada wanita selain mahrammu.
Aku menyukai caramu ketika melihatku melakukan kesalahan, menegur dan mengingatkanku dengan tutur kata yang baik. Sebab cinta itu adalah ketika engkau sangat khawatir murka Allah tertuju kepada orang yang engkau cintai. Dan engkaupun memintaku melakukan hal yang sama, jika aku melihat kesalahan ada padamu. Sehingga kita bertumbuh bersama dalam suasana 'wata'aawannu 'alal birri wattaqwa'.
Aku menyukai caramu menjaga kebersihan diri, juga ketika kumendengar alasanmu berpakaian yang tak melebihi mata kaki, sebagai ikhtiar menunaikan sunnah katamu. Engkau yang senantiasa menjaga wudhu dan tak pernah kudapati bau yang tak sedap ada padamu, senantiasa wangi.. sehingga menyejukkan penciuman dan mataku.
Aku menyukai caramu ketika akan beranjak tidur, mengenggam tanganku dengan lembut dan menuntunku, hingga rasa malas untuk mengambil air wudhu itu hilang. Kemudian bertanya kepadaku, "Apa ada yang membuatmu marah hari ini? Jika iya, bersihkan kemarahan itu dari dadamu sebelum kita tidur. Jika masih ada.. mohon pertolongan Allah Ta'ala agar kita mampu memaafkan, bukankah kita pun suka jika Allah mengampuni kita?"
Aku menyukai caramu membangunkanku di sepertiga malam, dengan cara melantunkan ayat-ayatNya ditelingaku dengan begitu lembut, hingga selesai pada penggalan ayatNya dan berbisik, "Ayo shalat malam, istriku.." dan aku menyukai rutinitasmu membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya, menunggu adzan subuh bersamaku setelah selesai shalat di sepertiga malam.
Aku menyukai caramu ketika berpesan saat pamit untuk pergi shalat subuh berjamaah, "Jangan dulu membersihkan rumah ataupun memasak sebelum aku pulang dari masjid.. kita lakukan bersama-sama, istriku cukup bantu untuk melakukan yang ringan-ringan saja."
Aku menyukai caramu ketika menunjukkan kecemburuanmu. Kecemburuan yang timbul dari keimanan, memintaku untuk tidak memposting fotoku di sosial media, menjagaku dari mata yang tak halal untuk melihatku, juga untuk menjaga orang yang engkau sayangi dari bahayanya penyakit 'ain tersebab pandangan mata.
Akupun menyukai caramu menunjukkan kecemburuanmu saat aku berjalan bersamamu, ketika engkau melihat ada lelaki yang memandangku.. engkaupun melindungiku dengan tubuh tegapmu, hingga lelaki itupun tidak lagi bisa memandangku, kemudian mengenggam tanganku seakan engkau sedang menunjukkan bahwa aku adalah "milikmu".
Aku menyukai caramu yang tak pernah lupa mencium keningku dan mendoakan agar Allah Ta'ala senantiasa menjagaku ketika engkau akan pamit untuk mencari nafkah.
Aku menyukai caramu dalam menunaikan kewajibanmu, kewajiban lelaki tak hanya mencari nafkah katamu (maisyah), tetapi juga mentarbiyyah (mendidik ke jalan takwa) istri dan anak-anakmu, dan juga qiwamah (memimpin dan menjaga). Engkau juga yang tidak ingin melewatkan waktu untuk membersamai anak-anakmu bertumbuh.
Aku menyukai caramu ketika pulang kerumah, mengucapkan "bismillah" dan salam, kemudian berkata dan memelukku "Hi wifey, how was your day? I missed you..."
Aku menyukai caramu ketika memakan masakanku, dengan cara menghabiskannya dan tak pernah sedikitpun mencela masakanku, meski pernah keasinan. Yang engkau lakukan adalah tersenyum dan menunjukkan wajah yang lucu.. sampai akupun tertawa dan menyadari kesalahanku. Aku menyukai caramu yang selalu berterima kasih setelahnya, namun sungguh, bagiku itu tidaklah sesederhana yang terlihat.
Karena itu, aku mencintaimu karena engkau mencintai ku karena Allah, aku mencintaimu karena kebaikan agama dan akhlak yang ada pada dirimu. Jazakallaahu khairan, karena telah bersedia membersamai dan membimbingku untuk bersama-sama menggapai ridha-Nya."