Seandainya Tuhan memberikan kesempatan, aku ingin menemukanmu lebih cepat

No title available

shark vs the universe
almost home

JBB: An Artblog!
we're not kids anymore.
taylor price
trying on a metaphor
Today's Document

⁂
sheepfilms

pixel skylines
Stranger Things

#extradirty

Product Placement

Origami Around
art blog(derogatory)
Claire Keane

izzy's playlists!

JVL
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from United States
seen from Trinidad & Tobago
seen from United States

seen from Portugal

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
@sekarnurani
Seandainya Tuhan memberikan kesempatan, aku ingin menemukanmu lebih cepat
Akhir-akhir ini aku ingin lari yang kencang tanpa takut terjatuh. Aku ingin lari yang kencang tanpa takut gigi depanku patah lagi karena jatuh mencium tanah. Aku ingin merasakan bergerak melawan hembus angin sampai kain di kepalaku berantakan. Aku ingin berlari sangat kencang sampai rasanya seperti sedang terbang. Aku ingin lari hingga air di ujung mataku kering atau menetes terbawa angin. Aku ingin lari yang kencang, sangat kencang, sampai sakit ini tidak lagi terasa. Aku ingin lari.
SUB, 19 Juni 2023
johnny // gettyentertainment instagram update
Little Things
If I have to put it into words, I guess love from you is a constellation of little things. Every little thing is special and shine bright like stars in the night sky.
The little thing of how your thumb rub the back of my hand whenever you hold my hand.
The little thing of how your eyes locked on mine whenever I tell you about my cats or any mundane things, as if it is the most important thing in the world.
The little thing of how you always stand on the outer side of the street when we crossed.
The little thing of how you always send me the picture of my favorite food when you’re out of town.
The little thing of how you’re willing to eat the bell pepper on my pizza and letting me have the cheese crust, my favorite part of pizza.
The little thing of how you willingly take half of my rice, even before I ask you to.
The little thing of how you rush home whenever it’s going to rain hard, because you know that I hate to be alone in the middle of thunder day.
The little thing of how you ask me on what to wear on your first job interview.
The little thing of how you let me choose the songs in the car.
The little thing of how you smile at me through your motorbike rearview on every red.
And I know that you love me. I know it from those little things.
And just like the constellation of stars in the night sky, those little things appear as the brightest. Their existence are there to shine and to guide what’s around them. Those little things are how you love me. The little things that filled up every part of my heart.
For once, I want to be able to feel every little things that you feel about Chicago. Let's go to Chicago, someday, on a very fine day, someday.
Din
30/11/22
You know what's worse? Have to witness the one that you love suffer from things that you feel just okay with.
Halo! Ada yang pulang nih!
Hai Tumblr, apa kabarnya? Ekekekeke akhirnya kembali lagi, lebih tepatnya mencoba kembali, setelah beberapa kali cuma sampai teras, segan masuk, apalagi mampir agak lama. Bukan karena sibuk ya, lebih kepadaaaaaaa karena lupa caranya...
...caranya mengungkapkan perasaan. Jiyakhh
Soalnya aku ngerasa ada sesuatu yang gak sehat di dalam diriku dalam setahun belakangan ini, atau lebih, atau bahkan tanpa disadari sudah jadi kebiasaan, yakni... memendam perasaan.
Oh, bukan, bukan memendam, tapi lebih ke mengabaikan. Mengabaikan perasaan sendiri. Kecuali rasa takut.
Pernah suatu hari aku nganter ponakan ngaji, karena ngajinya cuma sebentar, jadi aku nunggu di depan gerbangnya. Ada semacam got, airnya jernih, terlihat beberapa kecebong. Jadi, dulu pas aku masih SD, aku sempet ikut sanggar tari gitu, kalau udah selesai, aku nunggu dijemput di satu halte yg ada kolam ikannya. Di sana juga ada kecebong, biasanya aku nyari aqua gelas bekas gitu, buat wadah kecebong untuk dibawa pulang. Seketika sssseeeeemmmmuuuuuaaaa yang dulu-dulu keinget lagi. Pas berangkatnya, pas nari, pas nunggu dijemput. Haa, hampir nangis. Terus aku langsung lihat yang lain. Padahal yaudahlah ya, itu kan namanya kangen ya. Ya gapapa. Tapi aku takut. Takut keinget lebih dalam wkwk. Soalnya aku bingung juga tu kalau kangen, mengungkapkannya ke siapa. Ooo mungkin bisa ditulis, tapi gatau caranya. Jadilah berantakan gini. Ya gapapa ya, drpd kepikiran terus. Lagian tumblr jg udah sepi. Ekekek
Dah ya. Mungkin aku cuma belum bisa menyesuaikan diri dengan banyak hal baru. Atau terlalu memaksakan diri untuk menerima hal baru dalam waktu singkat. Jadi kayak ngos-ngosan gitu. Tapi gatau istirahatnya gimana dan kapan. Sedi bgd sbnrnya tuwww. Kayak mo nanges tapi ga ada waktu.
Brb, nangis dulu. Hixxxxxx
Bessel van der Kolk, The Body Keeps the Score
Peran Kakak dan Adik
"Kakak harus ngalah sama adik" "Adik harus bisa kayak kakak" "Kakak harus membimbing adik" "Adik harus jadi lebih baik dari kakak" Harus ini, harus itu. Harus begini, harus begitu. Dari zaman dahulu sekali, entah tepatnya sejak kapan, kalimat-kalimat serupa tadi selalu digaungkan oleh sekitar. Seolah-olah peran dan tanggung jawab mereka sudah jadi pakem sejak mereka dilahirkan sesuai dengan urutannya. "Kakak harus senantiasa kuat, adik harus selalu nurut" jadi narasi yang selalu ditanamkan bahkan sejak kecil. Yang kemudian malah jadi sesuatu yang memberatkan si kakak dan si adik. Tak jarang membuat mereka merasa bersalah atau merasa gagal ketika tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut. Dan sering kali pula akhirnya membuat kita lupa bahwa mereka lahir sebagai manusia biasa. Manusia yang boleh melakukan kesalahan, tidak harus selalu kuat, boleh jadi apa pun yang diinginkan, tidak harus selalu mengalah, dan lain-lainnya. Manusia dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Manusia yang perannya tidak seharusnya dikotakkan dalam sekadar urutan lahir kesekian saja.
Din
SUB/07/01/22
Bukankah segala sesuatu dimulai dengan langkah kecil terlebih dahulu? Tugas kita hanya tinggal memperbesar keberanian untuk memulainya.
Saat kita dilahirkan
Bulan November lalu ada anggota baru yang hadir di dalam keluarga, ponakan baru uyeaay. Waktu dia lahir, semua orang menyambutnya dengan suka cita. Semua orang senang dia lahir dalam keadaan sehat. Waktu aku lihat sosok kecilnya digendong Utinya, aku ngerasa terkesima. Sosok kecil yang diperjuangkan oleh Ibu-Bapaknya untuk hadir di dunia ini ternyata hadir beserta kebahagiaan. Kebahagiaan yang sama besar atau mungkin bahkan lebih besar dari perjuangan Ibu-Bapaknya.
Hari itu aku dapat gambaran jelas sekaligus jawaban atas pertanyaanku dulu. Pertanyaan tentang “Apakah kehadiran kita di dunia merupakan sesuatu yang membahagiakan?” Melihat itu aku yakin bahwa ketika kita lahir, kita disambut banyak cinta kasih dan kebahagiaan dari sekitar, setidaknya dari Bapak Ibu. Hari itu aku tahu, bahwa kehadiran kita di dunia jadi sesuatu yang amat disyukuri oleh sekitar.
Hari itu aku berbisik kecil buat si bayi dan buatku, “Ibu-Bapak bahagia sekali waktu kita lahir. Ketika dewasa nanti, semoga bahagia tetap mudah hadir ya bagi kita dan sekitar.”
SUB 16/12/21
Din’s (smol) Self Reflection
Haiiii!!
Yaampon udah bulan Desember aja, cepet banget nggak sih?? Bingung akutuh hahaha
Oiya, beberapa waktu lalu aku nemu prompts di twitter punyanya @/byputy . Terus aku tadinya mau Quote tweet aja tapi bakalan panjang banget dan bakal jadi thread, aku lagi males bikin thread hehehe. Jadi, yaudah aku jawabin di sini aja, sekalian bikin refleksi tahunan di sini. Yuk Mariiii
1. Berapa hari (atau berapa kali) sakit? Apa penyebabnya?
Sebenernya selama pandemi ini Alhamdulillah jarang sakit karena jadi lebih hati-hati soal kebersihan dan asupan makanan. Tapi tetep aja tahun ini aku beberapa kali sakit yang sampe nggak bisa apa-apa. Seingetku sih sampe 3 kali sakit. Sakit pertama itu sampe seminggu. Badanku merah dan bengkak, terus lemes dan nggak nafsu makan. Sampe sekarang gatau waktu itu sakit apaan. Sakit kedua dan ketiga tuh geliyengan sampe muntah karena kepikiran beberapa hal. Yang lainnya sih sakit masuk angin atau diare yang langsung sembuh pake obat warung hehehe. Semoga 2022 semua orang yang kusayang, yang sayang aku dan aku sendiri selalu diberi kesehatan ya. Aamiin
2. Barang apa saja yang dibeli lalu tidak terpakai (atau hanya dipakai sekali, atau hanya happy pas unboxing saja)?
HAHAHA ketawa dulu ya. Sesungguhnya mayoritas barang yang aku beli tahun ini tuh best buy yang kepake banget buat menunjang hidup. Tapi, ada nih mantemen barang yang aku beli (banyak) yang cuma happy aja pas unboxing. Tak lain dan tak bukan adalah album dan photocard NCT dan EXO wkwkwk dahlah 2022 mau puasa jajan
3. Apa rencana yang tidak terlaksana? Kenapa?
Hmm, nyelesein studi tahun ini? Belum terlaksana tahun ini but getting closer lah insyaAllah. Alasannya sih gegara sempet demotivasi dan juga sempet keasikan jualan merchandise dan hampers hehehe
4. Hal baik apa yang terlaksanakan tanpa direncanakan?
Alhamdulillah ada banyak :) Yang paling jadi highlight adalah akhirnya bisa akrab lagi deh. Lebih akrab dari yang dulu, sekarang malah bisa cerita banyak hal tanpa canggung. Hidup jadi terasa lebih ringan untuk dijalani karena tahu kami punya satu sama lain, huwaa terharu. Oiya satu lagi, akhirnya aku punya peliharaan kucing yeaay. Namanya Grey. Kucingnya dateng sendiri ke rumah terus akhirnya diizinin deh sama Papa buat melihara kucing. Ahh senang
5. Apa hal baru yang dipelajari tahun ini?
Belajar sampe akhirnya bisa nyetir mobil di dalam dan luar kota. Keren nggak sih aku? Terus aku juga belajar beberapa alat analisis data baru yang dulu aku kira susah, eh ternyata aku bisa paham huhuhu bangga akutuh. Aku belajar jahit dan udah berhasil bikin scrunchies, pouch dan sleeve laptop. Aku juga belajar crochet, udah berhasil bikin halter top. Sekarang otw bikin crochet hat, Bismillah semoga lancar. Aku juga belajar bikin roti, udah berhasil bikin roti sobek, roti isi, dan roti tawar dengan sempurna. Oiya aku belajar bikin video buat IG dan tiktok juga dan ikut lomba di IG dan tiktok lalu menang wkwkwk Alhamdulillah.
6. Siapa 5 orang yang paling berpengaruh dalam hidup tahun ini?
Sesungguhnya ada banyak sekali mulai dari Mama Papa sampai temen-temenku tapi pengen ngasih penghargaan lebih buat :
Shout out buat Bu Doy, temen dari zaman SMA yang duh aku nggak tau harus ngomong gimana tapi makasih selalu ada. Makasih juga udah reach out waktu itu, makasih udah mastiin aku baik-baik aja, makasih buat semuanya, makasih banyak ya purs! Ayo kita sehat terus biar bisa nonton konser bareng ya.
Shout out buat Kakak dan Adekku, yang 24/7 bisa bertahan denganku dari mulai ngeselin sampe nyenengin. Let’s grow stronger together!
Shout out buat Birul yang memberikan masukan dan semangat soal tesis. Yang mau aja tetiba dicurhatin tentang masalah hidup gue dan always ready buat meet up tiap kali gue ke JKT.
Shout out buat yang tetiba chat aku setelah aku reply tweet Babah bahwa aku pernah ngerasa pengen mati aja. Makasih ya, walaupun waktu itu chatnya cuma nanya kabar tapi sungguh sangat berarti. Ditunggu update foto makanan dan setoran stikernya hehehe.
Shout out buat Grey (plis aku tau ini buat orang aja wkwkw tapi Grey beneran berpengaruh banget). Makasih ya udah dateng ke rumah dan mau jadi peliharaanku.
Oiya buat semuanya juga deh, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Sehat terus yuk! Duh jadi lebih dari 5, gapapa ya.
7. Apa saja yang membuat tertawa tahun ini? Apakah beda dengan tahun sebelumnya?
Hampir sama sih, mulai dari podcast Rapot, konten NCT, chat-chat sama temen-temen. I think I lost count of ‘em because I really enjoy all of them so much. Semoga 2022 dipenuhi lebih banyak tawa lagi ya. Aamiin
Yaudah deh gitu aja. Semoga kita sehat dan bahagia selalu, serta banyak hal baik terjadi di 2022 buat kita semua. Aamiin
I used to believe in his forever. To his “I’ll be here forever”. To his “I always want us to be forever”. And to his “I love you forever”. But I never prepared myself for all of them to be memories forever.
Kay
25/11/2021
What if this present life is just a dream? Could you take me back to 2016?
Jeff in a cloudy day
Bekas Cangkir di Ujung Meja
Aku mendapatinya tengah duduk di kursi di ujung sebuah meja jati berbentuk oval yang berada di ruang makan. Jemarinya tengah mengusap-usap sebuah lingkaran cekung bekas cangkir di ujung meja tersebut. Pandangannya mengarah ke jendela, menatap entah apa yang ada di luar sana. Sepertinya ia tidak menyadari kehadiranku, karena bahunya reflek terangkat kaget ketika aku mendekatinya dan bertanya “Tinna sudah makan?”
Tinna menoleh melihatku melalui kacamata bulatnya yang sedikit merosot. “Tinna sudah sarapan belum?” tanyaku kembali.
Tinna kemudian tersenyum sembari menjawab, “Sudah tadi, makan putu ayu dan grontol*”
“Putu ayu? Itukan kesukaan Luna, terus Luna disisain nggak?”
“Tuh” jawab Tinna sambil menunjuk dua buah putu ayu dalam plastik mika di meja.
Aku meraih salah satu putu ayu, melepas alas daun pisangnya lalu menggigitnya. “Makasih ya Tinna.”ujarku dengan mulut penuh putu ayu.
“Hush, makan ndak boleh sambil ngomong. Ora ilok.” tegur Tinna.
Aku nyengir menanggapi teguran dari Tinna, lalu lanjut menikmati putu ayu yang sudah kugigit tadi.
“Dulu Bakung selalu duduk di sini.” ujar Tinna tiba-tiba sambil menepuk-nepuk lengan kursi yang sedang ia duduki. “kalau nggak sambil baca koran ya dengerin radio atau muterin pita kaset yang habis disetel semalam."
“Muter pita kasetnya pakai pulpen bukan sih, Tinna? Aku lupa-lupa inget.”
“Iya, pakai pulpen atau pensil. Muter pita kaset gitu bisa sampai habis berapa cangkir kopi tuh.”
“Ah iya aku inget, Bakung dulu suka banget minum kopi. Aku dulu suka curi minum kopinya, terus diomelin deh.”
Tinna terkekeh mendengar pengakuanku. “Enak ya kopinya? Itu Bakung bikin sendiri lho, ndak cocok kalau Tinna yang bikin. Pasti ada aja kurangnya kalau Tinna yang bikinin.” Tinna berhenti sejenak, menarik napas lalu menghembuskannya perlahan sebelum melanjutkan ceritanya. “Tapi kopi bikinan Bakung emang lain sih, aroma dan rasanya khas dan enak. Cuma ya gitu, mesti lupa pakai lèpèk*. Jadi sekarang mbekas gini deh di meja.” Tinna kembali mengelus-elus lingkaran cekung yang ia maksud.
Aku mengangguk-angguk pada cerita Tinna. Ini bukan kali pertama Tinna menceritakan kisah tentang Bakung padaku. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus kali Tinna bercerita. Ceritanya tidak selalu tentang betapa manis sikap Bakung, sering kali juga Tinna cerita tentang betapa menyebalkannya Bakung dulu, seperti cerita Bakung dan bekas cangkir tadi. Namun, ada satu hal yang sama dari setiap cerita yang Tinna ceritakan, selalu ada kerinduan akan Bakung pada setiap ceritanya. Suatu waktu Tinna bahkan pernah bilang bahwa dirinya tidak akan keberatan jika ketika bertemu nanti, Bakung ternyata masih lupa pakai lèpèk pada cangkir kopinya. Mengagumkan rasanya bagaimana hal yang dulu benar-benar menyebalkan bisa menjadi manis ketika telah menjadi kenangan. Mungkin karena sadar bahwa sudah tidak bisa bersama lagi, sehingga kita akan menyanggupi apa pun asal dapat bertemu lagi.
Karena ketika mengizinkan orang lain masuk ke hidup kita, tanpa disadari orang tersebut jadi definisi hidup itu sendiri bagi kita. Lalu ketika dia pergi seketika kita jadi hilang ingatan tentang bagaimana hidup sebelum dia hadir dulu. Hidup jadi tidak sama lagi ketika dia pergi. Mereka yang ditinggalkan mencoba tetap menjalani hidup dengan memeluk sisa-sisa kehadirannya. Mereka yakin bahwa sesungguhnya yang pergi tidak pernah benar-benar pergi, sisa kehadirannya menetap di sekitar kita. Kadang kala sisa kehadirannya menjelma jadi hal-hal sederhana yang hanya kita yang tahu, seperti bekas cangkir di ujung meja. Sebuah bekas cangkir yang jadi hal tanpa arti bagiku tapi ternyata mengabadikan banyak momen kebersamaan Tinna dan Bakung. Bekas cangkir dimana Bakung pernah hadir di sana dengan secangkir kopi yang selalu menemani. Kata Tinna, dulu dia sebal sekali tiap Bakung duduk di ujung meja dengan secangkir kopi hitam tanpa lèpèk. Kebiasaan itu sekarang meninggalkan lingkaran cekung yang jadi media untuk Tinna mengenang. Dan seperti itu, kepergiannya tidak pernah benar-benar membuatnya hilang dari hidup kita. Seperti bekas cangkir di ujung meja itu, kehadirannya dulu juga meninggalkan bekas di hati kita.
Catatan kaki kecil :
*Tinna = Utinya Luna. Uti adalah singkatan dari Eyang Putri.
*Grontol = makanan tradisional dari bahan baku jagung.
*Bakung = Akronim dari Mbah Kakung
*lèpèk = piring kecil untuk alas cangkir yang memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah melindungi permukaan meja dari kemungkinan kerusakan yang dapat ditimbulkan dari panas minuman.
***
24 Oktober 2021
D
Mami cerita semua ke aku. Mami pikir aku cukup dewasa, karena aku nggak pernah kelihatan nangis, aku kelihatan nggak takut, aku kelihatan tenang. Padahal itu kan kelihatannya aja.
Luna