Belajar Fitrah Based Education
Kayaknya emang Allah swt lagi pengen diri ini belajar tentang pendidikan anak. Kalau bukan karena amanah, kayaknya nggak tersentuh topik ini. Dan terimakasih juga buat sobiku, Choi yang sering banget ngajak diskusi terkait topik ini. Disadur dari materi Youtube Ustadz Harry Santosa allahuyarham dalam https://www.youtube.com/@FitrahWorldMovement.
Paradigma Sistem Pendidikan Saat Ini
Sistem pendidikan negeri ini mengacu pada sistem pendidikan Barat yang kental dengan konsep Tabula Rasa John Locke. Human is like a "blank slate" or "blank paper". Maka, kita (pendidik/orangtua) harus mengisi mereka. Makin banyak diisi, makin baik, ceunah. Faktanya, sekarang ini banyak orangtua mengeluhkan anaknya pintar/ranking/hafidzah, tapi akhlaknya kurang baik/tidak menjaga dirinya saat keluar pesantren.
Perubahan perilaku yang distimulus oleh external motives (reward and punishment) hanya bertahan sepekan/waktu yang singkat.
Istilah "remaja/teens/pemuda" tidak ada dalam kamus Islam. Fenomena sekarang; baligh duluan, akilnya belakangan. Fisik (makanan, tontonan) disuplai habis-habisan, tapi ilmu terkait tanggung jawab, menjadi pemimpin peradaban belakangan. Pendidikan hanya mengantarkan anak SD menyiapkan SMP, smp menyiapkan SMA, how to get favorite campus/have the higest score, dst. Fenomena saat ini, banyak yg bergelar, tapi hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri, memperbanyak harta, hatinya seperti batu. So, well schooled belum tentu well educated. Orang yang tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.
Kurikulum kita melahirkan manusia yang human thinking (cerdas dan terampil), not also human being (punya nurani dan bisa membuat perdamaian bagi dunia ini).
Banyak pekerja yang merasa salah jurusan >> salah karir
Tujuan pendidikan institusi Barat itu keberhasilan/mobilisasi sosial ekonomi bagi setiap murid. Padahal dalam Islam, tujuan pendidikan ialah keberhasilan individu dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.
Kemunduran umat Islam hasil konferensi umat Islam di Arab tahun 1977; the loss of Adab. Ayah-Bunda meninggalkan pos-pos pendidikannya di rumah, mengejawantahkan ke lembaga pendidikan/sekolah. Padahal di akhirat, yang ditanya tanggung jawabnya kan orangtua ya, bukan pihak sekolah. #uhuk
Apa itu fitrah?
Dalam Islam, kita mengenal fitrah. Sesuatu yang sudah Allah instal berupaya kebaikan pada setiap jiwa. Ia adalah innate goodness (kebaikan bawaan). Ia meliputi ma'riftullah (mengenal Tuhannya), melakukan/memilih kebaikan, dan accept true knowledge (jujur, adil, benar). Fitrah itu tidak diciptakan karena ia sudah bawaan, tapi dikuatkan/dikembangkan oleh orangtua.
Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak hanya bisa mendidik seorang diri. Namun, seperti pepatah di Turkey, "It takes a village to raise a child".
Kaidah Mendidik Anak sesuai Fitrah
Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tapi Allah akan memampukan mereka yang terpanggil.
Perbanyak syukur dan menerima anak kita, maka Allah swt akan berikan hikmah yang banyak. QS. Lukman ayat 12. Kita orangtua terbaik versi anak kita. Anak itu bukan suatu kebetulan, bukan bonus/hadiah. Allah tidak pernah mentidaksengajakan sebuah kelahiran. Pasti ada maksud besar Allah. Maka, kita sambut itu. Dan Allah akan memberikan hikmahnya.
Fitrah itu seperti benih. Kita adalah gardener. Pentingnya memahami tahapan pertumbuhan. Tidak tergesa sepanjang kita tahu ilmunya, sehingga anak kita tumbuh menjadi pohon yang baik dan berbuah sesuai masanya.
Memahami bahwa pendidik anak kita sesungguhnya adalah Allah swt, pencipta fitrah. Allah swt menyediakan jalan bagi tumbuh dan kembang fitrahnya. Allah swt juga tetapkan syariat dan kitabullah agar ia tumbuh menjadi sempurna dan bahagia.
Fokuslah pada cahaya anakmu, bukan sisi gelapnya. Jangan fokus pada kenakalan anak, tapi fokus pada sisi kuatnya. Karena setiap anak punya potensi. Banyak husnudzon saat mendidik, tidak pesimis.
8 Jenis Fitrah Anak
Untuk detailnya, bisa lihat blog berikut ya https://inspiringhanie188.wordpress.com/2017/09/21/home-education-2-fbe-by-harry-santosa/
Fitrah Keimanan (core of fitrah)
Golden age: 0-6 tahun
Metode: keteladanan & kesholehan. Misal, dimasukkan dalam lingkungan yang hanif. Dihomestaykan ke rumah ustadz. Mulai usia 10 tahun: murobbi (ustadz) dan maestro (fitrah bakat).
Ciri jika sudah tumbuh: pribadi daiyah (menyeru pada kebaikan & syariat)
2. Fitrah Belajar dan Bernalar
Golden agen: 7-10 tahun
Interaksi terbaiknya dengan alam. Peran memelihara dan melestarikan alam.
Metode: inspirasi hebat dan ide menantang
3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
Anak punya sifat/potensi unik (suka gambar, suka bicara, suka berpikir, dst)
Golden age: 0-14 tahun
Metode: mendorong & memfasilitasi bakatnya
4. Fitrah Perkembangan
Metode: ditempa sesuai tahapan umurnya
Misal di bawah 7 tahun perbanyak bangun imaji anak. Bangun yang indah dan senang-senang dulu ttg iman.
Tidak banyak menjelaskan neraka dan punishment-nya.
5. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Golden age: 6-15 tahun
Metode: bonding/kedekatan dengan orangtua dan keluarga
Ciri: menjadi ayah & ibu yg baik
6. Fitrah Estetika & Bahasa
Metode: banyak dialog/narasi
7. Fitrah Individualitas dan Sosialitas (Ego)
Metode: pemberian award, penghargaan, kalimat pujian dan positif
8. Fitrah Jasmani (fisik)
Metode: menjaga pola makan, tidur, gerak
Dampak Fitrah Based Education : Liberating & Balancing
Fitrah yang dibebaskan (liberating) dan bertumbuh saat ia bertemu syariat, maka akan mencapai titik keseimbangan.
Fitrah dan adab/nilai kitabullah itu dicipta di alam yang sama, maka mereka compatible. Jika tarikan pendidikan ke fitrah, maka akan balance. Jika tarikan pendidikannya ke nafsu, maka timbul kelalaian (ghaflah). So, raise your child sesuai fitrahnya, then you will chase fitrah on yourselves (sama-sama belajar).
Who's the role model in FBE?
Core fitrah adalah fitrah iman (kesiapan seseorang menerima Islam). Maka, Rasulullah saw punya fitrah yang sempurna karena di umur 40 tahun ia telah siap menerima wahyu dan ke-8 fitrahnya tumbuh sempurna.
Jika fitrah tidak tumbuh, maka akan timbul penyimpangan. Kenakalan remaja, LGBT, seks bebas, tawuran, kecanduan game. Jangan pernah menyalahkan lingkungan, tapi evaluasilah didikan kita karena membuat anak tidak punya imun.
Bagaima jika ada fitrah yang terlewat?
Observasi dulu fitrah yang mana? Why? Jika sudah, maka ulangi prosesnya.










