Meniti Jalan Perubahan
Langkah hari terasa berat dipikul,
Bayangan kelam sering datang memukul.
Namun di dada, api janji terukir,
Bahwa esok 'kan kujadikan lebih jujur.
Kugenggam erat asa yang tak pernah pudar,
Mengakui lelah, tapi takkan menyerah, kawan.
Setiap salah, bukanlah akhir cerita,
Melainkan guru yang membuka mata.
Batu sandungan jadi pijakan teguh,
Membangun diri dari serpihan rapuh.
Kuolah diri, dari keluh jadi syukur,
Meski perlahan, jalanku terus teratur.
Teruslah berjuang, jiwaku yang gigih,
Sebab usaha ini, takkan pernah sia-sia.
Nikmati proses, walau terkadang letih,
Kau adalah pemahat bagi dirimu sendiri.
Terima kasih pada diri yang tak berhenti,
Mencoba menjadi yang terbaik, hari demi hari.












