Katanya Laki-laki Di usia 30 Tahun seharusnya sudah settle!
Satu kalimat yang membuat hati ini sering goyah. Dan berapa sering aku meyakinkan diri tentang hal ini. Ketika ada seseorang yang datang kepadaku, bermaksud baik dengan ingin meminangku tapi dia masih belum punya kerjaan tetap, dan tidak punya apa- apa.
Dengan perasaaan senang karena ada yang ingin meminangku, tanpa sadar aku ceritakan pada temanku kabar baik itu. Namun diluar ekspetasi, temanku berkata "seharusnya sudah punya kerjaan settle di usia 30tahun" seketika hari itu menjadi goyah, ragu "apa iya ya?" gimana kalo nanti menikah dengannya, apakah aku akan di cukupkan, Sedangkan dia masih belum dapat kerjaan.
Beberapa hari dalam proses perkenalan itu, aku makin di hantui rasa ragu, ingin menjauh. Tapi dia terus gigih, berkali- kali meyakinkanku "aku ingin menikah denganmu, mungkin sekarang belum punya apa- apa. Namun, sebisa mungkin aku bakal maksimalin ikhtiar dalam mencari rejzeki, supaya nanti aku bisa nafkahin kamu dengan berkecukupan, kamu bisa terbebas dari beban mu selama ini, kamu bisa beli apa yang kamu mau, kamu bisa berangkat umrah nanti dll insyaAllah aku usahain semaksimal mungkin" ucapnya.
Melihat kegigihannya, kali ini aku bercerita minta saran dari kedua adikku, tentang kekhawatiranku mengenai menikah dengan dia yang belum punya apa-apa. Namun tanpa di duga jawaban dari kedua adikku berbeda dari jawaban temanku, adikku berkata "Tidak akan kelaparan orang yang menikah, karena Allah akan cukupkan hidupmu sesuai dengan takarannya. meskipun dia belum dapat kerjaan, tapi selama dia berjuang keluar rumah cari rezeki pasti Allah mudahkan apalagi untuk keluarganya. Dan belum tentu juga orang yang sudah settle dengan pekerjaannya tidak dapat ujian soal rezeki, Bagaimana kalau seketika Allah cabut nikmatnya disaat dia sudah punya segala? "
Dari jawaban adikku seketika termenung, kenapa aku mengkhawatirkan rezeki, sedangkan Allah telah menjamin Rezeki setiap makhluknya dan Akan Allah cukupkan, maka tidak ada yang dapat menghalangi untuk sesuatu yang diberikan Allah, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Allah halangi.
Bukankah dalam Suatu Hadist Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).
Lalu, aku beranikan lagi untuk mengenalnya lebih dalam, di proses perkenalan itu kita banyak diskusi mengenai bab rumah tangga, tentang tugas dan tanggung jawab setelah menikah, tentang rencana kedepannya dari A-Z tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Karena aku takut, takut salah lagi dalam memilih pasangan. dan Darisanalah aku makin mengenal lebih baik tentangnya, bukan dari jawaban dari setiap pertanyaan tapi dari tindakan, keputusan dan cara dia menyampaikan pendapat, dia tidak menggebu- gebu, dia tidak menggurui, dan dia tenang. Sampai pada akhirnya ya "insha Allah aku menerimanya khitbahnya"