Nak, (kalian tau?) ibuk nulis lagi, setelah cukup lama gak nulis panjang-panjang. Kali ini yang menjadi objeknya adalah kalian, tak apa-apa kan?
Teruntuk anak-anak ibuk, anggap saja ini semacam surat cinta, kalian bahagia dikasih surat cinta? Setidaknya kalian tau lah ya bahwasanya kalian selalu punya porsi tersendiri di hati ibuk 😊.
Nak, sebelumnya maafkan ibuk ya, sebagai guru (yang agak muda) ibuk sangat jauh dari sempurna bahkan mendekatipun tidak. Sebenarnya kita sama-sama belajar, kalian belajar sebagai siswa dimana ibuk sebagai fasilitatornya, sedangkan ibuk juga belajar menjadi guru seutuhnya. Kita sama-sama mencari ilmu, mungkin tingkatan ilmunya saja yang berbeda. Bahkan kita sama-sama saling memberi ilmu, banyak sekali ilmu yang ibuk dapatkan dari kalian, ilmu yang tak hanya bisa dijelaskan dengan teori saja, yang tak bisa dimisalkan dengan x,y, dan z, yang tak bisa didapatkan dengan memodifikasi rumus-rumus identitas trigonometri (yang sering kalian keluh kesahkan itu, hehee).
Maaf ya untuk teriakan-teriakan semacam ini…
“Paduka, buku catatannya mana?!”
“Kalian dari mana? Di luar saja, gak usah masuk!”
“Ndeeh, Wahyu samo Hafis maota juo lai!”
“Dayat ko ndak baranti mangecek!”
“Bacamin-camin juo lai Anggia?
Maklumilah, hormati guru-gurumu, hargai mereka. Bukankah kita akan dihargai apabila kita juga menghargai? Rules-nya gampang bukan? Sekian lama bercengkrama dengan kalian, tampaknya kalian setipe, suka dengan pendekatan personal, akan lebih senang dan merasa lebih diperhatikan dan dipahami jika diajak bicara empat mata, maka “deep conversation”-nya akan tampak hasilnya.
Satu lagi, maaf juga untuk anak-anak ibuk yang suka debat bahas liga champion di kelas, yang awalnya bilang 0-4 kalah lawan PSG di leg 1 gak mungkin bisa membalas di leg ke 2. Now, see? 6-1 lolos perempat final loh hehee..maaf ya karena ibuk suka barca😉, selera itu masing-masing, nak. Piisss.
Nak, terima kasih telah menjadi reminder-nya ibuk, tiap kali tebersit untuk melakukan hal-hal yang (masih) berbau ke-alay-an dan ke-abege2-an, langsung terlintas di pikiran “Ingat anak didik, ingat umur, jaga image, jaga image, jaga image!”. Tanpa sadar kalian sudah menambah kadar kedewasaan di diri ibuk.
Nak, penuhilah hari-harimu dengan hal-hal positif, hiasilah hari-harimu dengan semangat yang membara, kenali bakatmu sedini mungkin, gunakan masa-masa remajamu dengan sebaik-baiknya, hormati orang tuamu di rumah dan sekolah (ini bukan sok-sok an jadi motivator bak Mario Teguh ya😂), Ibuk hanya belajar dari pengalaman, life is too short to spend your precious adolescence with “berleha-leha ria tak jelas”. Kalian muda, nak.
Nak, apa kalian bisa dipercaya? Mau dibocorkan satu rahasia? Mau? Sip..siipp..okay! (gaya Tatan si anak selebgram😅) Nak, sebenarnya ibuk iri kepada kalian. Seandainya waktu bisa terulang kembali, ingin sekali rasanya ibuk kembali ke masa-masa kalian sekarang, masa putih abu-abu, masa dimana cita-cita masih tergantung tinggi, masa dimana harapan masih terbentang luas, masa dimana prestasi bisa diukir sebanyak-banyaknya, masa-masa emas. Ahh, seandainya mesin waktu itu benar-benar ada.
Ingat ya, tugas kalian adalah belajar, tugas kalian bukan untuk menjadi pintar. Pintar adalah bonus dari keseriusan belajar kalian. Jadi….
Serius belajar = pintar
Menyepelekan belajar = …………… (isi sendiri, hehee)
Love you to infinity and beyond, salam sayang, ibuk😘.
Bukittinggi, 14 Maret 2017.