Bangkit dari kegelinciran yang kedua itu jauh lebih berat daripada bangkit dari kegelinciran yang pertama.
-Ibnul Qayyim

blake kathryn
Game of Thrones Daily
dirt enthusiast

Love Begins
No title available
h

oozey mess
taylor price

祝日 / Permanent Vacation
Alisa U Zemlji Chuda
wallacepolsom
hello vonnie

izzy's playlists!

Origami Around
Show & Tell
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
d e v o n

Andulka

titsay
🪼

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Colombia
seen from Spain

seen from Maldives

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Uruguay
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
@sendalpedot-blog
Bangkit dari kegelinciran yang kedua itu jauh lebih berat daripada bangkit dari kegelinciran yang pertama.
-Ibnul Qayyim
Tidak usah saling menyalahkan. Tidak ada yang pantas disalahkan selain diri kita masing-masing. Karena kita tidak bisa menjamin kita bisa berenang dalam lautan kebersamaan, tapi masing-masing kita menyelam perasaan terlalu dalam. Sehingga ketika kita tenggelam karena diri kita kelelahan dengan keadaan, kita begitu sulit mencapai berenang menuju permukaan, bahkan seringnya kita malah sakit akibat banyaknya air kenangan yang tertelan.
"Baikkan sebuah kemanfaatan, bukan malah memanfaatkan kebaikan."
Siang itu aku bertemu ombak. Entah kenapa pertemuan kita seakan-akan pecahnya rindu yang lama sudah ditunggu-tunggu. Aku lepaskan semua penatku. Meski ia terus lari-lari kesana-kesitu. Aku memandanginya, dengan diam, tapi seakan-akan ia tau maksudku. Aku terus memandanginya, itu adalah komunikasi terbaikku. Aku tau, ia tak pernah memberi solusi atas segala permasalahan. Namun setidaknya ia pendengar yang baik, saat tidak ada lagi kata dari mulut yang bisa mewakil perasaan untuk aku ucapkan. Saat tidak ada kalimat dari tangan yang bisa aku tulis untuk aku sampaikan, ia begitu mengerti itu. Dan aku jatuh cinta pada ombak, karena setiap ia pergi, ia menggaransi kehadirannya pasti kembali.
Aku belajar menghibur-diri seharian, kemudian pulang membawa kedamaian. Lalu tanpa sengaja membaca status pertemanan, ada padaku yang kurang berkenan. Ya Tuhan aku sadar, teman memang kadang mendatangkan keberkahan, sebagian lagi medatangkan ujian kesabaran.
Bukan Temu
Untuk apa temu, kalau pada akhirnya lagi-lagi dipisahkan. Sesering kita bertemu, tapi pada akhirnya aku tidak bisa memilikimu, layaknya aku membiarkan luka lama mengering, menjadi koreng, dan kau kupas lagi itu luka. Sesering itu kamu bercanda pada luka. Karena kamu tak merasa. Sungguh, kita bukan kurang temu, tapi kita kurang percaya, saling menguatkan bahwa kita sebenarnya bisa.
Segala perasaan dan ketetapan hati ini Allah muaranya. Bisa saja suatu saat nanti aku kembali datang padamu. Mengetuk pintu rumahmu, mencium tangan Ayahmu.
Atau justru aku beranikan mengetuk pintu yang lain, berkenalan dengan Ayah yang baru. Tergantung Allah kasih takdir nantinya.
Tapi segala keyakinan, mantap dalam suatu pilihan, itu tergantung sikap dari yang dipilih. Pria pasti memilih wanita yang bisa menenangkan jiwanya, menentramkan hatinya. Jadilah wanita yang istimewa, jagalah nama baikmu, tetap suci, tak ada lelaki yang berani merusaknya sebab pergaulanmu jarang bersama mereka.
Tidur
Bagimanapun aku begitu semangat ketika aku menjelang tidur. Sebab, hanya saat tidurlah aku bisa benar-benar ikhlas melupakanmu. Meski bangun pagiku tentangmu lagi.
"Jika suatu saat kau mendengar kabar bahwa aku telah jatuh cinta lagi, percayalah bahwa untuk melaluinya aku selalu berharap kau akan kembali, tetapi aku sangat kecewa karena ternyata kau tak kunjung kembali"
- Akbar kosasih
Harapan
Ketika takdir membuat nantinya kita tidak bertemu lagi, aku hanya berharap Tuhan membawaku pada sebuah pertemuan yang indah. Dipertemukan yang menerimaku apa adanya. Seseorang yang menganggap keberadaanku sebegitu pentingnya, anggapan yang sama (dan bisa lebih) dari aku untukmu saat ini.