gue capek beneran tuhan, ambil gue aja, tapi ambilnya di saat gue sedang mencintaimu ya.

No title available
Mike Driver
todays bird

JBB: An Artblog!
Alisa U Zemlji Chuda
styofa doing anything

Kiana Khansmith
ojovivo
DEAR READER

tannertan36
Sweet Seals For You, Always
Peter Solarz

blake kathryn
trying on a metaphor
tumblr dot com
d e v o n

祝日 / Permanent Vacation
h
we're not kids anymore.

No title available

seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from T1

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Indonesia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
@sepadikata
gue capek beneran tuhan, ambil gue aja, tapi ambilnya di saat gue sedang mencintaimu ya.
kenapa gue punya bapak seperti dia, ya tuhannnnnnn.
terasa, tapi tak nampak.
kalau disuruh pilih luka, pasti aku akan pilih luka luar yg terlihat oleh mata. karena orang-orang pasti lebih percaya—sementara luka batin? beberapa orang kadang menganggap kita banyak drama dan kurang bersyukur.
emang boleh se-tuli itu untuk dengerin keluh kesah si anak bungsu nan beban ini?
di akhir 2022, gue pikir itu adalah akhir dari semua masalah. tapi ternyata masalah itu ga abis-abis sampe di akhir 2023. kira-kira, Tuhan lagi siapin hal spesial apa ya sampe gue diuji terus-terusan?
tadinya gue berniat untuk cari perlindungan ibu dari kejahatan omongan bapak, eh, malah tambah dihujat. hahaha. kadang hidup selucu itu.
sejak awal adanya permasalahan, gue selalu berusaha untuk berdamai dari luka-luka yang gue alami selama hidup; perihal keluarga, pertemanan, kisah cinta, hingga pekerjaan. tapi sayangnya, masih aja ada orang yang berusaha merusak semua usaha yg udah gue bangun sendirian. dan, sedihnya lagi itu adalah keluarga gue sendiri.
gak suka sama cara bapak yg selalu menyampaikan nasehatnya dengan seolah-olah anak selalu salah dan orang tua itu benar.
kalau saja tuhan tidak membenci orang yang putus asa, mungkin aku sudah mati dari kemarin.
ade ngalah dulu, kaka dulu kan pernah sakit. iya gue ngalah, gue kan kuat kayak batu.
pa, tolong. cara bicaramu turunkan sedikit agar tidak menciptakan monster baru dalam rumah ini.
gak usah merasa paling tinggi, tuhan maha membolak-balikan takdir. kalo semua yg kamu punya diambil, kamu gak bisa apa-apa.
yang katanya lebih dewasa karena udah nikah, tapi kelakuan masih kayak anak yg harus dibimbing ini itunya.
kok cowok mulutnya lemes banget, melebihi cewek. fak.
ngomong terus, tambah sakit jadinya.
semakin ditahan, semakin gak tau diri.
punya orangtua tiap denger keluh kesah anaknya, selalu jawab, "ya biarin, gapapa." mereka gak sadar kalo anak bungsunya juga punya perasaan dan bisa nangis, tapi dipaksa harus sekuat baja. dituntut untuk ngalah demi kebaikan anak pertamanya yang dulu hampir gila. padahal yang hampir gila dua-duanya. mereka selalu menutup kedua telinga rapat-rapat untuk tidak mendengar apa yang dikatakan si anak bungsu, si anak pengangguran yang gak punya hak untuk bisa berpendapat. umurnya udah kepala dua, tapi masih selalu dianggap anak kecil yang tidak bisa bicara.