Aku berharap suatu hari nanti, aku bisa menikmati pagi dengan duduk duduk santai di kebun ku sendiri. Melihat bunga-bunga yg kutanam bermekaran dengan indahnya. Semoga ya Allah. Aamiin.

Discoholic 🪩
cherry valley forever
tumblr dot com
$LAYYYTER

#extradirty
Lint Roller? I Barely Know Her
Mike Driver

roma★

titsay
Not today Justin
Three Goblin Art
TVSTRANGERTHINGS
Monterey Bay Aquarium
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
RMH
occasionally subtle

No title available

No title available
d e v o n

seen from Türkiye

seen from Saudi Arabia
seen from Canada

seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Brazil
seen from Russia
seen from Germany

seen from Canada
seen from Côte d’Ivoire

seen from United States
seen from Ecuador

seen from United States

seen from United States
@shifaaulia91
Aku berharap suatu hari nanti, aku bisa menikmati pagi dengan duduk duduk santai di kebun ku sendiri. Melihat bunga-bunga yg kutanam bermekaran dengan indahnya. Semoga ya Allah. Aamiin.
Jangan jahat
Lebih enak ngobrol sama tanaman daripada sama manusia. Kalo sama tanaman, gak akan takut omongan kita disalahartikan. Sedang kalo sama manusia, ngomong x eh malah disalahartikan jadi y.
Aku yang bertekad supaya bisa rajin nulis, paling hanya bertahan 2-3 hari pertama. Abis itu udah.
Kemudian muncul lagi beberapa bulan kemudian.
Sebuah siklus
Pagi ini aku masak:
1. Pesmol ikan ekor kuning
Bumbunya udah kusiapin dari malam. Jadi pas besok tinggal blender dan cemplung cemplung. Berhubung ikannya baru kuturunin dari freezer pas aku pulang kantor, sekitar jam 7. Ikannya masih beku. Jadi ku keluarin ikannya ke suhu ruang, terus aku pasang alarm jam 12 malam buat marinasi pake jeruk nipis. Jam 3.20 aku bangun buat nyuci ikannya + marinasi ikan pakai bumbu sachet-an.
2. Sayur bening labu air + jagung
Ini juga bahan2nya udh kusiapin dari malam. Jadi pagi itu tinggal iris2 bawang + cabe merah aja. Tinggal cemplang cemplung deh.
3. Tumis udang, tahu sutera & buncis
Buncis dan perbawangan serta percabean udh kusiapin dari malem juga. Paginya tinggal keluarin udang dari freezer, kasih jeruk nipis supaya udangnya gak bau udang (? 😂). Udang tuh gampang cairinnya dari dia beku jadi aku santai aja keluarin udangnya pas mau masak.
Pertama, aku blender bumbu pesmol. Habis itu numis.
Kedua, aku goreng ikannya di wajan terpisah. Terus setelah ikannya masak, aku hidupin kompor lagi di wajan bumbu tadi. Cemplungin deh ikan ke wajan bumbu. Sebentar aja, gak usah lama lama.
Ketiga, aku masak sayur beningnya. Airnya sambil di-didihin tadi pas masak ikan. Tinggal cemplung2 bawang cabe dan jagung. Labunya kumasukkan paling akhir. Jadi deh.
Terakhir, aku numis udang buncis san tahu sutera.
Paling terakhir, aku beberes cuci cuci semua muanya.
Alhamdulillah selesai di jam 05.00. Siap siap mandi sholat dan berangkat ke kantor pukul 05.53 dari rumah.
Pas di bus jemputan pergi, sepanjang jalan aku biasanya tidur karena ngantuk banget.
Nah untuk perencanaan masak apa besok pagi aku rencanain pas di perjalanan bus jemputan pulang. 😊
#ceritamasakshifa, 02 Juli 2024
Bisa jadi orang itu berdoa siang malam bukan meminta seperti apa yg kita minta. Barangkali hanya sesederhana agar diberikan kesehatan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Dari pada berkompetisi dengan orang lain, saya lebih memilih untuk berkompetisi dengan diri saya sendiri.
Membandingkan saya versi dulu dengan yang sekarang. Melihat dan mengevaluasi target target yang saya ciptakan sendiri.
Dengan begitu, saya tidak merasa insecure atas pencapaian pencapaian orang lain. Fokus ke diri sendiri. Lihat betapa bahagianya saat kita berhasil mencapai target yg kita tetapkan sendiri. Menghargai usaha usaha yang telah kita lakukan demi mencapai target tersebut. Merasa bangga atas pencapaian diri.
Berterima kasih pada diri ini yang mau berjuang ❤.
#28 Juni 2024
"Bun, aku mau jadi nomor 1 di sekolah", ucap Ammar kepadaku di hari pertama sekolahnya sekitar 1 tahun lalu.
Hari Sabtu, 22 Juni 2024, adalah jadwal pengambilan rapot Abang. Orang Tua Murid diminta hadir pukul 07.00 pagi karena anak-anak akan menampilkan pentas seni akhir tahun. Kami berangkat ke sekolah Abang dan sampai di sana tepat waktu pukul 07.00. Mepet banget sih. Pas sampai sekolah, banyak orang tua yg sudah hadir dan kami memarkirkan mobil di tempat yg telah disediakan. Aku minta tlg Ayahnya buat antar Ammar ke kelas, karena jam 07.00 pagi itu Ammar harus berkumpul dulu di kelas untuk persiapan pentas. Sedangkan aku, di mobil. Nyuapin adek. Gak berapa lama Ayahnya balik ke mobil lagi. Jemput aku dan Adek buat liat penampilan kelas Ammar. Sayangnya waktu itu kami gak sempet lihat. Kelas Ammar sudah selesai perform.
Kami bersama sama melihat dan menikmati penampilan anak-anak SD 1-6. Sampai tiba-tiba, Aku berpapasan dengan guru kelasnya Ammar, kami saling sapa. Lalu :
Bu Guru bilang "Bun, jam sekitar set. 9 tolong berada di dekat panggung ya Bun"
Aku bertanya, "Oh Ammar masih ada penampilan lagi ya Bu? "
Bu Guru "iya Bun, sebentar aja"
Aku, "Oh oke Bu. Sip"
Yaudah aku duduk duduk aja di deket panggung sambil megangin Ammar supaya tetep ada di dekat panggung sesuai instruksi Bu Guru. Ayahnya menemani Adek Hisham yg sedang menangkap ikan ikan kecil. Kebetulan wahana tangkap ikan ada di dekat panggung juga. Aku kemudian mengeluarkan HP dari dalam tas. Ternyata Bu Guru sudah memberi tahu ku via WA. Tapi baru kebaca.
Sekitar jam 9an atau jam 10 aku lupa, MC menginfokan bahwa akan ada pengumuman siswa siswa berprestasi untuk kelas 1-3. Disitu kami semua (bahkan Ammar pun) tidak expect apa apa. Kaget karna tiba-tiba nama Ammar yg dipanggil untuk naik ke atas panggung. Kami sebelumnya tidak menyangka sama sekali. Tidak ada info apapun mengenai pengumuman siswa berprestasi ini ke kami. Mungkin itu cara sekolah untuk memberi kejutan ke orang tua dan anak kali ya.
Alhamdulillah, Maa syaa Allah Tabarakallah.. Nama Ammar disebut tidak hanya sekali, tapi 3 kali. Ammar naik turun panggung sebanyak 3x. Maa syaa Allah, orang tua mana yang tidka bangga dan senang mendengar nama anaknya dipanggil dan menyaksikan anaknya menerima penghargaan. Begitupun Ammar. Betapa senang hatinya.
Aku jadi teringat kata-kata Ammar, cita-cita yang diucapkannya saat hari pertama dia masuk sekolah. Ternyata cita-cita itu pun dia tuliskan dan ditempel di loker kelasnya dia. Aku baru baca saat ambil rapot itu. Aku foto dan abadikan. Maa syaa Allah anak ini.
Nak.. Semoga semakin semangat belajarnya ya.. Semoga Abang jadi anak shalih dan senang belajar ❤
#abang #220624
Mari Mulai Nulis Lagi!
Pagi ini aku bangun pukul 03.30. Agak kesiangan untuk hari weekdays dimana aku ngantor. Dari semalem niatnya cuma mau masak telur balado dan tumis toge tahu, tapi pagi tadi kepikiran nambah 1 masakan lagi mengingat bocil bocil lagi pada batuk. Sering begini, suka tiba-tiba aja gitu. Setelah menimbang dan memperhitungkan waktu, akhirnya aku bikin sop ayam bakso yg bikinnya cuma sat set aja. Palingan yg bikin lama itu nunggu sampe daging ayam empuk aja. Itu pun bisa ditinggal masak yg lain. Alhamdulillah nya terbantu bocil bocil yang masih libur sekolah. Jadi gak terlalu riweuh meski waktu memasak lebih lama.
Aku targetin selesai di dapur (masak dan cuci cuci) jam 05.15. Alhamdulillah selesai semua di jam 05.00, terus kepikiran kemaren sempet marinasi ikan, sayang kalo gak digoreng. Akhirnya goreng ikan dulu ya sambil nungguin itu ayam empuk. Sambil nunggu goreng ikan, aku sambil nyiapin beras buat di rice cooker. Jam 05.13, telur balado, tumis toge tahu, ikan goreng, sop ayam udah siap di meja. Aku langsung buru buru mandi, sholat shubuh , siap ke kantor. Jam 05.52 berangkat ke kantor diantar paksu sampai depan komplek. Nunggu jemputan yg gak berapa lama sampai. Naik bus jemputan, biasanya aku memanfaatkan waktu dengan tidur di bus. Supaya di kantor gak ngantuk2 banget.
8 tahun sudah aku jadi ibu bekerja. Sampai dengan saat ini pun tiap aku berangkat selalu ada rasa berat ninggalin bocil bocil. Apalagi kalo mereka lagi di rumah, tidak berangkat sekolah. Cara ku mengurangi rasa berat ku adalah dengan menyiapkan kebutuhan anak-anak sebisa ku, semampu ku. Maka, memasak, menyiapkan bekal, menyiapkan baju seragam mereka, itu cara ku sebisa mungkin, meski bekerja, aku tetap berusaha menyiapkan keperluan anak-anak. Aku tau aku jauuuuuh dari kata sempurna tapi aku berusaha menjadi seorang ibu dan istri yg mau berusaha dan belajar lebih baik lagi.
Aku tau aku harus merawat kewarasan diri dengan melakukan hal hal yg aku suka. Karena, menjalani beberapa peran itu tidak mudah. Maka, membaca, berkebun, menonton, menulis jadi sarana ku untuk merawat mental. Saat ada sesuatu yg 'tidak beres' dengan ku, Allah memberi warning melalui respon tubuhku. Mimisan salah satu contohnya. Pernah karena mungkin sangking parahnya aku memendam sesuatu, aku mimisan berat. Tiap sujud sholat, ngucur darah dari hidungku. Atau saat aku tidur malam lalu tiba2 aku terbangun dan merasakan sakit di hidungku lalu tiba tiba saja darah mengucur deras dari hidungku. Tapi Alhamdulillah saat ini jauh lebih baik. Aku berusaha untuk tidak memendam sesuatu lagi. Menahan marah memang bahaya. Aku belajar melampiaskan marahku dengan membicarakan nya bersama PakSu. Semoga dia bisa tahan dengan segala keluhan keluhan ku. Mungkin aku egois, tapi semoga dia mengerti.
Aku berharap suatu hari nanti, aku bisa menikmati pagi dengan duduk duduk santai di kebun ku sendiri. Melihat bunga-bunga yg kutanam bermekaran dengan indahnya. Semoga ya Allah. Aamiin..
#celoteh pagi. Aku mengorbankan waktu tidur di bus jemputan untuk menulis ini. 24062024
Mau marah marah, tapi temen sendiri. 🥲
Hi, How's life?
Tahun 2023 bentar lagi usai. Beberapa bulan terakhir beneran kayak gak bisa nafas. Banyak bangetttt kerjaan. Lelah sekali badan. Sempet drop berkali kali. Sampe pernah cek darah, Hb cuma 9. Pantesaaaan sering pusing, lemes, otot betis kram gitu.
Baru saja mengalami pertambahan usia. Ngerasa makin makin jompo. Udah juga nemuin uban beberapa helai , wow. Terus nemuin helai helai uban lain di suami. Aku ngerasa "punya temen". Kita mulai menjompo bersama 😂
Anak-anak semakin besar. Makin banyak ceritanya. Harus lebih sabar nyiapin telinga buat dengerin cerita2 mereka di saat badan sudah lelah. Masih jadi pe-er.
Ya Allah.. Lindungilah kami. Jagalah kami. Semoga tahun depan lebih baik lagi. Lebih banyak sabar dan syukurnya. Aamiin..
Pada akhirnya, hidup yang kita cari adalah hidup yang bisa dinikmati.
Untuk apa terus menerus berlari tapi akhirnya hanya tersisa renta. Tahu-tahu hari sudah senja. Tak sempat menyertai hari-hari anak, hingga semua berlalu tanpa kenangan yang berkesan.
Aduhai, buah seperti apa yang kita harapkan dari semaian yang diabaikan?
Kita mencari uang untuk makan, tapi lebih sering terlambat mengisi perut. Mencari uang untuk keluarga, tapi lebih akrab dengan kolega.
Entah, apakah kita ini sedang berkarir, atau sebetulnya hanya tawanan atas pekerjaan kita sendiri. Kita menghabiskan waktu, berjerih payah, berkorban, untuk sesuatu yang tidak benar-benar bisa kita nikmati.
Seimbang dan proporsional menjadi barang langka. Seolah semua orang harus mampu mendirikan gedung pencakar langit atau masuk daftar orang terkaya di dunia.
Berlari. Tapi jangan lupa bernafas. Jangan lupa merawat diri sendiri. Jangan bosan menyimak cerita pasangan. Jangan mengabaikan anak yang menunggu di rumah sambil menahan kantuk.
Di dunia ini, ada banyak hal yang bernilai dan berharga selain harta. Terlebih mereka yang ada di sana. Di rumah kita sendiri. Keluarga.
nasihat
Opini Ku ...
Menurut ku memang hanya perempuan-perempuan terpilih saja yang mau dan mampu untuk bekerja di lapangan dimana mayoritasnya laki-laki. Pekerjaannya berat, perempuan-perempuan tersebut tidak hanya dituntut untuk kuat (fisik dan mental). Bekerja di lapangan juga tidak mudah, contohnya terkait keamanan dan kenyamanan kerja. Tentu bekerja di lapangan, tingkat keamanannya mungkin lebih rendah bila dibandingkan bekerja di kantoran. Kenyamanan juga begitu. Kalau di lapangan, ya harus nerima kondisi tempat bertugas. Gak bisa pilih-pilih.
Tantangan yang dihadapi juga bukan hanya terkait pekerjaan saja, tapi juga tantangan lain yang datang dari lingkungan kerja yang mayoritas laki-laki itu, contoh nya saja misal guyon seksis. Perempuan yang bekerja di lingkungan mayoritas laki-laki pasti pernah ngerasain hal ini. "Eh lu sadar gak kalo lu terlalu macho utk disebut perempuan", "Kok mau sih kerja kayak kuli gini", "Lagi PMS ya, jutek banget", "Anak lu diurus sama siapa?" "Suami lu hebat ya, nerima istrinya yang item kayak lu". "Ngapain sih masih kerja. kayak gini lagi kerjanya. Emang suami lu gak bisa biaya-in?". Mungkin begitulah contoh candaan seksis yang mungkin diterima perempuan-perempuan tersebut.
Belum kalau sudah berkeluarga. Perempuan akan merasakan namanya hamil, kemudian cuti melahirkan yang bisa jadi ketika masa-masa tersebut datang, teman kerja laki-lakinya merasa berat dan kesal karena pekerjaan mereka jadi bertambah. Mereka harus menggantikan pekerjaan perempuan tersebut.
Jadi kalau menurut ku, tidak perlu mendorong perempuan untuk bekerja di ranahnya laki-laki. Biar jadi pilihan dan keputusan nya sendiri. Tapi yang perlu kita lakukan adalah mendukung dan memfasilitasi perempuan yang mau untuk bekerja dan berkarya di tempat yang mayoritasnya laki-laki tersebut.
Mendukung dan memfasilitasi perempuan-perempuan tersebut misal dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi perempuan. Penyediaan kamar mandi, ruang ganti, dan perlengkapan keamanan kerja sesuai gender, menyediakan ruang laktasi bagi pekerja perempuan, daycare di sekitar tempat kerja, bahkan kesempatan karir yang sama dengan laki-laki (bagi perempuan yang mau dan mampu). Dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi perempuan yang bekerja di lapangan dengan mayoritas laki-laki.
Isu PUG yang dibahas di kantor itu baru sebatas dorongan bagi perempuan untuk mau terjun di lapangan. Yang kalo menurut ku sih jatohnya jadi nambah-nambahin beban bagi perempuan. Justru isu PUG itu yang dibahas harusnya tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi perempuan itu sendiri. Dukungan top management juga tentunya dibutuhkan banget. Lingkungan kerja yang mendukung juga harus diciptakan.
Kasian perempuan, tuntutannya udah buanyak. Ini pake didorong buat bekerja di lapangan pula. Bagi yang mau mau ajalah.
#PUG?
Ini grafik BB Hisham.
Bisa keliatan gimana perkembangan BB nya Hisham yg maennya berkutat di garis merah, oren, kuning. Gara2 itu, aku sempet vakum pake primaku karena udah kayak "yaudahlah ya" daripada ovt kan. Terus tiba2 aja Alhamdulillah 3 bulanan ini anak itu nafsu makannya mulai membaik. Mulai doyan makan. Ngemil sih lebih tepatnya.
Hisham kayak ayahnya suka makan roti. Kalo Ammar justru gak terlalu suka.
Sempet pas Desember kemarin kalo gak salah, beberapa malam sebelum tidur selalu bilang "Dede laper", minta makan. Telor dadar to the rescue, syukur Alhamdulillah anaknya justru mintanya sesimpel itu.
Suatu waktu dia sempet bilang "Ternyata makan itu enak ya Bun".
Maa syaa Allah Tabarakallah.. Bahagianya hati Mamak dengernya.
Ngomongin Hisham emang gak ada habisnya bakalan senyam senyum sendiri. Lain kali mau bikin tulisan khusus ttg Hisham. InsyaAllah...
Sehat sehat ya Hisham, anak manis cute kesayangan semuanya, Maa syaa Allah Tabarakallah..
#Hisham4tahun4bulan
Senin, 30 Januari 2023
Gigi susu pertama Abang Ammar yang tanggal. Gigi seri tengah bawah.
Sampai juga di fase ini, melihat gigi susu anak mulai copot. Alhamdulillah copotnya mudah. Tgl 29 Januarinya dia ngeluh giginya goyang, besoknya tgl 30 Januari pas lagi sikat gigi mandi sore , tiba2 aja copot. Alhamdulillah gak ketelen.
Aku emang udh wanti2 ke Abang, "Bang, gigi Abang ini udh goyang sebentar lagi bakal copot, hati2 ya jangan sampe ketelen. "
Abang sudah tau kalau dia akan melalui fase ini. Dia pernah baca komik Bippo, terus lihat kakak2 sepupunya yg "ompong" giginya. Alhamdulillah anak ini cukup dewasa ketika beneran mengalaminya sendiri.
Abang.. Semoga makin shalih ya..
Pernah gak sih ngerasain kayak gini? Kalo aku sering dan masih belajar bgt menghadapinya:
Seringkali kita naro ekspektasi lebih ke seseorang tanpa mengkomunikasikan terlebih dahulu ekspektasi kita ke org tsb. Terus ngerasa kecewa dan kesel saat orang tersebut gak bisa memenuhi ekspektasi kita. "Kok dia gak gitu sih? " "Kok dia gak begitu sih, harusnya kan dia begini"
Padahal kita nya yg salah, gak mengkomunikasikan apa yg kita inginkan ke orang tsb dari awal atau mungkin kita udh komunikasiin tapi org tsb gak bisa juga memenuhi ekspektasi kita, ini beda lagi sih bahasannya. Intinya ya emang perlu bgt yg namanya menej ekspektasi dan selalu ingat gak semua orang bisa "memuaskan" kita , vice versa.
Kondisi Pandemi di tahun 2020 memang membuat hidup sebagian besar orang jungkir balik. Banyak yang merasakan kehilangan di tahun ini, entah itu mata pencarian, rumah tinggal, teman, atau bahkan orang terkasih. Aku benar benar ikut berduka sekaligus berdoa semoga Allah menggantinya dengan yang jauh lebih menyenangkan dan menenangkan. Aku pun juga turut berdoa semoga Allah senantiasa memberikan perlindunganNya bagiku serta keluarga.
Namun begitu, bagiku 2020 amat sangat berkesan karena Alhamdulillah di tahun ini Allah memberikanku kesempatan untuk melakukan banyak hal baru. Beberapa adalah impian sejak dulu, beberapa adalah hal hal yang sudah diprediksi dan beberapa adalah hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Diantara kesempatan2 tersebut adalah:
1. Jadi tester skincare.
Waktu awal2 pandemi dan mengharuskan wfh full di rumah, wajahku yang tadinya gak kenapa kenapa tiba2 break out. Parah sih (menurutku) karena biasanya kulit wajahku termasuk yang gak bermasalah. Tiba2 break out gitu akhirnya mau gak mau coba coba lah beberapa produk. Sempet gonta ganti dan Alhamdulillahnya setelah 4 bulan berkutat dengan produk skincare akhirnya nemu juga formula yang lumayan pas buat wajah.
2. Jadi dokter suami.
Si mas mengidap psoriasis sejak kuliah dulu. Sejak di Padang psoriasis mas makin parah. Alhamdulillah pas mutusin untuk menyudahi LDR tahun lalu, kami akhirnya nyoba untuk ikhtiar sama sama untuk menekan psoriasis nya si Mas. Awalnya Gak berharap bakal sembuh total karena ya menurut literatur2 yang kita baca ttg psoriasis, ini penyakit yang gak bisa sembuh total. Tapi yaudah bismillah aja rutin minum pil minyak ikan, terus oles2 pakai noroid sama vco. Tapi memang belum maksimal. Awal tahun 2020 akhirnya nyoba pakai salah satu resep JSR dikombinasi dengan asupan makanan si mas perbanyak sayur dan buah. Karena katanya eczema, psoriasis atau penyakit kulit lainnya itu sebabnya karena leaky gut. Jadi yang harus diperbaiki itu adalah asupan makanannya. Alhamdulillah sudah hampir 1 tahun ikhtiar, psoriasis mas beneran jauh jauh lebih baik. Bahkan berangsur2 hilang. Hanya sisa sedikiiit saja dari bagian tubuhnya yg kena. MasyaAllah.. semoga lain waktu bisa share terkait ikhtiar suami menghadapi psoriasis ini ya.
3. Jadi guru buat Ammar
Sejak pandemi dimulai, setelah berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk menyekolahkan Ammar di rumah. Alhamdulillah dikasih kesempatan buat ngajarin langsung Ammar baca tulis, ngaji, kadang kadang nyobain eksperimen sama si duo bocil. Maa syaa Allah nikmatnya.
4. Jadi koki buat suami
Alhamdulillah, impian dari dulu bisa nyempetin masak buat suami dan bawain dia bekal makan siang itu bisa terwujud di tahun ini. Alhamdulillah jadi lebih sering ke dapur juga nyoba2 resep. Semoga bisa istiqomah ke depannya
5. Jadi tukang kebun
Ini gak kebayang sih sebenernya. Emang sih niatan untuk mulai membuat stok pangan mandiri itu udah sejak awal tahun diomongin sama si mas. Tapi blm sempet terwujud. Sejak di rumah aja, alhamdulillah bisa pelan pelan terwujud. Tapi ku lebih seneng beli bunga2an. Hehe..
6. Jadi pehobi ikan cupang
Kondisi pandemi gini emang bikin kita muter otak utk tetep terus menghibur diri. Awalnya cuma punya 2 ekor ikan cupang sampai sekarang akhirnya jadi 22 ekor ikan cupang🤣 tapi harganya yg murah murah aja kok. Gak sampe ratusan ribu itu. Yang belum dicobain itu nge-breed ikan ikan itu supaya beranak pinak😋
7. Jadi interior designer
Alhamdulillah bisa ngerasain kamar dengan suasana baru. Akhirnya memutuskan untuk tempel wallsticker lucu biar suasananya berbeda
8. Jadi reader
Alhamdulillah 2020 memberikan kesempatan bagiku untuk menyelesaikan satu persatu buku yang belum kubaca. Rekor baca buku terbanyak ya di tahun ini🤗
9. (Sempet ngerasain) Jadi star seller
Alhamdulillah.. selepas ramadhan, ammarbookstore sempet jadi starseller. Bahkan star+ di shopee. Tapi gak lama, akibat kemalasanku mengoperasikan toko dan libur yang kelamaan, akhirnya status star seller pun dicabut karena gak berhasil mempertahankan target penjualan bulanan😢. Its okay. Kita kejar di bulan selanjutnya👊
10. Jadi auditor
Auditor keuangan pribadi. Alhamdulillah 2020 cukup banyak penghematan yang telah dilakukan. Ya gimana engga, selama di rumah aja, kan makan masakan rumahan. Kalopun ke kantor seminggu sekali seringnya bawa bekal. Aku juga jadi beneran ngurangin belanja online beberapa waktu belakangan. Kalo dihitung hitung yaaaa pokoknya lebih hemat🤐😁😂
11. Jadi penulis lepas (sekali doang tapiii)
Meskipun cuma sekali doang tulisan ku mejeng di majalah kantor tapi aku udah segitu senengnya.. apalagi pas waktu dihubungi untuk dikirimkan honor nulis itu..... Maasyaa Allah.. bahagia banget... etapiiii aku belum mulai nulis nulis lagi setelah tulisan ku yang pertama itu. Heeem...
Heem.. apalagi ya.. pokoknya banyaaak banget. Maasyaa Allah Alhamdulillah, pandemi 2020 ini macem blessing in disguise buat ku. Bisa kumpul terus2an sekeluarga. Kadang stress juga gak bisa kemana mana, tapiii lebih banyak bersyukurnya. Kayaknya Allah kasih ganti waktu waktu kebersamaan yang hilang buat kami kemarin2 saat sebelum pandemi datang. Dikasih full sama Allah. Maa syaa Allah.. ampuni dosa kami ya Allah.. lindungilah kami..
Kalau kamu, 2020 mu gimana?