keuniversalan islam menerima segala bentuk pemerintahan, entah itu khilafah, jumhuriyyah, atau mamlakah, asal membawa maslahah, maka islam bisa menerimanya. titik beratnya bukan pada bentuk, tetapi dampak atau hasilnya
noise dept.
No title available
cherry valley forever
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
🪼
Monterey Bay Aquarium
No title available

#extradirty
Jules of Nature

祝日 / Permanent Vacation
AnasAbdin
Today's Document
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

★
Game of Thrones Daily

Love Begins

Janaina Medeiros
No title available
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from United States
@sidqonsiraj
keuniversalan islam menerima segala bentuk pemerintahan, entah itu khilafah, jumhuriyyah, atau mamlakah, asal membawa maslahah, maka islam bisa menerimanya. titik beratnya bukan pada bentuk, tetapi dampak atau hasilnya
Yang masi bisa buka tumblr, maukah kita sama sama membela halaman ini? Ahseg. Ramaikan yuk @gincumerah @jagungrebus @hujanmimpi @estehmanistanpagula @kunamaibintangitunamamu @melisalalalaa @a-hap @aksarannyta @kotak-nasi @lookitasari @sendingfailed @crescenthemums @rubahlicik @dwsrkhns tag yang lainnya juga ya, ehe ehe ’-’)/
Yang nda ngerti mau ngemail apa ke Bapake langsung, yuk ttd petisi ajah.
sudahhhh~
Mari kita laksanakan selagi bisa
Dengan ditemukan ratusan akun-akun pornografi tersebut, ini membuktikan bahwa mereka melihat-lihat dashboard akun-akun tersebut. Hm, saya saja enggak pernah nemu akun-akun itu malah selama ber-tumblr ria~~ Hm~ *mikir lunak*
Selagi masih bisa, yuk yang lain..
Mari selamatkan “anak-anak” kita tersayang…
Ciye yang tumblr nya pada di blokir, di dunia tumblr ini gue sendiri dong
Gabut
Menelusuri Jejak Peradaban Romawi di Maroko
Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di kawasan afrika utara. Di kalangan masyarakat Indonesia, negara ini terkenal sebagai destinasi untuk belajar ataupun memperdalam ilmu agama islam. Sedikit sekali masyarakat indonesia yang tahu bahwa maroko juga memiliki destinasi wisata yang menarik. Kali ini kita hanya akan membahas destinasi wisata di maroko yang berkaitan dengan peradaban ataupun mitologi romawi. Ada dua tempat yang sudah saya kunjungi selama menempuh studi di negeri ini. pertama adalah Volubilis (وليلي) dikota Meknes dan Goa Hercules (مغارة هراكل) dikota Tangier. Kita akan bahas satu persatu.
Volubilis adalah kota Romawi yang dibangun pada abad 3 SM. Kota ini terletak di tanah agrikultur yang subur. Menurut wikipedia, kota ini jatuh ke tangan penduduk lokal pada tahun 285 dan terus dihuni hingga 700 tahun berikutnya. Dinasti Idrisiyyah yang dianggap sebagai pendiri Maroko juga didirikan dikota ini pada abad ke-8. Saat ini Volubilis sudah masuk dalam situs warisan dunia UNESCO. Volubilis terletak di kota Meknes, cukup dekat dengan Ibukota Rabat, hanya sekitar 150 km atau 2 jam perjalanan darat dengan mobil atau bus. Di sepanjang perjalanan dari pusat kota meknes menuju Volubilis kita akan disuguhi pemandangan hamparan rerumputan luas yang hijau dan enak dipandang mata, dan bukit bukit hijau yang membuat kita seakan tidak sedang berada di sebuah negara Afrika. Saat sampai di Volubilis, kita akan melihat sisa-sisa kota ini berupa susunan susunan batuan yang membentuk seperti tiang tiang yang banyak sekali disebuah tempat yang sangat luas. Ada beberapa objek besar yang berbentuk seperti gerbang atau gapura dan ada pula sebuah tempat besar dengan jumlah tiang sekitar 6-8 buah yang menurut pengamatan saya adalah balai kota atau pusat kota. Pemandangan kota diatas bukit ini akan sangat indah saat matahari terbenam. Langit akan menjadi jingga dan membuat bangunan bangunan di Volubilis menjadi berwarna kemerahan. Di area Volubilis ini juga terdapat sebuah museum yang menyimpan benda benda peninggalan kota ini. untuk menikmati pemandangan indah di Volubilis ini, biayanya cukup murah yakni hanya dengan 10 dirham Maroko untuk orang dewasa dan 5 dirham Maroko untuk anak-anak.
Setelah Volubilis, kali ini kita akan membahas tentang Goa Hercules. Goa ini terletak di kota Tangier, kota wisata terbesar di Maroko setelah Marrakech dan Casablanca. Jaraknya sekitar 250 km dari Ibukota Rabat dengan perjalanan 3-4 jam menggunakan mobil atau bus. Perjalanan dari pusat kota Tangier menuju goa hercules ditempuh dengan waktu sekitar setengah jam menggunakan mobil. Goa ini terletak diatas pantai yang menjorok ke samudera atlantik. Sebagian goa ini terletak di perut bumi. Goa ini memiliki dua mulut, satu mulut besar yang menjadi tempat keluar masuknya pengunjung dan satu mulut lainnya yang mengarah ke samudera atlantik. Mulut goa yang mengarah ke lautan ini memiliki bentuk yang unik jika diamati, yakni mirip seperti wajah manusia yang terlihat dari samping. Di pintu masuk goa ini terdapat bagian khusus yang menjual pernak pernik khas Maroko, termasuk diantaranya adalah pakaian tradisional warga Maroko yaitu jellaba. Tidak ada sumber khusus yang menyebutkan mengapa goa ini dinamai goa hercules. Untuk masuk ke area goa ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Disekitar area goa terdapat kafe kafe yang menjadikan samudera atlantik sebagai spot pemandangannya. Menikmati teh dengan na’ na’ khas Maroko sambil menyaksikan sunsetnya samudera atlantik akan menjadi pengalaman yang sangat mengesankan, apalagi bersama keluarga tercinta. Maroko memang indah.
sabar, terima apa adanya, tahan. Bismillah betah. (di Martil مرتيل)
Benar adanya jika ada yang mengatakan teknologi adalah pisau bermata dua. Tergantung siapa penggunanya dan untuk apa penggunaannya. (di Bogor, Indonesia)
Yakali!
Hari ini gue ga ngadirin pernikahan kakak gue karena sekarang gue jauh di maroko sini. Hari ini gue berangkat sekolah jam 8 pagi dan baru pulang jam 4.30 sore. Hari ini gue punya beberapa kepengenan;
Pengen liburan panjang kaya mahasiswa lain,
Pengen santai santai bolos kaya mahasiswa lain,
Kadang mangkel juga harus belajar dari sunrise sampe sunset,
Menghafal tanpa tau artinya,
Masuk kelas tanpa faham yang diomongin guru,
Semuanya membosankan di tahun pertama.
Tapi waktu pengen ngelakuin semua kepengenan itu, gue sadar.
Udah ninggalin tanah air, merantau 12000 km lebih buat belajar, masa iya santai santai.
Udah Berdingin dingin di negeri orang dengan niat dari rumah mau kuliah, masa iya gue bolos.
Udah susah susah seleksi sampe diberangkatin masa iya gue leha leha disini.
Hari ini gue ga ngadirin pernikahan kakak pertama gue karena merantau kesini, masa iya gue kaga belajar.
Pengorbanan gue udah terlalu banyak sampe bisa kesini, masa iya cuma pindah tempat tidur doang 😅
Tetap semangat dan sukses selalu buat seluruh mahasiswa rantau dimanapun anda berada ✊🏻✊🏻✊🏻
El-Aioun sidi Mellouk, Maroko, 1 derajat celcius.
Indonesia lebih baik! . . . #pcinumaroko #maroc #indonesian #krapyakLN #chefchaouen #blue (di Chefchaouene - شفشاون)
🌑🌒🌓🌔🌕 (di Caves of Hercules)
Biggest mosque in africa 🕌 (di Hassan II Mosque)
لست صنوة، انا من اندونسيا. (di El Aïoun Sidi Mellouk, Oujda, Morocco)
Kita saudara, tak usah bayar!
Tak terasa, hampir tiga bulan sudah saya belajar dan tinggal di Maroko. Banyak pula hal tak terduga yang saya temui disini. Dan yang paling menarik menurut saya adalah; keramahan penduduknya.
Saya masih ingat betul kesan pertama saya waktu pertama kali menginjakkan kaki di Bumi seribu benteng ini. Bagaimana mudahnya saya melewati proses imigrasi karena saya berpaspor Indonesia, dan ketika semua koper harus melewati pemeriksaan x-ray, koper koper kami dibiarkan tidak diperiksa karena kami rombongan pelajar dari Indonesia. Hubungan antara Maroko dan Indonesia memang benar benar lebih dari sahabat. Dan gambaran saya tentang penduduk maroko benar benar baik sampai saat itu.
Kehusnudzonan saya sampai disitu rupanya. Sesampainya kami di kantor sekretariat PPI Maroko, salah seorang senior yang menjemput kami dari bandara mengatakan “jangan mainan hape sambil jalan, banyak jambret” yang saya fikirkan saat itu satu, saya harus menjaga hape saya tetap aman. Sederhana, namun seketika anggapan saya terhadap warga maroko langsung berbalik seketika. Saya selalu merasa was was, bahkan untuk sekedar membalas pesan whatsapp didalam bus, dan selalu merasa tidak aman bila ada orang yang menurut saya mencurigakan.
Ternyata tidak sampai disitu anggapan buruk saya tentang warga maroko. Kesu’udzonan saya diperparah ketika kami berlima ditolak dari universitas dan dipindah ke kota kecil bernama Aioun. Terus terang saya ilfeel, kami mahasiswa baru yang belum beradaptasi tidak diberikan kesempatan sama sekali untuk belajar di universitas. Sombong sekali; pikir saya.
Mungkin Allah punya rencana untuk kami, mungkin ditolaknya kami di universitas merupakan sebuah cara Allah menunjukkan bahwa penduduk maroko bukan hanya tentang jambret disiang bolong atau mudir universitas yang cuek. Dikota Aioun kami menemukan kehangatan dan keramahan penduduk maroko terhadap orang asing seperti kami yang seringkali membuat kami geleng gelemg kepala. Bagaimana kebaikan mudir madrasah tempat kami belajar yang memberikan segala kebutuhan kami secara cuma-cuma, dan kehalusan tutur kata dan perbuatannya yang kadang membuat kami menemukan sosok kyai dalam dirinya. Bukan hanya mudir, penduduk kota Aioun pun ramah luar biasa kepada kami. Tak jarang ketika kami belanja di pasar atau warung, mereka memberikan dagangan mereka secara gratis kepada kami. Kota ini kecil, mungkin agak membosankan, namun penduduknya ramah luar biasa. Benar benar memperbaiki pandangan kami terhadap orang maroko. Memberi kami pelajaran bahwa keburukan itu milik individual, bukan bersama. Kami sekarang percaya, bahwa yang diceritakan sebagai jambret itu hanyalah sepersekian kecil dari orang maroko yang baik baik ini. Bahwa cuek dan angkuhnya mudir universitas di oujda hanyalah kecacatan kecil dari mudir mudir baik dan penyayang seperti mudir madrasah kami saat ini.
Bukan perkara keuntungan secara materi yang kami anggap sebagai anugerah disini, namun bagaimana kalimat “tak usah bayar, kita saudara!” Yang membuat kami percaya, bahwa di dunia ini masih dipenuhi dengan orang orang baik.
Saya bahagia tinggal di Maroko.
Politisasi agama dan politik beragama itu beda, mas.
Agama islam, telah memberikan tuntunan dan pedoman terbaik untuk dijalani setiap penganutnya. Islam tidak hanya memberikan pedoman tentang ibadah dan ketuhanan, melainkan juga menuntun penganutnya dalam hal yang berhubungan dengan manusia atau keduniaan, seperti cara bergaul, cara berumah tangga, adab dan etika, bisnis dan jual beli, tidak terkecuali cara berpolitik,bernegara, termasuk dalam hal memilih pemimpin. Semua diatur dalam islam dengan sedemikian baik dan rasional.
Beberapa bulan yang lalu, warga Jakarta yang memiliki hak pilih dalam gelaran pemilihan gubernur, digegerkan dengan mencuatnya isu politisasi agama. Dilansir dari Wikipedia.org, politisasi agama adalah politik manipulasi mengenai pemahaman dan pengetahuan keagamaan/kepercayaan dengan menggunakan cara propaganda, indoktrinasi, kampanye, disebarluaskan, sosialisasi dalam wilayah publik dilaporkan atau diinterpretasikan agar terjadi migrasi pemahaman, permasalahan, dan menjadikannya seolah-olah merupakan pengetahuan keagamaan atau kepercayaan, kemudian, dilakukan tekanan untuk memengaruhi konsensus keagamaan atau kepercayaan dalam upaya memasukan kepentingan sesuatu kedalam sebuah agenda politik pemanipulasian masyarakat atau kebijakan publik.
Berkaca pada pengertian tersebut, jika cara islam memberikan pedoman dan tuntunan kepada ummatnya disebut politisasi agama, hal itu adalah tidak benar, karena islam adalah rahmatan lil ‘alamin. mengenai tuntunan dalam memilih pemimpin dan berpolitik, islam juga memiliki tolok ukur dan kriteria tersendiri sehingga pada hakikatnya ummat islam tetap memilih pemimpinnya dan menggunakan hak politiknya secara objektif, bukan subjektif seperti yang selama ini dituduhkan. Seperti perkataan Ibnu Taimiyah, “Lebih baik memilih pemimpin kafir yang ‘adil, daripada pemimpin muslim dzolim”. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam memilih pemimpin, islam juga menuntut umatnya agar melihat juga kredibilitas dan kapabilitas pemimpin pilihannya, walaupun yang utama adalah agamanya.
Syari’at islam, selalu memiliki pejaran dan hikmah tersendiri bagi pemeluknya. Seperti kita ketahui pelarangan berzina, meminum minuman keras, mencuri, riba, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan hal-hal lain yang tidak diperbolehkan islam semuanya itu memiliki alasan rasional atas pelarangannya. Karena islam tidak hanya menuntun agar pemeluknya selamat di akhirat, melainkan ajaran islam juga menuntun pemeluknya agar menjadi manusia yang baik di dunia.
Keimpulannya adalah, menyamakan umat muslim yang berpolitik dengan berlandaskan ajaran agama dengan praktek politisasi agama adalah salah. Berpolitik dengan berlandaskan agama adalah cara umat islam agar menjadi manusia yang baik dan selamat di dunia maupun di akhirat. Menghargai perbedaan bukan berarti larut dan menyatu dengan yang berbeda, menghargai perbedaan adalah sikap tidak saling mengganggu dan mau maju bersama dengan tetap berpegang pada prinsip masing-masing, karena sejatinya perbedaan adalah saling melengkapi.
Budaya, menurut saya..
Saat ini saya sedang melanjutkan studi di Institut Al Kadi Al Faqih Abdallah Ben Said Al Oujdi, dikota Oujda, Maroko. Hidup di negeri orang dan jauh dari tanah air memang tidak semudah yang saya bayangkan sebelum menginjakkan kaki di negeri seribu benteng ini. Banyak yang harus saya sesuaikan disini. Mulai dari bahasa,cuaca, makanan, dan budaya. di era yang serba digital ini, apa yang terlintas dalam benak kalian saat mendengar kata budaya? Mungkin sebagian besar dari kita ketika mendengar kata tersebut langsung merujuk pada kesenian, tari tarian, alat musik, dan semacamnya. Padahal budaya bukan hal itu saja loh, Menurut wikipedia, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Jadi budaya bisa dibilang adalah segala perlakuan manusia. Budaya masyarakat Indonesia dan Maroko tentu jauh berbeda. Misalkan budaya memanggil nama orang yang lebih tua dengan embel embel pak, bu, mas, kak, atau sejenisnya yang tidak dapat ditemukan di maroko, atau budaya orang maroko yang terus menanyakan apa kabar setiap bertemu (bahkan walau lima menit sekali) yang mungkin sangat jarang kita temui di Indonesia, dan masih banyak perbedaan lainnya. Untuk mereka yang kurang piknik, tentu perbedaan tersebut akan terasa aneh bahkan dapat menyulut pertikaian. Namun bagi kita yang telah terbiasa hidup di pesantren dan bertemu dengan banyak teman yang berasal dari berbagai penjuru daerah di nusantara, yang pasti berbeda beda adat dan kebiasaannya, perbedaan budaya bukan masalah besar bagi kita. Mungkin hanya di pesantren kita bisa menemukan pemahaman budaya se-instan ini. karena di pesantren, tidak peduli apa suku, bahasa, bahkan warna kulitmu, selama kau bisa memahami orang lain, maka kau akan dipahami. Hal itu yang saya rasakan selama nyantri di krapyak. Bagi saya yang telah mengalami kehidupan menyenangkan di krapyak, perbedaan budaya bukan lagi menjadi masalah, melainkan perbedaan budaya adalah sebuah anugrah tak terhingga dari Allah. Jika hal semacam ini tertanam dalam setiap individu, bukan tidak mungkin keamanan dan kedamaian di Negeri kita akan mencapai titik tertingginya. Baldatun tayyibatun wa Rabbun ghafur, Negeri yang aman, nyaman, dan penuh ampunan dari tuhan sang maha Rahman.
Terlepas dari hal tersebut, bukan berarti semua kebudayaan yang kita temui adalah baik dan harus kita ikuti. Kita harus tetap memilah mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan identitas kita. seperti saya saat ini, sekarang saya tinggal di kota yang terletak di ujung paling timur negara Maroko, yakni Oujda. Dikota ini hanya ada 7 orang Indonesia dan mungkin orang Asia. Maka sudah pasti kami adalah duta dari setiap orang Indonesia, sangat mungkin pandangan orang maroko terhadap orang Indonesia akan terpaku pada bagaimana kebiasaan dan bagaimana kami bersikap. Artinya, walaupun sudah hidup dan tinggal di negara orang, tetaplah budaya luhur ke-Indonesiaan kita tetap harus kita praktekkan disini.
Cintailah budaya kita, karena itu yang menunjukkan siapa kita. dimanapun kita berpijak, kita santri, kita Indonesia!
Wakil abah dan ummah merasakan cuaca dingin negeri seribu benteng. . . #maroc #indonesia #oujda #pcinumaroko #betawi (di Oujda Médina)
Mereka yang ahli menahan dingin dan rindu. . . 📸taken by: @kunoizzm . . #maroc #oujda #indonesian #santrizamannow #pcinumaroko (di Oujda Médina)
Dulu, untuk mendatangi sebuah majelis sholawat, tak jarang kami harus berjalan kali. Tak peduli berapa kilo jauhnya, walaupun tanpa membawa sepeserpun uang, asal bersamamu teman aku sanggup :))