Manusia yang menggenggam Kenangan
Dia adalah seorang perempuan, tidak cantik tidak juga populer. Tapi dimatanya selalu terselip harapan untuk menjadi dunia bagi seseorang.
Dia adalah seorang perempuan, tidak tamak dan tidak banyak berharap. Baginya, tidak penting ketika semua dunia melihat kedalaman matanya, sedangkan orang yang ia harap menggengagam tangannya tak juga mengulurkan jemari
Dia adalah perempuan, seprti kodratnya , selalu ingin diperhatikan. Tak perduli semua orang menawarkan pelukan, ia tetap berdiri di ujung penantian, sedang orang yang ia harap merengkuhnya pergi, justru membalikkan badannya memunggungi.
Dia seoramg perempuan, selalu melawan kekecewaan. Selalu melirik kedepan cermin, adakah bayangan orang lain yang tersenyum di belakangnya. Walaupun ia tahu, tak ada sesiapa yang bersedia menyunggingkan senyuman itu
Dia dalah seorang perempuan yang selalu menggenggam kenangan, sedang apa yang ia genggam itu perlahan-lahan sedang menjauh dan tak pernah ingin kembali lagi
Cirebon, 5 Mei 2025














