Kita hanya akan paham arti ketulusan seseorang, saat kita sendiri sudah benar-benar menjadi orang tulus.
Karena setiap orang selalu terjebak dalam level persepsi mereka masing-masing.
i don't do bad sauce passes

★
wallacepolsom
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available

Kiana Khansmith

@theartofmadeline

Love Begins
Cosimo Galluzzi

tannertan36
AnasAbdin

titsay
Cosmic Funnies
trying on a metaphor
Misplaced Lens Cap

roma★
will byers stan first human second

oozey mess
ojovivo
seen from Brazil
seen from United States

seen from Canada

seen from Australia

seen from South Korea
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from New Zealand

seen from United States
seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
@sofeabl
Kita hanya akan paham arti ketulusan seseorang, saat kita sendiri sudah benar-benar menjadi orang tulus.
Karena setiap orang selalu terjebak dalam level persepsi mereka masing-masing.
Peter Hansen
Berpura tenang bagai laut tanpa gelombang, padahal tangis selalu pecah selepas petang.
saling diam adalah cara berpamitan paling menyakitkan
“..seandainya kamu tau betapa cepatnya manusia akan melupakanmu setelah kematianmu, maka kamu tidak akan hidup untuk mencari ridho atau menyenangkan siapapun selain Allaah..”
anonymous hafizhahumullaah
Barangkali benar bahwa diam-diam semua orang sedang bertahan dan berjuang di medannya sendiri-sendiri: untuk tetap baik-baik saja meski sedang menghadapi hari yang berat, untuk tetap melangkah meski terluka disana-sini, untuk tetap tersenyum dan tertawa meski ada kesedihan dan duka yang mencabik-cabiknya, dan untuk tetap menjalani hidup meski hidup itu sendiri seolah sedang tidak menawarkan apa-apa selain tuntutan untuk tetap dijalani saja.
Jika suatu hari atau saat ini kita sedang merasakannya, semoga kita selalu ingat bahwa Allah pasti punya rencana baik dan kita tidak akan dibiarkan-Nya menghadapi hari-hari yang terus begini-begini saja.
Pict by Pinterest.
Riuh gemuruh suara roda kereta yang beradu dengan relnya menyatu dengan gaduhnya suasana dalam gerbong lokomotif yang aku tumpangi.
Aku akan pergi ke kotamu, sekali lagi.
Namun tentu saja dengan perasaan yang berbeda kali ini.
Hari ini, aku pergi dengan membawa segenggam keikhlasan dan kerelaan yang sedang aku usahakan; untuk melupakanmu.
Kotamu, kota yang sedang aku tuju. Kota yang sudah menjadi impianku sejak dulu, kota yang pernah kuukirkan sebait cerita untuk beberapa waktu.
Aku akan pergi, sekali lagi.
Meski nyatanya kita sudah tidak akan lagi bersua, bahkan sekedar untuk bertegur sapa, aku akan tetap mengunjunginya sesekali.
Tuan,
Semoga kedatanganku kali ini tidak menyisakan sesak yang sangat di dalam hati seperti tempo hari.
Semoga aku semakin terbiasa dengan keadaan kota yang tidak ada kita di dalamnya, ya.
Tanjung Malim, Oktober 2023.
Jangan pernah maksa masuk ke dalam kehidupan seseorang kalau dia enggak mengizinkan. Dan jangan pernah maksa untuk dijadikan prioritas seseorang kalau untuk masuk ke dalam hidupnya pun kamu enggak diizinkan. Izin itu penting.
- Sastrasa
Learn about someone's past. Not to punish them, but to understand how they need to be loved.
Andai saja kamu bisa tahu, aku belajar tentang masa silammu untuk aku bisa mengerti, menyayangi dan mencintaimu sebagaimana yang pantas kamu dapatkan bersama aku.
“Kau menyiapkan perpisahan, sedang aku baru saja jatuh dalam kenyamanan.”
Menjadikanmu rumah adalah harapan yang pernah aku semogakan, tetapi nyatanya, kau tak layak huni. Sebab kau adalah apa yang mudah memikat, tetapi enggan mengikat.
Butterflies - Lana Del Rey
Riuh dikepalamu tidak selalu dimengerti manusia, tapi air matamu di hadapan Allah selalu bisa meredam semuanya.
Senin, 09 Sya'ban 1445 H.
“Fix me, Ya Rabb.”
Semoga siapa yang ada dalam hidup ini sekarang, tuhan kekalkan sampai hujung waktu.
Kamu akan selalu jadi hal terbaik bagi hidup seseorang. Paling tidak bagi hidupku.
~ Alfin Rizal.