Gadis kecil itu ingin dicintai dengan sederhana seperti puisi Sapardi. Sehangat dekap alam, senyaman rumput hijau menggenggam tangan, selembut kecupan angin menyentuh bibir, setenang suara aliran sungai menenangkan resah, sekagum keindahan bunga liar yang mekar setelah hujan reda. Dan sebagai rumah pada setiap doa-doa sepertiga malam yang syahdu. Ia ingin dicintai sederhana, walau yang memandangnya seakan ia kehausan hal mewah.









