Kala hujan sore ini
Sore ini masih saja hujan Sedikit mereda dari tadi siang, tapi masih hujan
Aku terbangun dari tidur siangku Di ruang segi empat berukuran 3m X 4m Ruangan kecil yang sangat kusuka entah mengapa
Mungkin karena alas kasur berbahan jersey favoritku Atau karena bantal-bantal kecil yang berserakan di kasur Atau karena comforter berwarna hijau pastel kesukaan yang sering menyelimutiku setahun terakhir
Mungkin karena lantai dan perabot kayu yang membuatku apartemen kecil ini terasa hangat Atau tumpukan buku dan kotak berisi coklat batang berbagai macam merek di atas lemari baju yang tidak besar Atau perpaduan dinding berwarna krem, pintu putih, dan kloset putih yang jarang kututup agar bisa melihat blazer atau mantel mana yang akan kupakai esok hari Atau cermin lebar dan meja rias tempatku berhias dan mencoba-coba lipstik
Mungkin karena meja belajarku yang menghadap jendela, tempatku melamum sembari mengerjakan tugas-tugas kuliah Atau karena pohon-pohon dan hutan rindang yang bisa kulongok dari jendela dekat tempat tidurku Atau sinar mentari yang masuk membangunkanku setiap pagi
Mungkin karena irama hujan sore ini, dari rintiknya yang mengenai dedaunan dan jalanan Bersahutan dengan bunyi bus yang sesekali lewat dan cuitan burung-burung Diiringi alunan piano dan orkestra bernuansa Indonesia gubahan Andi Rianto dan Gardika Gigih Pradipta
Rasa-rasanya sayang bila kenangan sore ini terlupakan, tidak terceritakan pada diriku di masa depan atau dirinya di masa depan Andaikan pensive itu nyata, pasti sudah kuletakkan tongkat sihir di kepalaku Agar semua tersimpan rapih dan bisa kukunjungi semauku, sebutuhku
Dan sore ini, sore ini masih saja hujan










