“Saat semua orang ingin jadi yang pertama. Mungkin, ruang di kedua akan lebih lega.”
—

❣ Chile in a Photography ❣
No title available
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost

roma★
Sade Olutola
tumblr dot com
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

tannertan36
wallacepolsom
NASA
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Show & Tell
Stranger Things
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸
Jules of Nature
macklin celebrini has autism
trying on a metaphor
Fai_Ryy

seen from Saudi Arabia
seen from United Kingdom
seen from Algeria
seen from United States
seen from Algeria

seen from Trinidad & Tobago

seen from Bangladesh

seen from Lebanon
seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@straightknight
“Saat semua orang ingin jadi yang pertama. Mungkin, ruang di kedua akan lebih lega.”
—
Lagi nyari rumah tiba-tiba kepikiran.
Sinarmas atau Ciputra jual ga ya rumah yang ada Bapak nya?
Ada kalanya orang menulis bijak karena kegelisahan atas keburukan dirinya sendiri. Perkara tulisannya diterima orang adalah hal lain yang kemudian membebaninya untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan kecil dalam hidupnya. Karena menulis mengajarkan kita untuk berekspresi sekaligus bertanggung jawab atas kata-kata kita sendiri. Tapi bukan komentar orang yang harus paling kita pedulikan, melainkan perbaikan tulisan dan perbaikan diri kita sendiri yang paling penting.
— Taufik Aulia
Menjadi Hebat
Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.
Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.
Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.
Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.
Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.
Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :
“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”
Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi
Jika kamu kebingungan dari mana harus mulai untuk memperbaiki diri, maka, perbaikilah dulu shalatmu. Lalu, lihatlah bagaimana Allah akan mengubah hatimu: mengubah hati yang sering merasa sendiri, menjadi tenang karena telah terisi. Sederhana, tapi … mendatangkan bahagia. Cobalah.
Perihal Waktu
Kamu itu buat saya candu Tidak bertemu jadinya rindu Sering menyapa berakhir sendu Dan saya merasa dungu Terus terusan saya melupa Namun malah melekat Mencoba acuh Malah diacuhkan Kamu itu membuat saya bingung Bilang suka sama dia Tapi berkeluh kesah pada saya Saya pun terbawa Terbawa terus terusan tanpa bosan Padahal sudah tahu perasaanmu Ya sudahlah, bawa perasaan saya saja hingga lama kelamaan kamu pun juga terbawa oleh saya. hehe tapi kapan?
Tulisan : Orang yang Tepat
Kalau kamu merasa kamu pendiam, mungkin itu hanya karena kamu belum bertemu dengan orang yang tepat untuk kamu ajak bicara. Kalau kamu sangat pemalu, mungkin itu hanya karena kamu belum menemukan lingkungan yang tepat untuk menjadi ruang yang nyaman bagimu agar kamu bisa menjadi dirimu sendiri. Kalau kamu merasa kamu kurang dalam segala hal, mungkin kamu belum bertemu dengan orang yang lebih kurang darimu, atau bisa juga orang yang mengagumimu pada hal-hal yang selama ini kamu keluhkan.
Seringkali, segala kekhawatiran kita terjadi kita hanya belum bertemu dengan orang yang tepat. Segala persepsi kita tentang diri sendiri itu hanya lahir dari pikiran kita, bukan orang lain. Sehingga, bertemu dengan orang yang tepat memang sebuah hadiah yang tak ternilai.
Orang yang tidak hanya bisa membuat kita menjadi diri sendiri, melainkan orang yang sekaligus bisa menjadi lingkungan yang kita bisa tinggali. Hidup dalam lingkungan tersebut, nyaman memang. Tapi, zona nyaman yang membuat kita terus tumbuh tentu lebih baik daripada kita harus keluar darinya kan?
Kalau kita tidak atau belum juga menemukan orang yang tepat tersebut, bukankah tidak ada salahnya kita berusaha untuk membuat diri kita menjadi orang yang tepat untuk orang lain?
:)
©kurniawangunadi | yogyakarta, 21 september 2017
TERLUPAKAN
masih ingat kala keluhan itu selalu muncul menangis berkali kali yang banyak berisi umpatan kesedihan mencari adil yang tak terlihat batang hidungnya merasa terpaling sangat terpuruk
“hikmah, hikmah, hikmah. mana kau kala itu? tak adakah hadirmu yang dapat membuatku tenang?”
pikiranku kala itu, pikiran bodoh macam manusia tak ber-Tuhan tiba tiba seseorang mengingatkanku akan doa yg kupanjatkan
memohon diberi kekuatan memohon diberi keikhlasan memohon diberi kesabaran
thats. cara Tuhan mengabulkan doamu
sayangnya kau tak ingat doamu sendiri coba ingat, dan bersyukur.
SK
aku (bukan) sisimu
Kau tengoklah sisi favoritmu
Akan kau temukan orang idamanmu
Tampak menawan gemilang
Bak putri raja yang siap dilamar
.
Kau tengoklah sisi lain itu
Akan kau temukan aku termangu
Sendiri menatap kosong
Menunggu sebuah keajaiban datang
.
Terlihat sangat lucu
Bahkan akupun terheran
Pikiran ini tak beranjak pergi
Atau mencari jalan lain
.
Yang aku paham
Aku menunggu
Kapan aku berhenti
Atau
Kapan aku menjadi sisi favoritmu
.
.
.
-SK
Tidak ada yang lebih menyiksa selain dihabisi oleh isi kepala sendiri dan dipecundangi oleh kepercayaan diri.
yang sudah direncanakan gagal dilakukan, yang sudah dipersiapkan justru diremehkan; oleh diri sendiri
Hujan Mimpi
(via hujanmimpi)