Mungkin memang sudah saatnya berpisah satu sama lain, sudah tak bisa dipaksakan. Percuma saja jika dipaksakan karena sesuatu yang dijalankan dengan terpaksa akan berakhir tidak baik, tapi apa mungkin kita tidak bisa kembali? Menurut aku kita masih bisa kembali. Untuk sekarang mari kita sama – sama istirahat dari hubungan ini, kita saling intropeksi diri satu sama lain sehingga kedepannya sudah tidak ada kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya.
Jika kita tak kembali bersama itu sudah tanda bahwa kita bukan pasangan yang tepat untuk satu sama lainnya. Antara aku dan kamu , kamu dan aku , sudah tidak bisa menjadi kita karena memang ada rasa yang hilang. Bahkan, rasa itu belum tentu kembali jika kita bersama merajut kasih antara kau dan aku. Tidak akan ada yang sama jika suatu hubungan sudah retak tapi ia berusaha kembali, maka semuanya akan terasa berbeda. Mungkin akan terasa canggung satu sama lainnya, bisa jadi kita saling memakai topeng hanya untuk membahagiakan pasangan kita. Hal yang sangat wajar apabila kita sering mengganti topeng untuk pasangan kita demi melihat dirinya bahagia tapi yang menjadi pertanyaan aku selama ini adalah untuk apa kita saling memakai topeng dan merasa bersama? Bukan kah menjalin hubungan dengan seseorang harus dengan rasa sayang , menjalin kasih dengan lapang dada?
Topeng yang aku maksud adalah bagaimana kita menyembunyikan rasa amarah, sakit hati, cemburu, dan hal lainnya hanya untuk terlihat baik – baik saja di depan dirinya. Untuk apa aku memakai semua itu? Seharusnya pasangan harus bisa berbagi cerita dalam senang maupun susah. Pasangan adalah orang yang menjadi sandaran kita, tempat berpulangnya kita ketika kita sudah muak dengan isi dunia yang sangat kejam dan saat itulah kita kembali ke ‘rumah’ merajut asmara tiada hentinya dari fajar hingga fajar.
Aku terdiam sejenak, berpikir apa bisa pasangan saling memakai topeng saat bersama? Seharusnya kita saling melepaskan topeng tersebut dikala kita sedang merajut kasih.