Mana yang lebih baik?
Status penuh dengan update jualan bukan berarti enggak beribadah. Story penuh dengan kesibukkan packaging jualan kue kering, baju, dan jualan lainnya bukan berarti enggak maksimal di bulan Ramadhan. Apalagi masih terlihat di 10 hari terakhir Ramadhan.
Sebab ada sebagian orang yang pada hari ini memilih masih harus bekerja keras bahkan lembur di penghujung ramadhan. Karena masih ada hutang yang harus dibayar, orangtua yang sudah sepuh yang harus mereka kunjungi di kampung halaman, membelikan baju baru atau hadiah untuk anak-anak, atau bahkan mengejar omset agar bisa memberikan THR, bonus untuk karyawan yang juga mengharapkan penuh untuk orang yang mereka cintai.
Hari ini dan sampai kapanpun, kita tidak pernah tahu amalan tersembunyi apa yang sedang mereka lakukan namun tak nampak dipermukan. Bisa jadi amalan ibadah mereka jauuh lebih baik dari kita. Sebab mereka menjaga niat mereka, sebab mereka menjaga keikhlasan hati mereka. Sebab mereka banyak memaafkan dan lebih lapang. Sementara kita, sibuk dengan prasangka yang belum jua benar adanya.
Kita hanya penonton di kehidupan orang lain, kita tak pernah tahu kesulitan seperti apa yang sedang Allaah uji dalam hidup mereka. Tidak pernah benar-benar tahu.
Maka tak pantas rasanya membandingkan mana yang lebih baik. Sebab yang terbaik adalah yang paling lurus niatnya murni karena Allaah Ta'ala.
Sekali lagi, semua orang sedang berjuang, setiap orang punya ladang pahalanya. Hanya karena orang lain tidak mengerjakan apa yang kita kerjakan amalan pada hari ini, bukan berarti kita lebih baik dari mereka. Justru kita perlu bertanya kepada diri, bukankah itu termasuk kesombongan sebab merasa lebih baik dari orang lain?
Astaghfirullaah. Ighfirliy yaa Rabb 💦
Untuk siapapun yang hari ini Allaah uji perihal harta, ekonomi. Semoga Allaah menolong selalu dalam keadaan apapun. Dan untuk siapapun yang hari ini Allaah uji perihal apapun itu, semoga Allaah mudahkan untuk melaluinya dengan sabar dan tawakal kepadaNya. Pada akhirnya kita menuju Allaah sesuai kemampuan kita dalam mengupayakan. Dan ini tentu atas pertolongan Allaah. Maka jangan lelah untuk selalu meminta pertolonganNya.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »
Penghujung Ramadhan, 21 Ramadhan 1444 H









