patrzę w twoje oczy i widzę w nich miłość do mnie

seen from Poland
seen from Belarus

seen from Poland

seen from India
seen from Argentina

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Indonesia

seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Tunisia
seen from Poland

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Poland
seen from United States
seen from Finland
patrzę w twoje oczy i widzę w nich miłość do mnie
Adab Sebelum Ilmu
Memasuki tahun 2024, saatnya Indonesia akan melakukan pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan debat keempat oleh calon wakil presiden 2024 diantaranya Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD. Sejujurnya aku tidak begitu mengikuti semarak debat atau kampanye dari ketiga pasangan calon, hanya sedikit saja itupun yang lewat di media sosial. Aku tidak secara sengaja mengikuti kabarnya. Meski begitu, aku percaya pada suamiku untuk diajak diskusi dan bertanya banyak hal, hehe. Suamiku hampir mengikuti banyak hal tentang ketiga pasangan calon ini. Ia benar-benar ingin memilih yang lebih baik dari yang ada. Pada tulisan ini aku tidak akan membahas tentang ketiga calon, visi misi dan lainnya.
Desclaimer. Seperti yang kusampaikan sebelumnya aku bukan pengikut utuh informasi tentang pemilu dan atau ketiga pasangan calon sehingga kurang lebihnya ini pandangan sekilas menurut aku pribadi dan tidak memihak manapun juga tidak ingin menebar kebencian. Aku hanya ingin menyoroti perilaku Gibran kepada Mahfud MD di debat keempat yang harapannya bisa diambil pelajaran oleh kawula muda. Pada bagian ketika Gibran berkata, “Saya sedang mencari jawaban Pak Mahfud”. Begitulah kurang lebihnya, dengan mimik, postur tubuh dan perilaku yang dalam pandangan saya terbilang tidak sopan. Gibran adalah calon termuda sejauh pemilu presiden dan wakil presiden yang ada, sedangkan Pak Mahfud jauh lebih tua yaitu berkisar kurang lebih sama dengan usia orangtua Gibran. Ia seharusnya bisa menjadi teladan bagi kaum milenial yang lain. Setelah menyaksikan potongan video tersebut yang banyak beredar dan ternyata banyak yang sependapat denganku rasanya geram sekali.
Pertama, ia sedang berbicara dengan yang lebih tua, bahkan jauh lebih tua.
Kedua, ia sedang dilihat banyak mata karena tersiar langsung di layar kaca.
Ketiga, ia sedang berada di acara yang tentu saja terdapat aturan berlaku termasuk beretika. Rasa-rasanya apa yang ia tampilkan, begitulah ia di keseharian.
Kemanakah didikan orangtua dan atau sekolah?
Kemanakah ilmu yang kau kejar hingga luar negeri?
Kemanakah keteladanan dari lingkungan sekitarmu dan darimu untuk rakyat Indonesia sedangkan kamu adalah seorang calon pemimpin?
Begitukah nantinya sikap pemimpin?
Apakah kamu pernah mendengar perkataan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tentang ini?
“Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR Tirmidzi)
“Sejujurnya hal yang lebih berat di timbangan amal baik seorang mukmin adalah akhlak yang baik. Dan Allah tidak menyukai orang yang berbicara keji dan kotor.”
(HR Tirmidzi no. 2002)
Dan pepatah arab yang berbunyi,
“Adab itu lebih tinggi daripada ilmu.”
Mari bijak memilih!