Gerbang berwarna abu itu masih kokoh tegak disana Masih pada tempatnya Gerbang yang selalu jadi saksi bisu pertemuan juga perpisahan kita Kala itu malam terkakhir aku mengantarmu sampai depan gerbang, perlahan menghilang sayu-sayup dalam malam Sakit,menyekat kerongkongan. Tak ada lagi kata salam perpisahan, tak ada lagi notif bising mengganggu menandakan kedatanganmu sudah lama menunggu. Dengan buru-buru kubukakan pintu dan gerbang lalu menyambutmu hangat senyum senang. Malam itu hanya kepingan kecil dari kisah kita. Tak akan ada malam-malam seperti itu lagi. Tak ada lagi deru suara motor menjemputku, sekedar untuk memgantar mencari makan atau mencari udara segar. Tak ada lagi decitan roda gerbang beradu, karena gerbang itu kini telah tertutup rapat. Karena kamu tak lagi datang, dan karena aku juga tak lagi ada disana. Entah berapa lama sejak terakhir kali aku membukanya untukmu. Hingga kau rela kehujanan menunggu lama karena aku tak kunjung datang membukanya. Aku rindu waktu itu, tangis menemani Bertanya-tanya bisakah aku kembali? Aku butuh tubuh untuk pulang, memeluk hangat mendengar cerita dariku Aku butuh tubuh untuk pulang Semakin lama jauh,semakin lama perlahan membunuh Kita yang punya rasa dan hati, kita juga yang menguasai Tapi sayangnya, logikaku kalah dengan perasaan. Aku tak bisa mengaturnya, aku hanyut. Sedangkan dia? Entah rasanya sama atau tidak, entah merindui juga atau tidak. Aku tak tau. Yang pasti aku ingin temu #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day26 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #AWIOfficial #senjadiataplangit #gaduh #menuliskata #menulisrasa #puisisederhana #creativemultipost #puisisingkat #menuliscerita #onepeachmedia #indonesiamenulis #instapoem #poedisual #sajakpuisi #sajak_literasii #literasihati #literasiquote #literasikata #typographyporn #typographyphone #gilasastra #sajak_literasii #sajakpuisi #poetryoftheday #poetscorner https://www.instagram.com/p/CB5rAVYDEZO/?igshid=1j7suwn3bh9ja













