Menjelang subuh Bulan beringsut menyambut mentari Si Jampang berkokok lantang Alas tidurku masih hangat Tubuhku tak ingin beranjak Dalam dekap selimut aku nyenyak Menjelang subuh Sayup-sayup terdengar derap kaki lelaki tua Segelintir pemuda mengiringi Beriringan menuju surau Menjelang subuh Mulai riuh,hidup kembali Suara kuda besi menghenyak Teriakan mamak seperti biasa "Sholat ora sholat karepmu" ucapnya Buyar, lantunan adzan berkumandang Ternyata suara mamak cuma numpang lewat Bergegas mengambil wudhu Segar dan dingin menyatu Setelah selesai Waktuku selesa, menatap nanar bintang yang lelah samar-samar gurat wajahnya Terlukis di sunyi kata, diantara ranting pohon Air sungai di pelupuk mata Meluber ke tepian Hujan semalam tak terbendung Menyungai mengalir kedasar Serupa air terjun tak berkawah Apa yang di cari Padahal Tuhanya tak pergi Sengat matahari menampar Ranting kering yang lemah Mata cekung membelalak Kampung halaman yang hangat Sanak sudara bertukar cerita Buah tangan dalam pangkuan Aku masih terpaku, hanya mengingat yang lalu Khayalan terbang tak jauh Karena sayap-sayapnya telah patah lama Kluster sama membanyak Merata dimana-mana Karantina, penjara masa kini Layar virtual sebagai hiburan Diriku yang tak pergi juga tak pulang Menetap tanpa harapan Membumi bersama tanah yang basah Bersama angan yang bimbang Teramat ingin keluar dari jiwa Tapi semesta berkata lain Bersyukur, raga masih kokoh Menikmati daun yang lelah mengembara Menikmati senja yang hilang di ufuk barat jiwa Dan hati yang merdeka, meriap gemuruh bahagia. #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day07 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #AWIOfficial #senjadiataplangit #gaduh #menuliskata #menulisrasa #puisisederhana #creativemultipost #puisisingkat #menuliscerita #onepeachmedia #indonesiamenulis #instapoem #poedisual #sajakpuisi #sajak_literasii #literasihati #literasiquote #literasikata #typographyporn















