[ RINTIHAN MALAM ] Siang, Aku tak sanggup melanjutkan semua ini, Siang. "Mengapa, malam?" Karena mereka semua, Siang! Kenapa mereka lebih liar saat malam hari? "Memang takdirnya begitu, malam. Beberapa hewan memang aktif di malam hari, bukankah kau tau lebih seharusnya?" Aku tau! Tapi bukan itu, Siang. Manusia-manusia itu. Mengapa kelab2 baru buka saat malam? Mengapa tempat judi, billyard, selalu ramai saat malam? Mengapa mereka bermabuk ria di tengah lampu warna warni saat malam? Mengapa mereka mencuri, merampok, membunuh, saat malam? MENGAPA MEREKA MELAKUKAN PERBUATAN KEJI LAGI MENJIJIKKAN ITU PADA SAAT MALAM HARI? SEAKAN-AKAN AKULAH OTAK DARI SEMUA KEMAKSIATAN KOTOR MEREKA?! "Kau tak perlu merasa terbebani begitu, Malam. Tuhan membalas perbuatan mereka, bukan karena waktu mereka melakukan hal tersebut..." AKU BERTANGGUNG JAWAB SECARA MORIL ATAS MEREKA, SIANG. Mengapa mereka identikkan aku sebagai waktu berbahaya, kejahatan? Gelap sebagai simbol hati mereka. Hitam nan kelam. Mengapa? Mengapa mereka merasa terbebas dari Tuhan saat malam hari, Siang? MENGAPA?! JAWAB AKU SIANG! "...Kau tak perlu merasa marah2, Malam. Karena di waktumu itu, selalu ada penulis yg menyelesaikan naskahnya, selalu ada seniman yg merampungkan karyanya, selalu ada janji2 baru, harapan2 baru untuk esok hari lebih baik. Ah, apa kau bilang tentang Tuhan? Kau tidak tau, pada sepertigamalam, saat yg lainnya tertidur, menonton bola, dimabuk maksiat, selalu ada, Malam." ... "Selalu ada. Mereka yg ingat akan Tuhannya. Mereka yg takut sekali besok kiamat, dipertanggungjawabkan amalannya. Mereka yg memohon ampun dan belas kasih Tuhannya. Bukan untuk mereka sendiri, untuk seseorang yg bahkan mereka tidak saling kenal dan temu, hanya tau mereka saling saudara karena iman. Untuk seseorang di masa depan. Untuk 'omong-kosong' yang hanya Tuhan, yg bisa mengabulkan." ... "Selalu ada, Malam. Catat itu. Orang yg bertafakkur, bertadabbur, bermuhasabah, merenungi segala dosa yg dilakukan siang hari. Engkau pikir, rekam maksiat hanya ada malam hari? Tuhan itu adil, maka bersyukurlah, Wahai kawan..." @30haribercerita #30haribercerita #30hbc10 https://www.instagram.com/p/BsdjiaWlnW1/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=hbpleuft9xf









