nothing is more beautiful than art, because art is honest from human feelings-

seen from Thailand
seen from United States
seen from Russia
seen from China
seen from South Korea

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Finland
seen from Germany
nothing is more beautiful than art, because art is honest from human feelings-
CintaNya kepada hamba-hambaNya seringkali bertepuk sebelah tangan. Bahkan Dia jauh lebih mencintai kita. Bagaimana tidak, saat kita melakukan kebaikan sekali, maka balasannya berkali-kali. Saat kita melakukan kesalahan berkali-kali, kemudian kita bertaubat, maka dianggap tidak bersalah sama sekali
Prof. Agus Zainal Arifin
Self healing itu dimulai dengan mengakui bahwa apa yang terjadi sama kita itu akibat dari perbuatan kita sendiri.
Ingatkah kita akan peribahasa, "Siapa yang menanam, dia akan menuai," atau "Apa yang kau tanam, maka itu yang akan kau tuai".
Jika kita menanam kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan juga. Begitu pun sebaliknya, jika kita menanam keburukan, maka kita akan menuai keburukan. Dan bisa jadi apa yang terjadi sama kita sekarang karena kejelekan-kejelekan yang pernah kita perbuat. Entah kita yang pernah lalai dari perintah-Nya, atau pun karena kita yang pernah menyakiti hamba-Nya tanpa kita sadari. Atau bahkan kita yang pernah menjalankan kehidupan ini dengan semaunya, tanpa mau tahu dan mengikuti aturan-Nya. Sehingga akhirnya, kita merasakan akibatnya saat ini.
Oleh karena itu, belajarlah mengakui kesalahan kita sendiri. Sembuhkanlah dengan melakukan perbaikan-perbaikan diri. Menjadikan diri ke arah yang lebih baik dan dicintai oleh-Nya.
Belajar Syukur 🌻
Kita terlalu banyak di kasih nikmat sama tuhan, sampai-sampai kalau bisa di hitung sekalipun manusia tidak akan sanggup,
Namun kita lah yang sering kali lupa bersyukur, kalau hari ini belum di kasih rezeki berupa materi, yaa gpp. Toh kita masih di kasih nikmat sehat itu sudah Alhamdulillah.
Kita sering lupa kalau Nikmat sehat yang kita punya di hari ini adalah Do'a dan harapan bagi orang-orang yang terbaring di rumah sakit.
Mari kita belajar bersyukur hari ini
You have overcome every obstacle you thought was impossible, why is this different?
mrzastudies
Gimana sih rasanya dapet story telling langsung dari sumbernya? Kalau aku, ngerasa trusted gitu😍 Nah salah satu surat Makiyyah ini Allaah kasih story telling tentang kaum-kaum yang telah Allah binasakan kepada ciptaannya yang diberi akal (red: Manusia)
Q.S. Al Fajr dimulai dengan 4 ayat yang berisi sumpah dalam 4 perkara, yakni walfajr (demi fajar), walayaalin asyr (demi malam-malam yang sepuluh), wassyaf’i wal watr (demi yang genap dan yang ganjil), serta wallaili idzaa yasr (demi malam apabila berlalu).
Dilanjut pada ayat ke-5 yang berarti “Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?”. Kata para ulama, hal tersebut karena perkara yang ingin Allah tekankan telah dimaklumi. Seakan-akan Allah ingin mengatakan, “Demi fajar, sungguh kalian wahai kaum musyrikin benar-benar akan diadzab.” Karena surat Al-Fajr diturunkan berkaitan dengan orang-orang Quraisy Makkah yang mengingkari hari kebangkitan dan hari pembasalan. Karenanya setelah itu Allah menceritakan tentang kaum-kaum yang dibinasakan oleh Allah. Allah menyebutkan tentang tiga kaum, Pertama kaum ‘Ad, kedua kaum Tsamud, ketiga Firaun dan kaumnya.
1. Kaum ‘Ad
“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Aad?” ayat ke-6
Metode Allaah sebelum bercerita tu selalu bikin amaze ya. Allah selalu ngajauin pertanyaan dulu biar manusia mendayagunakan akal yang udah dikasih sama Allaah. Tafsir ayat ini mengisahkan bahwa Kaum ‘Aad adalah kaum Arab kuno yang diutus kepada mereka Nabi Hud.
Sebagian ulama berpendapat bahwa tafsir ayat ke-7 adalah mereka memiliki tubuh yang tinggi, sebagaimana para ulama sepakat bahwa kaum ‘Aad diberi tubuh yang besar. Pendapat kedua, adalah orang-orang yang tinggal di padang pasir di dalam kemah-kemah yang terbuat dari tiang-tiang yang tinggi. Yang secara ga langsung menyatakan bahwa tubuh mereka juga tinggi. Pendapat ketiga, adalah kaum yang memiliki tempat tinggal dari bangunan-bangunan yang tinggi.
“Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, "Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?" (QS Fushshilat : 15) Maka Allah pun mengirim angin yang datang dari kejauhan seperti awan gelap yang mereka kira adalah hujan biasa. Mereka adalah kaum yang memiliki badan yang besar dan kuat. Akan tetapi mereka malah bertambah sombong dan merasa paling kuat kuat. Akhirnya Allah mengirimkan angin untuk menghinakan mereka. Padahal mereka telah berlindung di gunung-gunung, bersembunyi di dalam goa-goa, akan tetapi angin tersebut bisa mencabut mereka dari dalam goa kemudian menerbangkan mereka di udara. Meskipun tubuh mereka sangat besar dan kuat akan tetapi mereka diombang-ambingkan oleh angin yang sangat dingin dan bersuara sangat keras selama 8 hari. Setelah itu anginpun menjatuhkan mereka ke daratan dengan kepala terlebih dahulu yang jatuh sehingga hancur kepala mereka. Karena itulah Allah menyamakan mereka seperti batang kurma yang telah kosong yaitu tanpa kepala (Tafsir Ibnu Katsir 6/139).
2. Kaum Tsamud
“Dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah” Q.S. Al-Fajr ayat 9. Maka lihatlah bagaimana gunung-gunung yang dipahat oleh mereka untuk dijadikan rumah, di dalamnya ada kamar-kamar, dipan-dipan, menunjukkan akan kekuatan mereka dan kecerdasan yang diberikan oleh Allah dalam masalah menghias dan mengukir gunung. Tetapi karena kesombongan mereka setelah diberi kelebihan oleh Allah, mereka akhirnya dibinasakan oleh Allah.
3. Kaum Fir’aun
“Dan (terhadap) Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar). Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu” Q.S. Al Fajr ayat 10-12.
Kisah pembelajaran atas kaum Fir’aun mungkin telah banyak disyiarkan untuk menjadi pengingat. Dimana kesyirikan dan kerusakan banyak dilakukan oleh Fir’aun dan kaumnya dalam menentang Nabi Musa a.s. dan Allaah Azza Wajala. Firaun dan kaumnya diadzab oleh Allah dengan cara ditenggelamkan.
Dilanjutkan pada ayat-ayat berikutnya yang memiliki arti “Karena itu Tuhanmu menuangkan cemeti adzab kepada mereka” Allah memberi ungkapan dengan “cemeti” yang menunjukan adzab yang Allah timpakan kepada mereka adalah ringan dibandingkan dengan adzab yang akan mereka terima di akhirat. Allah hanya mengirim angin untuk memporak-porandakan kaum ‘Ad, Allah hanya mengadzab dengan suara yang menggelegar untuk kaum Tsamud, dan Allah hanya menjadikan laut menutup Fir’aun dan bala tentaranya. Ini semua adalah adzab yang mudah bagi Allah.
Dan setelahnya, Allaah berfirman “Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi”
Duarrrr🔥MasyaAllaah, dapet kisah langsung dari yang Maha Mengetahui Maha Segalanya. Dah dikasih kisi-kisi dan rambu-rambu kehidupan. Semoga yang sedikit ini mampu mengingatkan diri dan mengambil pelajaran. Agar hati tak menerus merasa 'cukup baik' hingga lupa untuk mengupayakan yang terbaik.
Teman (?) I
Apa yang salah, aku dan kebaikanku, atau mungkin dia yang tidak menganggapku sebagai teman?
Sepeda
Kayuhan sepedaku masih berjalan maju hanya saja benang-benang masa lalu masih terikat kuat pada salah satu bagian sepedaku. Terkadang sekencang apapun aku mengayuh sepedaku, tetap saja benang itu tak mau kalah untuk tetap bertahan pada bagian yang tanpa sadar aku sukai. Hingga akupun tidak menyadari bahwa terkadang sepedaku berjalan mundur tanpa adanya penolakkan dariku.
-ruangtemu