Tak terasa, sudah empat bulan saya menjadi perantau di Kota Gudeg ini. Tapi sayang, saya masih belum bisa bahasa Jawa. Yang saya bisa hanya beberapa kata saja, itu pun kata yang lumrah. Dan tentu saja, kata magic 'Iki pinten, Bu?' untuk bertanya harga suatu bahan makanan di pasar. Agar diberi murah. Meski setelah dijawab oleh Ibunya, otak saya mengeluarkan asap, saking tidak mengerti Ibunya bicara apa. Awal saya menginjakkan kaki di Jogja, yang diajarkan pertama oleh Mas adalah arah mata angin. Karena orang Jogja biasanya kalau menunjukkan arah pakai utara, selatan, barat, dan timur. Saya yang dibesarkan di lingkungan dimana mengarahkan jalan hanya sekadar pakai kata-kata seperti ke kanan, ke kiri, turunan, tanjakan saja, patut menyimak apa yang Mas sampaikan. Karena ini bekal, pikir saya. Siapa tahu nanti saya keluar tanpa Mas, lalu saya harus bertanya ke orang, diarahkan pakai arah-arah mata angin saya bisa paham. Kuncinya adalah rute menuju suatu tempat. Jika utara lihat saja arah Gunung Merapi, arah Kaliurang, arah rumah. Jika selatan sebaliknya, arah menuju Parangtritis dan Bantul. Sedangkan barat arah menuju Wates, Kulon Progo. Terakhir timur, ingat saja rute menuju Prambanan atau Gunung Kidul. Saya meresapi. Mengangguk-angguk, berharap pelajaran dari Mas masuk ke otak perlahan-lahan. Suatu hari saya ke pasar. Bapak parkir bertanya ketika mengeluarkan motor, "Ke mana Mba?" maksudnya pulang menuju mana, biar Bapak parkir arahkan. Saya jawab "Utara Pak". Dan Bapak parkir pun mengerti, mengarahkan motor menuju utara. Saya seketika bangga, 'Wah! Saya sudah mulai men-Jogja nih! Nice progress, Annyta!' puji saya pada diri sendiri. Namun semua berbalik ketika saya order ojek online dan driver bertanya "Mba sebelah barat rumahmu tadi itu rumah Ibu X ya? Saudaranya Ibu Y, yang rumahnya sebelah timurnya agak utaranya rumah Ibu X tadi." Saya temenung. Otak saya perlu waktu, sebentar Pak. Ah, tidak lagi sebentar, saya menyerah "Wah saya kurang tahu Pak, saya baru pindah." Seketika saya sadar, saya belum men-Jogja sepenuhnya. Makanya, Nyt. Jangan sombong kamutu. @30haribercerita #aksaranyta #30haribercerita #30hbc1903 (at Puri Mataram Kampung Flory) https://www.instagram.com/p/BsKzrlrFgBK/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=y6c4vj0kyb32