aku menepati janjiku untuk bertemu di Alun-alun Kota Bandung kurang lebih jam 9 malam. setelah dipikir-pikir kok aku mau-maunya ketemu orang asing, malam-malam pula. untungnya malam minggu, jadi ya suasana kota masih ramai. kupikir yasudah, ikuti saja kesepakatan tadi siang, paling tidak sampai setengah jam buat obrolan basa-basi, menghargai ia yang menebus 400 kilometer ke kotaku. "ga jadi guling-gulingnya?" tanyaku. "oh bener boleh nih? aku sih ga malu, paling kamu yang malu nantinya. nongkrong kok sama orang aneh." ke-aku-kamu-an yang rasanya masih sangat kaku, tapi semua cair bersama tawa kami. perbincangan-perbincangan ringan menjadi satu dengan hingar malam minggu--yang katanya malamnya para remaja. tak terasa setengah jam perkiraanku sudah memasuki paruh keempat. obrolan kami loncat-loncat namun rasanya hangat. tidak pernah menyangka juga orang asing ini seperti lebih dekat. aku mengecek HP, Ibu sudah menanyai dimana posisiku kini. izinku bertemu teman sudah mendapat seruan pulang. aku pamit. "besok masih kerja?" ia bertanya sembari mengantarku ke parkiran yang tak jauh dari kerumunan. "masih nih, gimana?" aduh, Annytaaa gimana apa yang kamu harapkan?! "keretaku siang, pagi sebelum kerja ketemu lagi yuk?" dadaku bergemuruh, entah siapa yang menyuruh. udahan aja apa lanjut? hahahaha 🤣🤣🤣 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc2206 #aksarannyta (at Di Hatiku Selalu Ada Kamu) https://www.instagram.com/nytannyta/p/CYZHl_nvras/?utm_medium=tumblr












