29 + 4 = 31
Ia yang pernah terperosok akan berusaha sekeras mungkin. Ketika seseorang berada dalam kegelapan tiada ujung, pendar cahaya barang sedikit akan sangat berarti. Ia akan berlari menghampirinya. Menyusuri lorong-lorong bernama hidup sambil menginjak tahi, berpapasan dengan bajingan, bahkan terkilir sampai kesakitan. Barangkali hanya untuk bersyukur dan berterima kasih. Atau menggantungkan kegelapan yang bertahun-tahun menyelimutinya. Kemudian merepotkan dan membuat kesal.
Aku ingin memulai ini. Aku harus memulai ini. Meski ini cuma percakapan antara aku dan diriku sendiri. Tapi kau boleh ikut campur. Menambah warna baru. Menghapus bagian-bagian yang mengganggu dan tak penting. Mengawasiku agar tidak melewati batas. Atau sekadar melihatku sebagai bahan perbandingan. Tapi aku ingin memulai ini. Aku harus memulai ini.
31 hari bukanlah waktu yang singkat. Dan waktu adalah makhluk paling seenaknya sendiri di jagat raya yang kita tempati. Sepuluh detik lalu kau bisa mengiyakan sebuah ajakan, kemudian waktu memaksa pikiranmu mencari kemungkinan jawaban lain. Bagimu waktu adalah keputusan. Sedangkan baginya, ia melewatkan atau memaksakan sebuah kesempatan. Bagimu waktu adalah jalan keluar dan tempat lebih terang. Sedangkan baginya, waktu adalah musuh paling menjengkelkan yang meninggalkan bekas luka gigitan.
31 hari memang singkat. Ia hanya menyuruhmu untuk membayar layanan internet, produk perawatan wajah, biaya pemeliharaan kendaraan, biaya transportasi, biaya makan, dan barangkali, biaya perawatan jiwa. Tapi di antara lintasannya yang singkat, ia masih sempat menghajarmu hingga memar. Meninggalkan perasaan sakit yang kau tak tahu obatnya. Aku belum pernah mendengar tentang obat pereda rasa sakit disebabkan waktu. Kalau kau melihatnya, tolong beritahu aku.
31 hari hanyalah 29 hari ditambah 4. Semua orang tahu itu dan aku yakin kau bisa berhitung. Kau mungkin bisa menghabiskan 21 hari di antaranya dengan bekerja, kemudian beristirahat, kemudian berputar-putar di dalam kepalamu sendiri. Beberapa sisanya bisa kau gunakan untuk mencuci kain seprai, sepatu, dan belanja celana dalam baru. Beberapa lagi bisa kau gunakan untuk bepergian bersama orang yang kau sayang, lalu mencuci kain seprai, sepatu, dan belanja celana dalam baru. Sisanya, barangkali ingin kau habiskan dengan bermalas-malasan di kamar, ruang tengah, atau teras rumahmu, kemudian mencuci kain seprai, sepatu dan belanja celana dalam baru.
31 hari hanyalah 31 hari seperti 31 hari mana pun yang pernah kau lalui. Barangkali seperti itu. Aku tidak tahu. Aku bukan ahli nujum yang mampu menebak apakah kau sedang kepingin makan jagung anjing atau minum jus mengkudu. Oleh karena itu, ceritakan padaku tentang hari-harimu selama 31 hari yang akan, dan semoga dapat, kau lalui. Selesaikan. Kemudian diamlah, tolong dengarkan ceritaku juga.
#30haribercerita #30hbc2301












