2013. Saat itu aku masih kelas dua sekolah menengah pertama. Pas sekali di tahun itu aku mendapatkan pengalaman yang berkesan hingga sekarang. Aku mengikuti olimpiade sains nasional sampai tahap terakhir. Meskipun tidak pulang membawa medali. Its okay. I got new friends and I'm grateful for that chance. Selain itu aku akhirnya merasakan naik pesawat untuk pertama kali sampai sekarang belum pernah lagi. Hahaha. Duh, sayangnya pengalaman naik pesawat pertama kali itu tidak terabadikan dengan foto awan-awan. Kenapa? Karena aku malah tidur sepanjang perjalanan. Haha. Padahal sudah pas duduk di samping jendela. Pengalaman sebulan dengan teman-teman baru yang keren itu menjadi pengisi kotak bahagia di kepalaku. Setiap kali merasa feeling hopeless aku kembali menengok masa lalu itu sebagai pengingat, I've been there and I should trust in the process of life.
Di tahun yang sama juga aku mengikuti karya wisata ke Bali. Wah! Ke Pulau Dewata yang menjadi tujuan wisata banyak umat. Pengalaman pertama juga naik kapal menyebrang pulau. Dan sampai pertengahan tahun lalu aku menyebrang ke Pelabuhan Gilimanuk. Hanya sampai pelabuhan saja. Hehe wisatanya belum.
Masa-masa itu (SMP) langkahku masih terasa ringan dengan teman-teman yang aku syukuri kehadirannya di hidupku. Aku juga berani mencoba hal baru, misalnya ikut lomba menulis puisi/cerpen, ikut ekstrakulikuler marching band, karate, tari tradisional hingga menjadi anggota Pramuka inti. Rasanya nggak ada keraguan untuk mencoba. Beda dengan sekarang yang hmm...sering maju mundur. Aku merindukan letupan semangatku yang dulu.
Aku sepuluh tahun yang lalu dan sekarang jelas berbeda. Aku dulu sangat pendiam. Tetapi sekarang sudah banyak bicara. I talk too much sometimes. But, still I can't tell you my private story easily. Aku dulu punya kepercayaan diri yang cukup berani untuk tampil di depan banyak orang. Sekarang berani juga tapi lepas kacamata. 😅. Salah satu hal yang masih sama adalah aku mudah mengenali orang dan namanya. Dari jaman sekolah aku bisa mengenali teman satu angkatan dan namanya. Meskipun tidak pernah kenalan sebelumnya. Ajaib, 'kan.
Dan ya jaman SMP itu aku tidak punya akun media sosial. Saat itu yang lagi rame facebook. Kayaknya hampir semua anak punya akun facebook. Tapi aku tidak punya. Twitter, Instagram, Youtube duh apalah itu aku belum kenal. Biar begitu aku melihat dari temanku yang punya akun. Mengamati cara penggunaannya. Jadi, kalau aku punya akunnya sewaktu-waktu sudah tahu cara pakainya.
Kalau diingat lagi sepuluh tahun yang lalu banyak tawa dan canda. Paling yang membuat menggerutu adalah PR Matematika. Dan yang membuat tertegun adalah seseorang yang dikagumi lewat di depan mata. Ada satu orang yang aku kagumi dulu dari kelas satu hingga dia lulus. Itu juga kenangan yang masuk kotak bahagia milikku.
Ah...sudah lama juga meninggalkan masa remaja itu. Tapi rasanya hmm aku masih seperti anak remaja. Sebuah penyangkalan 'kah ini?