Diantara beberapa hal yang paling ku benci salah satunya adalah jarak. Namun, jika di telusuri. Aku lah yang senang memberi jarak pada sesuatu yang baru. Contoh sederhana, ketika bertemu orang baru aku cenderung memberi jarak. Memastikan apakah orang tersebut "aman" atau tidak buat aku. Aku sempat khawatir pada diri sendiri. Bertanya-tanya, ada apa? Sampai pada akhirnya ada kesempatan untuk konsultasi lebih jauh pada yang ahli. Justru aku di buat kaget dengan hasilnya. Hasil menunjukkan bahwa aku adalah tipe orang yang cocok dengan tipe segala jenis manusia. Di luar dugaan. Tapi akhir-akhir ini, aku menyadari jikalau jarak tak selamanya buruk. Jarak justru penting se-penting jeda. Atau penting se-penting spasi dalam tulisan. Atau penting se-penting "jaga jarak aman" saat berkendara. Tidak ada yang salah soal jarak. Kadangkala memberi jarak itu sebuah keharusan.. Jadi, sekarang aku tidak membenci lagi soal jarak 🐾 @30haribercerita x @karyakarsa_id #30haribercerita #30hbc2314 #30hbc2314jarak #karyakarsa https://www.instagram.com/p/CnZoovIBQDg/?igshid=NGJjMDIxMWI=
















