Jangan Marah-Marah
Aku kira ada yang salah dari menggantungkan harapan kepada orang lain, Wil. Meski pada akhirnya jatuh atau dijatuhkan, kenyataannya tetap tidak seburuk itu. Memang, mula-mula duniamu terasa hancur dan kau ingin memukul kepala setiap orang yang kau temui sebanyak dua kali. Tetapi perasaan itu tak bisa bertahan lama. Percayalah, amarah tak pernah hidup lama kecuali kau memeliharanya untuk kemudian menyesal.
Qabil sadar kemudian dan tahu betul perbuatannya salah. Pada 1959, Ernesto Guevara De La Serna berdebat dengan Fidel Castro. Mereka mendebatkan Fulgencio Batista yang kabur ke Amerika. "Apa yang akan kau lakukan kepada sisa pendukung Batista? tanya Ernesto kepada Fidel.
"Paredon!" jawab Fidel.
Dalam bahasa Spanyol, paredon secara harfiah berarti menghadap tembok. Dan sejarah menganggap kata ini sebagai bentuk lain teror. Sedangkan paska revolusi Kuba, paredon berarti eksekusi mati. Ernesto tidak setuju. Menurutnya sebuah rezim otoriter yang telah tumbang tak perlu dibersihkan dengan kekerasan. Tapi Ernesto bukan Fidel dan Fidel saat itu yang diberi mandat sebagai pemimpin Kuba. Perdebatan itu berakhir dengan kesunyian menyelimuti keduanya.
Di tempat dan waktu yang lain, Muhammad Ali Jinnah bersama Mohandas Karamchand Ghandi memimpikan negara India yang berdaulat. Terbebas dari penindasan Inggris. Ghandi dengan Satyagraha dan Ali dengan perjuangan hukum dan politik. Sayangnya, pada 1947 keduanya harus berpisah. Terkadang ada sesuatu yang harus kau alami dan itu menyakitkan, hanya untuk menjadi dewasa.
Jinnah meninggalkan Ghandi dan mendirikan Pakistan. Sebelum berdirinya Pakistan, keduanya bertemu. Ghandi memohon supaya Jinnah tak meninggalkannya. Ghandi bahkan rela menyerahkan posisinya, menawarkan jabatan Perdana Menteri kepada Jinnah dan ditolak.
Kelak Jinnah menyesal dan sebelum kematiannya, ia menggumam: "Andai saja aku mendengarkan sahabatku."
Aku sengaja memberi beberapa contoh kepadamu. Supaya kau semakin ingat karena kau pasti pernah merasakannya sendiri. Amarah adalah saat-saat terbaik bagi waktu untuk bekerja. Ia mengendap-endap mendekatimu, menunggumu terjun ke sebuah keputusan. Jika yang kau putuskan adalah amarah, seketika itu juga kau diterjang waktu mentah-mentah. Kita mengenal kejadian itu dengan nama penyesalan.
#30haribercerita #30hbcbarutau #30hbc2325













