
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Indonesia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Italy
seen from United States
seen from China
seen from United States
OTP dengan kearifan lokal :3
Apalagi yang kau tunggu, Apa Kau masih gengsi mengutarakan Rindu ? Harus berapa purnama lagi yang tanggal hanya untuk sebuah Temu. Kau Jangan jadi perempuan itu (cinta). Sebab aku bukan lelaki itu (Rangga), Aku tidak akan menunggu. 📷 Percayalah ini cuma kamera Hp, kebetulan saja hasilnya bagus😂. #bukan#aadc2#galilgibran#book#kahlilgibran#buku#sajak#poems#poetry#nostalgiahujan#dearviona#quotes#penulis#yogyakarta (di Special Region of Yogyakarta)
Hidup adalah tentang keseimbangan. Bahagia hadir karena sedih menemani. Bangga tiba sebab kecewa begitu nyata. Sehat terasa indah kala sakit menghampiri. . 📷 @nabilaaliana # katarasa #mainyuk #dolanningjogja #magelang #napaktilas #aadc2 #hijabdaily #lestarifebrin (at Punthuk Setumbu)
Saya dapat menghargai sudut pandang lain. Meskipun akan dibilang aneh dan berlawanan. Seaneh jika saya beranggapan jika Rangga di Ada Apa Dengan Cinta 2 muncul sebagai sosok lelaki bajingan dari sudut pandang Trian. Perebut calon istri orang. Bukan orang yang romantis.
Dari sisi ini semua hal terlihat "debatable" sih
Menjadi Cinta untuk Trian
Banyak orang yang protes kenapa Cinta tetap jadian sama si Trian kalau hatinya masih milik Rangga. Tapi kurasa orang-orang hanya tidak adil melihat dari satu perspektif, perspektif Trian bukan Cinta. Mungkin Cinta memang jahat karena menerima Trian. Tapi mungkin saja, di setiap malam selama belum jadian dengan Trian, Cinta memaki kenapa sulit sekali melupakan Rangga. Dia begitu sengsara, berkali-kali dia berharap ada yang datang menolongnya, tapi berkali-kali dia menyadari tak baik menjadikan seseorang pelampiasan. Berkali-kali dia membuat pembenaran kalau dia hanya ingin menolong dirinya. Tapi berkali-kali dia menyadari dia membohongi dirinya. Akhirnya dia lelah sendiri dan memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada Trian. Dia sungguh-sungguh. Dia berharap Trian dapat menolongnya, membantu dia berdiri setelah terjatuh sedalam-dalamnya. Tulus tak bermaksud yang lain.
Mungkin Cinta memang jahat menerima Trian. Tapi mungkin selama jadian dengan Trian, Cinta sungguh-sungguh berusaha mencintai pria itu. Selalu berterima kasih di dalam hatinya. Meski sering kali dia merasa bersalah karena bayang-bayang Rangga selalu hadir. Kau tau merasa bersalah itu sangat tidak menyenangkan, seolah-olah kau tak berhak bahagia seutuhnya. Bukankah ironi merasakan syukur dan maaf dalam satu waktu.
Seandainya kamu pernah menjadi Cinta, memberikan seluruh hatinya kemudian dicampakkan begitu saja. Kamu akan mengerti betapa Cinta sangat butuh ditolong. Yang dia lakukan mungkin jahat. Tapi bukankah itu naluri manusia, ketika sekarat dia akan butuh bantuan.
Lalu bagaimana dengan Trian bila Cinta akhirnya memilih Rangga? Trian memang korban dalam hal ini. Tapi mana yang lebih menyesakkan? Ketika kamu mencintai seseorang dan kamu sama sekali tidak sedikitpun diberi kesempatan untuk menunjukkan perasaanmu atau diberi kesempatan meski pada akhirnya kamu tetap kalah? Kalau aku jadi Trian, seenggaknya aku berharap diberi kesempatan berjuang. Jadi aku tak akan bertanya-tanya di dalam hatiku "Apa yang terjadi jika aku dapat kesempatan berjuang?" Aku sudah tahu jawabannya. Pun kalaupun aku kalah, aku lebih memilih kalah setelah berjuang.
Persekongkolan Rangga dan Cinta
Entah mengapa tiba-tiba pikiranku beberapa belakangan ini memutar kembali tentang kisah cinta antara Rangga dan Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Kisah cinta yang fenomenal antara Rangga dan Cinta ini terbentuk atas dasar kecintaan keduanya pada hal-hal berbau sastra. Hingga dalam hati mereka tumbuh dan lahirlah sebuah perasaan yang mampu menyatukan dua remaja dengan karakter yang saling bertolak belakang, Rangga dengan sikap dingin dan idealisnya serta Cinta yang cukup ekspresif dan frontal seperti pada umumnya remaja millenia kala itu. Dengan kedua "modal” kesuksesan AADC pertama yang berhasil membuat banyak remaja di era 2002 an baper, kisah Rangga dan Cinta dalam AADC 2 pun cukup mudah untuk dibuat sukses. Tapi aku tidak akan membahas mengenai itu. Aku ingin membahas bagaimana serentetan peristiwa dalam AADC 2 yang menurutku banyak diwarnai persekongkolan. Ya, persekongkolan Rangga dan Cinta.
Jutaan orang di Indonesia telah khatam dengan jalan cerita AADC 2, dan lebih dari separuhnya dilanda baper dan memuja-muja perjuangan Rangga dan Cinta untuk kembali bersatu setelah 12 tahun tidak pernah saling memberi kabar apa-apa. Padahal jelas-jelas dalam kurun waktu lebih dari satu dasawarsa itu, Cinta sudah berhasil membangun karir dan asmaranya yang tinggal selangkah lagi menuju pelaminan. Lucunya kemunculan Rangga yang hanya sekelebat itu bisa membuat Cinta mulai ragu dan membuatnya berpikir ulang untuk menikahi Trian. Aku jadi paham bahwa dibalik sosok tegas dan keras yang ada pada diri Cinta, nyatanya dia adalah orang paling naif dalam film tersebut. Hatinya pun masih dibelenggu dengan kisah asmara masa lalu. Padahal luka-lukanya karena Rangga telah diobati dengan upaya yang cukup sempurna oleh Trian. Perhitungan mengenai masa depan pun sudah begitu jeli diperhatikan Trian agar ia tidak lengah dalam membahagiakan calon istrinya nanti, Cinta. Tapi yang terjadi justru diluar logika, persoalan di masa lalu antara Rangga dan Cinta yang masih tertinggal nyatanya mampu menghentikan laju kehidupan mereka yang sudah lama sebenarnya hanya tinggal masing-masing. Mereka berdua memang tampaknya ingin menghentikan dendam masa lalu melalui pertemuan tak sengaja di Yogyakarta. Tetapi cara mereka menguliti masa lalu justru tak hanya mampu menghentikan dendam, lebih dari itu mereka menyadari bahwa selama ini kebekuan hati yang mereka buat hanyalah akal-akalan saja untuk berusaha mengalihkan kerinduan akibat jarak New York dan Jakarta. Itulah yang kusebut dengan persekongkolan Rangga dan Cinta.
Trian yang memang bukan penyair pun mau tidak mau "dipaksa” untuk bijaksana dengan membiarkan juga merelakan cintanya kembali ke masa lalunya yang waktu itu dia akui sebagai bagian dari cerita lama namun nyatanya justru telah mengambil bagian lebih dari separuh hidupnya. Seharusnya Rangga dan Cinta tak perlu menunggu 12 tahun untuk bersekongkol kalau pada akhirnya akan ada pihak yang tersakiti. Tidak perlu membawa bekal kenangan masa lalu untuk membuat rancangan masa depan menjadi berantakan. Seharusnya Rangga dan Cinta sudah menyelesaikan persoalan mereka sedari lama, tak perlu belasan tahun hanya untuk berbaikan. Seharusnya mereka berdua tahu bahwa apa-apa yang belum selesai dibelakang bisa membuat orang kesulitan untuk melangkah kedepan. Harusnya begitu, tapi nyatanya ending drama AADC 2 harus ditutup dengan fakta bahwa ada orang yang berusaha lapang dada ditengah-tengah kebahagiaan mereka.
*ps: kalau saya jadi Cinta, memilih Trian adalah kepastian. Bukan semata-mata karena dia pebisnis yang bisa menjamin masa depan tapi seindah apapun sosok Rangga, tempatnya tetap akan selalu di masa lalu. Apa yang sudah diputuskan untuk disudahi, bagi saya sudah tidak patut lagi untuk dimulai kembali.
Detik tak pernah melangkah mundur tapi kertas putih itu selalu ada waktu tidak pernah berjalan mundur dan hari tidak pernah terulang tetapi, pagi selalu menawarkan cerita yang baru #aadc2 https://www.instagram.com/p/CRlq4u0nWzm/?utm_medium=tumblr