Pujian
Jadi minggu lalu saya terpicu untuk membuat sebuah grup diskusi khusus untuk sabtu malam. Ide ini sebenarnya bukan dari saya pribadi. Saya terinspirasi dari sebuah akun yang saya ikuti di tumblr. Lalu, muncul lah keinginan yang sama untuk membuat grup Saturday Talk ini. Dan tentunya sebelum ikut-ikutan membuat grup seperti ini, saya sudah terlebih dahulu meminta izin kepada beliau, untuk mengadopsi ide nya. Terima kasih kak @novieocktavia sudah begitu menginspirasi. Kebaikan yang mengalir ini tentu menjadi ladang pahala buat kakak. Aamiin.
Dan jreng jreng tibalah di sabtu malam pertama kami. Kami membahas tentang pujian. Tema ini berawal dari tulisan yang di share oleh teman saya di dalam grup yang kami buat. Meskipun kadang out of topic juga sih. Tapi gpp lah yah, hitung-hitung jadi sebagai iklan dan selingan. Wkwk
Pujian. Sebenarnya apasih artinya pujian?
Jadi dalam KBBI pujian berasal dari kata puji yang berarti pengakuan. Maka dari sini saya tarik kesimpulan pujian adalah sebuah pengakuan/pernyataan memuji yang berisi tentang kebaikan dan keunggulan.
Sudah menjadi hal yang lumrah jika manusia suka dipuji. Siapa sih yang gak suka dipuji? Pasti semua pada suka kan yah. Apalagi para kaum hawa demen banget kalau udah di puji cantik, pasti senang wkwk. Yah gpp kan yah. Suka gpp. Yang penting jangan berharap. Dan jangan berlebih *eeh
Tentang pujian, dalam ajaran agama yang saya anut, perihal memuji dan menanggapi pujian ini ada adabnya. Pertama, jangan menambahi sebuah pujian dengan hal-hal yang sifat dusta. Kedua, jangan berlebihan. Ini berlaku untuk yang memuji pun yang dipuji. Ah, sudah pada tahu kan sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya emang nggak baik. Untuk itu, ketika kita diberi pujian banyak-banyak koreksi dan instropeksi diri juga. Malu pada diri sendiri jangan lupa, karena dari segala kebaikan yang terlihat oleh mata manusia tentu ada pula sisi keburukan yang tak terlihat oleh mereka. Tak terlihat dan diketahui oleh orang lain, tapi Tuhan selalu tahu. Dan, Hm kita juga pasti tahu itu. Tentang diri kita yang sebenar-benarnya.
Ok. Kembali ke adab tentang pujian. Eh tapi ini lebih ke bagaimana sikap kita yang seharusnya saat menuai pujian sih. Jadi dalam ajaran agama Islam saat kita dipuji oleh seseorang, kita diperintahkan untuk berdoa. Doanya seperti dibawah ini:
اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ “
Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”
Dalam doa ini sudah cukup jelas kan yah pesan yang tersiratnya apa. Hindari perasaan terlalu berbangga diri ketika dipuji. Sebab kita selalu tak luput dari dua sisi. Sisi kebaikan dan keburukan. Kedua-dua nya sebagian terlihat, sebagian pula tidak. Maka dari itu “jangan tumbang ketika di caci, dan jangan terlena dan tinggi hati ketika dipuji.”
Sebab,bagaimanapun orang memberi seratus atau berapapun bintang penilaian pada kita. Tetaplah, kita adalah sosok yang paling tau tentang diri kita sendiri. Baik-buruknya, segala aib yang tersembunyi ataupun yang kita sembunyikan dari orang lain. Teteup coy nggak bisa disembunyikan dari diri sendiri. Kita mungkin bisa berbohong pada orang lain. Tapi tetap saja, pada akhirnya kebohongan itu tidak berlaku untuk diri sendiri. Apalagi kalau menyebut nama Tuhan, nggak ada satupun yang luput dari penglihatan dan pengetahuan-Nya.
Jadi, tentang pujian Aamiinkan saja tapi jangan sampai jadi lupa diri. Banyak-banyak berdoa. Bisikin hati untuk tidak tinggi hati.
Terima kasih banyak, gengs Saturday Talk. Semoga sabtu malam berikutnya dan seterusnya bisa lebih seru lagi yang (kalau kata mbak novi) tak hanya mempertajam akal, tapi juga memperkaya hati.
Terakhir sebagai penutup tulisan ini. “Menjalani hidup ini jangan sampai terlalu fokus pada hal-hal lahiriyah dan penilaian orang, hingga menjadikan diri kita buta untuk melihat dan fokus pada kondisi batiniah“.
Yuk terus bermuhasabah diri :)









